Pusing 5 Menit Langsung Kerja

Vaksinasi Covid-19 Dimulai

NewMalangPos – Vaksinasi Covid-19 di Kota Malang dan Kota Batu dimulai, Kamis (28/1) kemarin. Sejumlah tokoh jadi penerima perdana vaksin jenis Sinovac itu. Pusing sebentar lalu normal dan langsung beraktivitas seperti biasa merupakan salah satu gejala awal setelah disuntik vaksin.

Di Kota Malang terdapat 11 orang pejabat dan tokoh yang divaksin dari rencana sebelumnya 12 orang. Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 dalam Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kota Malang di Gedung Bersama Balai Kota Malang.

Setelah itu disusul orang kedua yang menerima vaksin, Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko. Kemudian Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa sebagai orang ketiga penerima vaksin.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji tidak menjadi penerima vaksin karena sebelumnya terpapar Covid-19. Meski begitu ia menegaskan vaksin Covid-19 aman dan telah teruji. “Hari ini (kemarin) vaksinasi sudah dimulai. Diawali oleh tokoh-tokoh. Ada forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama. Jadi jangan takut, para tokoh ini menunjukan bahwa vaksin aman,” tandas Sutiaji saat membuka pencanangan vaksinasi.

Ia menjelaskan tahap demi tahap akan dilakukan untuk melancarkan proses vaksinasi hingga sampai ke masyarakat. Hanya saja di tahap awal ini, selama Februari nanti, para tenaga kesehatan (nakes) yang diprioritaskan.

Sutiaji menjelaskan para nakes akan mulai divaksinasi bulan depan. Dilakukan secara bertahap melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni menambahkan, tahap pertama vaksinasi terhadap 13.306 nakes.

“Itu jumlah nakes yang sudah terverifikasi hingga 28 Januari. Sampai saat ini vaksin yang sudah datang sebanyak 10.240 dosis. Masih ada kekurangan tapi itu segera akan ditambah dan kita sudah koordinasi dengan provinsi,” papar Winarni.

Untuk pelayanan vaksinasi di segi serana dan prasarananya sudah disiapkan masing-masing lima vaksinator di seluruh puskesmas. Jumlah puskesmas di Kota Malang sebanyak 16.  Sementara untuk lokasi vaksinasi, Kota Malang memilki 84 tempat yang dapat melayani Vaksin Covid-19. Terdiri dari 16 puskesmas, 25 rumah sakit dan 43 klinik.

Sementara itu suasana pencanangan vaksinasi Covid-19 Kota Malang berjalan lancar. Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, sebagai orang pertama yang menerima vaksin di Kota Malang mengaku sedikit pusing.

“Ya tadi memang agak pusing di lima menit pertama. Tapi sudah baikan setelah itu. Aman kok,” papar Ketua PDI Perjuangan Kota Malang ini. Setelah diberi vaksin, ia langsung mengikuti kegiatan selanjutnya sebagai narasumber Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Yang juga merasakan sedikit gejala usai divaksin adalah Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko. Ia mengaku merasakan tubunya sedikit hangat usai divaksin. Karena itu harus duduk sebentar selama 30 menit.

Meski demikian, politikus Partai Golkar tersebut merasa tubuhnya lebih sehat setelah istirahan 30 menit. Ia pun memberi pesan kepada warga masyarakat agar turut mengikuti proses vaksinasi pada saatnya nanti.

Selain Made dan Sofyan Edi, tercatat sembilan tokoh lainnya ikut diberi vaksin Covid-19 kemarin. Yakni Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa, Ketua PN Malang Nuruli Mahdilis, Dandim 0833 Kota Malang Ferdian Primadhona, Ketua IDI Cabang Malang Raya dr Djoko Heri Hermanto, Perwakilan FKUB Baroni,  Ketua DPC Persagi Kota Malang Rosidah Inayati,  Ketua PCNU Malang KH Isroqunnajah, komunitas disabilitas dari tuna netra diwakili Anjar Rahmansyah. Juga perwakilan influencer Gilang Widya Pramana. 

Wali Kota Batu, Dra  Dewanti Rumpoko M.Si jadi orang pertama di Kota Batu yang divaksinasi Covid-19. Disusul delapan pejabat dan tokoh masyarakat lainnya. Vaksinasi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu Kamis (28/1) kemarin.

Selain di rumah dinas, kick off vaksinasi juga dilakukan di lima puskesmas dan RS Baptis. Dengan total nakes yang ikut vaksinasi sejumlah 124 dari 125 nakes yang telah dijadwalkan.

Pelaksanaan vaksinasi di rumah dinas wali kota berlangsung lancar. Hanya saja sebelumnya Dewanti harus beristirahat kurang lebih 30 menit akibat kondisi kesehatan yang tak memungkinkan untuk divaksinasi.

Ia menyampaikan, usai dilakukan vaksinasi tidak ada dampak serius yang dialaminya. Begitu juga dengan tokoh-tokoh lainnya yang ikut divaksin pertama kalinya. Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso MM gagal mengikuti vaksinasi. Pasalnya saat screening kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.

“Hari ini (kemarin.red) saya tidak bisa ikut vaksinasi. Karena tensi saya cukup tinggi. Namun tidak menampik kemungkinan saat vaksin kedua (14 hari)  nanti saya bisa ikut lagi. Tapi lihat kondisi kesehatan,” bebernya.

Berbeda dengan Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi yang lolos screening vaksin. Sebagai orang ke dua yang divaksin ia meminta masyarakat tidak takut untuk divaksin.  “Tidak merasakan apa-apa. Saya berharap kepada seluruh warga Kota Batu untuk tidak takut divaksin. Karena baik untuk kesehatan kita semuanya,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menambahkan setelah dilakukan vaksinasi pertama, dalam waktu 14 hari kedepan akan dilakukan vaksinasi tahap kedua. (ica/eri/van)