Titan Ngebet Pinangan Bhayangkara FC

Arema FC: Kami Sedih Jika Tawaran Diterima

NewMalangPos, MALANG – Arema FC sedang dilanda cemas. Bukan saja menanti kejelasan kompetisi, namun disebabkan salah satu pemain mudanya, Titan Agung Bagus Fawwazi yang kini jadi incaran beberapa klub. Bahkan, kabarnya Titan sampai berpamitan ke manajemen demi menerima tawaran tersebut.

Manajemen Arema FC sejatinya berupaya keras untuk memproteksi pemain-pemainnya yang masuk dalam proyeksi tim di kompetisi Liga 1 2021. Sebab, hanya dua nama yang sudah dinyatakan tak diperpanjang kontraknya. Sedangkan yang masuk proyeksi, bakal segera diajak berkomunikasi ketika operator kompetisi sudah menetapkan tanggal kick off. Termasuk juga pemain muda hasil binaan Akademi Arema yang masuk dalam skuat tim Singo Edan.

“Memang ada beberapa pemain yang sepertinya didekati tim lain. Tapi kami berusaha memproteksi dan meminta bersabar sesaat lagi,” ujar General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Beberapa waktu terakhir, ada nama Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo yang namanya mencuat diminati klub luar negeri. Lalu, kabarnya nama lokal lain juga dipastikan tak luput dari bidikan, seperti Hendro Siswanto.

Media Officer Arema FC Sudarmaji menhakui, beberapa klub merayu pemain potensial untuk hengkang. Manajemen pun menanggapi serius ketika pemain seperti Titan Agung dilirik oleh klub lain. Potensi pemain berusia 19 tahun ini berhasil muncul ke permukaan setelah mendapatkan panggilan Timnas U-19.

Arema FC menegaskan bila Titan Agung masuk proyeksi tim di musim ini dan masih membutuhkan dedikasinya. “Titan ini kan masih dalam binaan Akademi Arema. Kami masih sangat membutuhkan dedikasinya di Arema,”  ungkapnya.

Menurut pria asal Banyuwangi itu, tahun kemarin (musim 2020), Singo Edan berharap dia bisa tampil untuk membuktikannya di tim senior. Sayangnya kompetisi tidak berlanjut setelah tiga pekan. Padahal, Titan sudah mencatat debut di pekan pertama.

“Meski demikian namanya mampu masuk ke Timnas U-19. Baru saja kami ingin menikmati prestasinya, malah ditawar klub lain dan sepertinya Titan mau menerima,” terang dia.

Sudarmaji mengibaratkan bahwa posisi Arema FC dalam memunculkan potensi pemain adalah sebuah proses bertani, karena Titan muncul dari bawah hasil binaan Akademi Arema. Sebagai petani, tentu saja berharap mampu menikmati hasil tanamnya.

“Ibaratnya padi, kami menanam dan memupuk. Klub lain justru yang menikmatinya. Sedih rasanya, tapi bagaimanapun klub lain abai dengan itu. Kami juga prihatin di tengah kondisi semua klub berusaha survive akan kelangsungan hidupnya, semua memiliki visi agar kompetisi bisa digelar justru ada klub yang melakukan trading (penawaran). Terus terang kami tidak bisa apa-apa, hanya mengetuk nurani semua pihak,” jelasnya.

Kontrak Titan bersama Arema FC sejatinya kurang tiga bulan lagi, yakni sampai April 2021. Sudarmaji berharap upaya itu dipertimbangkan kembali.

“Titan kontraknya baru berakhir April, karena itu kami masih sangat berharap agar trading itu dipertimbangkan kembali. Karena  kita semua dalam kondisi prihatin. Tidak elok memanfaatkan situasi prihatin ini untuk kepentingan diri sendiri,” harap dia.

Menurut Sudarmaji, bila nanti akhirnya kompetisi digelar hal ini hasil perjuangan semua pihak yang bertahan di tengah pandemi dan tidak adanya kompetisi.

“Kepada pemain juga demikian kami mengetuk hati nuraninya agar tidak memanfaatkan situasi sulit hanya untuk kepentingan dirinya. Kami masih optimis Titan akan mempertimbangkan tetap di Arema FC, karena kami menanti dedikasinya kepada Singo Edan,” ujarnya.

Titan merupakan salah satu dari empat nama pemain Akademi Arema  yang berusaha diorbitkan oleh Arema FC yang dikontrak secara resmi diawal musim Liga 1 2020. Bahkan, Titan sudah naik kelas di musim 2019 berbarengan dengan Vikrian Akbar, Andriyas Fransisco dan Zidane Pulanda. Lantas, musim 2020, dia tetap dipertahankan di tim senior bersama Vikrian dan Ciko.

Pemain yang baru saja pulang setelah mengikuti TC Timnas U-19 di Spanyol ini dikabarkan diminati Bhayangkara FC.  

Bahkan, tawaran berkarir di kepolisian juga diberikan kepada mahasiswa Universitas Brawijaya ini.

“Infonya dia ditawari menjadi polisi dan jadi pemain Bhayangkara FC,” ujar salah satu sumber internal Arema FC kepada New Malang Pos. (ley)