Siap-Siap PPKM Mikro

NewMalangPos– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II berakhir, Senin (8/2). Malang Raya dianggap berhasil. Namun kemarin pemerintah pusat pastikan melanjutkan PPKM mikro mulai Selasa (9/2) pekan depan. Tapi belum dipastikan Jatim masuk kebijakan itu atau tidak. (baca grafis di Koran New Malang Pos edisi 6 Februari 2021)

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menegaskan PPKM berhasil dilakukan. Itu mengacu dari indikator penanganan Covid-19. “Kemarin (Kamis 4/2) kita rakor dengan Gubernur Jatim. Dijelaskan ahli epidomologi dr Joni (Ketua Satgas Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi) kalau PPKM di Kota Malang berhasil,” papar Sutiaji.

Indikator keberhasilan tersebut mulai dari positivity rate, angka kesembuhan hingga angka kematian akibat kasus Covid-19. Dalam rakor pun ia meminta tidak memperpanjang PPKM. Sebab Pemkot Malang berkomitmen meningkatkan pengawasan terlebih di tingkat RT dan RW.

Sutiaji menjelakan terdapat catatan yang diberikan Gubernur Jatim. Yakni memperkecil jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. Hal ini lah yang akan dilakukan selanjutnya.

“Jadi kebanyakan mereka yang melakukan isolasi mandiri (isoman) itu dari kalangan berada. Tapi mereka kadang tidak bisa mengendalikan siapa yang datang, kadang ada yang tidak diketahui lalu ada tamu datang,” tegas Sutiaji.

Pemkot Malang pun akan tetap memperketat prokes dan pengawasan seperti sedang melakukan PPKM. Utamanya penguatan pengawasan di RT dan RW.

Begitu juga dengan Kabupaten Malang. “Rapat evaluasi bersama ibu Gubernur Jatim, Kabupaten Malang dinilai cukup baik menekan penularan Covid-19. Dihitung dari menurunnya angka  konfirmasi baru, menurunnya angka kematian akibat Covid-19 dan tingginya kesembuhan Covid-19,’’papar Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM.

Karena angka kesembuhan pasien tinggi, kasus terkonfirmasi baru berkurang, maka ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 cukup banyak. Data yang disampaikan Wahyu, dari sembilan  rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang, sampai Kamis (4/2) lalu, terdapat 178 tempat tidur kosong.

Seiring dengan itu, Wahyu mengatakan Kabupaten Malang terus melakukan upaya untuk menekan angka Covid-19. Di antarannya membuat kampung tangguh tingkat RT. Di Kabupaten Malang saat ini,  Kampung Tangguh Tingkat RT sudah berdiri di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Pakis, Poncokusumo dan Kecamatan Pagelaran. Didirikannya kampung tangguh tingkat RT ini sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Wawali Kota Batu Ir Punjul Santoso MM mengatakan PPKM berhasil menekan kasus penularan Covid-19.  Pihaknya tetap meningkatkan prokes hingga di desa-desam RW dan RT. Sosialisasi dan edukasi warga digencarkan.

Di Jakarta, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional Alexander Kaliaga Ginting mengatakan akan menerapkan  PPKM skala mikro mulai Selasa (9/2). Alex mengatakan kebijakan PPKM skala mikro merupakan keputusan Presiden Joko Widodo. Dalam PPKM skala mikro, dibentuk posko-posko hingga tingkat desa untuk mendampingi puskesmas menangani pasien Covid-19 yang diisolasi.

“Berdasarkan keputusan dari Presiden kita, bahwa mulai tanggal 9 Februari ini akan dilaksanakan PPKM skala mikro. Artinya harus ada posko di desa, posko yang mendampingi Puskesmas, yang mendampingi tim pelacak,” kata Alex dalam Youtube BNPB, Jumat (5/2) kemarin.

Alex menjelaskan, beragam nama program pembatasan mobilitas masyarakat sejatinya telah sesuai dengan prinsip mengedepankan disiplin 3M dan peningkatan upaya 3T. Selama ini, menurutnya yang menjadi soal adalah ketika melakukan pengawasan pada orang yang sedang isolasi. Oleh karenanya, PPKM skala mikro diterapkan juga untuk membantu petugas puskesmas melakukan pengawasan pada pasien isolasi mandiri.

“Sehingga mereka yang diisolasi atau dikarantina harus 14 hari memang harus dikurung. Kalau dikurung harus dikasih makan, harus diawasi, nah ini yang menjadi masalah, makanya kita harus intervensi sampai ke daerah paling jauh ke rakyat pedesaan. Kita buat program PPKM skala mikro,” urainya.

Ia menjelaskan, PPKM skala mikro juga untuk mengurangi beban rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di tingkat desa. Sehingga dengan PPKM skala mikro, pasien Covid-19 dapat ditangani di hulu. (ica/ira/eri/cnn/van)