Tipu Teman, Biduan Bahenol Ditahan

CANTIK: Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo merilis kasus penipuan investasi bodong dengan tersangka biduan cantik Renny Hermawati. (NMP-IPUNK PURWANTO)

Modus Tawarkan Investasi Bodong Berupa Tembakau dan Gula Merah

NewMalangPos, MALANG-Wajahnya cantik. Kulitnya putih glowing. Bodynya juga bahenol. Namun penyanyi dangdut bernama Renny Hermawati ini, harus berurusan dengan polisi. Akhir pekan lalu warga Jalan Candi Bima, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru ini, diringkus Satreskrim Polres Malang.

Tuduhannya karena melakukan penipuan. Modusnya dengan menawarkan investasi bodong, berupa barang tembakau dan gula merah. Ada tiga orang yang menjadi korban penipuannya.

Semua korban adalah teman sesama penyanyi panggung. Yakni DK, 30, warga Dusun/Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung. DW, 28, warga Jalan Tendean, Kelurahan/Kecamatan Turen. Dan, YA, 25, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kalipare.

“Sementara korbannya baru tiga orang. Namun masih kami kembangkan lagi apakah ada korban lain,” jelas Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Senin (8/2) kemarin.

Informasinya, hubungan antara tersangka dengan tiga korban adalah teman. Mereka sama-sama berprofesi sebagai penyanyi panggung. Bahkan beberapa kali pernah bernyanyi satu panggung.

Dari perkenalan itulah, tersangka lantas menawarkan investasi barang. Yakni berupa tembakau dan gula merah. Tersangka Renny memberi iming-iming keuntungan besar. Yaitu 50 persen dari modal awal yang disetorkan korban.

Keuntungannya akan diberikan dalam waktu 22 hari setelah penyetoran modal. Ada juga yang jangka pendek 14 hari, namun dikatakan Renny keuntungannya lebih kecil.

Dari situlah akhirnya ketiga korban tertarik. Mereka mulai menyetorkan uang kepada tersangka sebagai modal pada tanggal 24 Mei 2020. Penyetoran uang modal dilakukan secara bertahap.

“Dari tiga korban tersebut totalnya sebesar Rp 450 juta. Rinciannya korban DK sebesar Rp 88,5 juta. Korban DW Rp 297 juta dan korban YA sebesar Rp 65 juta,” jelas Kapolres Malang.

Namun setelah uang modal sudah diserahkan, ternyata begitu ditunggu-tunggu keuntungan yang dijanjikan tidak cair. Saat ditanyakan tersangka semula mengaku masih menunggu pencairan.

Korban pun awalnya percaya saja. Tetapi karena sampai berbulan-bulan tidak ada kejelasan, para korban lantas menanyakan lagi.

Jawaban yang diterima dari tersangka justru menusuk hati. Uang modal yang dikatakan untuk investasi itu, ternyata tidak ada. Semua uang yang diterima untuk kepentingan pribadi.

Dari situlah akhirnya korban merasa dirugikan. Mereka lantas melaporkannya ke Polres Malang. Setelah melakukan penyelidikan panjang, polisi akhirnya menangkap Renny di kediamannya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Ancaman hukumannya 4 tahun kurungan penjara,” tegas Hendri.

Sementara itu, tersangka Renny yang memiliki KTP di Jalan Kebon Jeruk V, Kecamatan Lowokwaru ini, mengakui kalau dirinya memang meminjam uang pada tiga korban. Alasannya untuk bisnis barang berupa gula.

“Sebetulnya gulanya ada. Dan awalnya memang untuk kulakan gula. Tetapi setelah itu uang saya pinjamkan lagi, sehingga tidak bisa mengembalikan,” tutur tersangka Renny.(dj6/agp)