Berjaya dengan Sekolah Penggerak

Diani Kusumawati, S.Pd, Guru SMP Negeri 02 Batu

Di tengah lembah lereng gunung
Bersinar kotaku, rakyatnya berbudi luhur
Beriman dan bertaqwa
Berudara sejuk dan segar, pertanian yang ramah lingkungan
Pendidikan yang slalu berdaya saing, pariwisata yang mendunia

(Mars Kota Batu – Ahmad Fanani)

Kutipan Mars Kota Batu tersebut menggambarkan Kota Batu yang berada di tengah lembah lereng gunung yang berudara sejuk dan segar. Pertanian merupakan mata pencaharian yang paling banyak ditekuni oleh masyarakat Kota Batu. Lagu mars ini bukan hanya untuk dihapalkan oleh siswa di Kota Batu, tetapi juga diputar di sektor-sektor pemerintahan di Kota Batu.
Wilayah Kota Batu terletak di kaki dan lereng pegunungan yang memiliki wilayah subur. Kota Batu dan sekitarnya juga memiliki panorama alam yang indah dan berudara sejuk. Tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat lain untuk mengunjungi dan menikmati Batu sebagai kawasan pegunungan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Sejauh mana perkembangan Kota Batu saat ini?

Jika diukur dari sektor pariwisata, perkembangan Kota Batu selama 20 tahun ini melesat dengan cepat. Pariwisata kota Batu merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Menurut situs resmi Kota Wisata Batu (batukota.go.id, 2021) jumlah kunjungan wisatawan ke kota ini merupakan salah satu yang terbesar bersama dengan Bali dan Yogyakarta.

Baca Juga :  Kegundahan Kaum Kinestetik

Kota Batu sudah merupakan surga bagi wisatawan. Dengan banyaknya tempat wisata tersebut, pemerintah terus fokus melaksanakan program program pembangunan yang terintegrasi guna mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Batu.

Namun, dengan besarnya pembanguan di sektor pariwisata, Kota Batu telah berubah yang dulunya merupakan suatu daerah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah kini sudah beda. Kawasan alam yang dulu menjadi karakteristik Kota Batu kini telah menjadi wisata buatan.

Wisata alam sekarang bukan wisata utama lagi. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan kebudayaan pada orang Batu. Kebudayaan yang dulunya tradisional masih lekat dengan alam sekarang berubah menjadi lebih modern di mana semua fasilitas didapat dengan cara instan. 

Imbasnya hilangnya kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan yang timbul dari aktivitas pengelolaan sumber daya alam. Terjadi banyak kerusakan lingkungan di wilayah Kota Batu. Kemacetan, polusi udara, lingkungan menjadi tidak tertata, penumpukan sampah, dan sebagainya.

Belum lagi pada tahun ini dunia sedang mengalami musibah. Adanya pandemi Covid-19 juga mengancam berbagai sektor perekonomian termasuk di Kota Batu. Upaya apakah yang harus terus digalakkan oleh pemerintah Kota Batu agar kondisi ekonomi dan wisata kembali pulih?

Baca Juga :  REUNI

Pemerintah Kota Batu terus berupaya untuk mengurangi permasalahan yang timbul. Misalnya, diberlakukannya e-parking di jalan-jalan protokol Kota Batu. Masyarakat yang sadar dan cinta lingkungan juga mengadakan kegiatan untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Meskipun sebagai kota wisata, Kota Batu juga tidak melupakan perkembangan pendidikan. Kota Batu mengembangkan sistem dan terobosan baru untuk menunjang pendidikan. Salah satu pencapaian Kota Batu di bidang pendidikan adalah beberapa sekolah di Kota Batu merupakan Sekolah Penggerak.

Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesa dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (Kemdikbud, 2021).

Dirilis pada laman @Pemkotbatu_official, sebanyak 13 sekolah lolos program sekolah penggerak. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih, jenjang SMA hanya ada 3 lembaga, SMP juga 2 saja, sedang SD ada 5 lembaga, dan TK ada 2 lembaga, serta SLB 1 sekolah.

Baca Juga :  ERA KOTA WISATA SEJATINYA

Dengan adanya sekolah penggerak, sekolah yang terpilih bisa jadi panutan, tempat pelatihan, inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya untuk mendorong berbagai macam program yang partisipatif, unik, dan penuh inovasi.
Sekolah yang lolos menjadi Sekolah Penggerak itu nantinya akan mendapatkan fasilitas dari pemerintah, termasuk pelatihan-pelatihan, fasilitas digitalisasi, pembelajaran dan pendampingan dari pemerintah pusat untuk pengembangan menuju profil pelajar Pancasila.

Sekolah penggerak menjadi harapan di masa depan agar sekolah-sekolah yang belum mengalami peningkatan mutu, berkonsultasi atau bahkan mendapat pendampingan dari sekolah yang telah bergabung dalam program sekolah penggerak. Sehingga sekolah-sekolah di Kota Batu makin Berjaya dengan menjadi Sekolah Penggerak.

Di usia yang masih sangat muda, Kota Batu terus berproses dan berkembang. Dengan melesatnya perkembangan sebagai kota wisata, dengan tidak meninggalkan budaya-budaya dan kearifan lokal yang ada. Pariwisata yang mendunia sejalan dengan melesat pula kemajuan pendidikan yang akan bisa bersaing di dalam maupun di luar negeri. Semoga Batu bisa “Bangkit Bersama, Peduli Sesama, untuk Kota Batu Berjaya.”(*)

artikel Pilihan