Tidak Dapat Lawan Sepadan

Arema FC Putri Menang 15-0 Atas Mahayana Putri

NewMalangPos, MALANG – Arema FC Putri masih terlalu kuat bagi tim lokal asal Kabupaten Malang, Mahayana Putri. Hal ini terlihat ketika bermain di Lapangan Sepak Bola Mahayana Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Jumat (5/2) pagi kemarin. Anak asuh pelatih Alief Syafrizal menang telak 15-0.

Kemenangan besar ini dihasilkan melalui gol Sabrina Mutiara memborong empat gol, serta  Anisya Widya, Susi Susanti dan Yuniar Hera yang masing-masing dua gol. Kemudian, Eka Nurul, Shafira Ika Putri, Syafira Azzahra satu gol dan Dianita Ajeng Astiwi membuat satu gol. Ditambah satu gol bunuh diri dari pemain Mahayana.

“Kami kebetulan menang dengan skor telak, tapi ada beberapa hal yang masih jadi PR (Pekerjaan Rumah). Terutama ketika pemain pelapis masuk, secara permainan mereka belum bisa sebanding dengan pemain inti,” ujar Pelatih Arema FC Putri Alief Syafrizal.

Menurutnya, lawan mereka juga tidaklah sepadan. Sebab, pemain Arema Kodew sudah kerap bersaing dalam laga melawan sesama tim Liga 1.

Akan tetapi, saat ini jarang tim-tim Liga 1 Putri yang beraktivitas di masa pandemi Covid-19 seperti Arema Putri. Apalagi, sejak Desember 2019 juga tidak ada kompetisi sepak bola putri yang digulirkan PSSI.

“Kalau beruji coba dengan tim cowok, kami yang khawatir. Sebab, permainan sepak bola cewek lawan cowok pasti beda. Di situ ada kontak fisik, itu yang membuat kami khawatir,” imbuhnya.

Dia mengatakan, sebenarnya ada sejumlah turnamen yang hendak diikuti Arema Putri sembari menunggu kompetisi diputar. Hanya saja, karena ada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), seluruh turnamen itu terpaksa ditunda karena panitia belum mengantongi izin dari kepolisian.

“Sama dengan Liga 1 Putri, untuk Kartini Cup juga masih menunggu izin. Mungkin kalau Liga 1 2021 jalan, turnamen ini juga jalan. Kami juga berdoa agar Liga 1 Putri juga berjalan. Sementara ini kami menunggu sambil mempersiapkan tim dalam laga uji coba,” kata Alief.

Hasilnya, Arema Putri harus bertanding dengan tim-tim putri yang levelnya di bawah mereka. Itu pun latihan digelar tertutup karena dikhawatirkan mengundang kerumunan. (ley)