Pujon Terkunci

new malang pos
Pengendara roda dua yang harus terhenti karena bergantian melintasi area longsor di pujon. (NMP-M.Firman)

Payung Longsor, Truk Melintang di Jalur Klemuk

NewMalangPos-Baru saja akses lalu lintas (lalin) Pujon-Ngantang tujuan Kediri dibuka Jumat (5/2), tadi malam jalur Pujon terkunci. Itu setelah longsor di Payung kemarin sore lalu tadi malam sekitar pukul 20.30 truk melintang di akses alternatif di jalur Klemuk, Kota Batu. Hingga berita ini diturunkan akses ke Pujon tertutup total. Tak ada jalan lain selain dua jalur yang tertutup karena bencana alam dan kecelakaan. Pengendara dari arah Malang ke kawasan barat seperti Pujon, Ngantang hingga Kasembon serta Kediri dan Jombang berakhir di Batu.

Dua arah akses Klemuk ditutup karena sebuah truk mengalami rem blong. Kondisinya melintang di jalan. Petugas dan warga dikerahkan mengatasi masalah itu.

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu mengatakan awalnya longsor terjadi di kawasan Payung kemarin sore berdampak tak bisa dilewati kendaraan. Karena itu akes ke jalur Payung ditutup. Pengendara dari arah Batu dan Pujon dialihkan melewati jalur Klemuk.

Khusus penutupan sementara di Payung karena tanah sangat labil dan intensitas hujan masih tinggi. Ditambah lagi ada pipa saluran air yang putus di atas longsoran. Ia berharap upaya membuka akses dilakukan secepatnya.

Sementara itu BPBD Kabupaten Malang mengingatkan pengendara mewaspadai enam spot rawan longsor sepanjang jalur Pujon, Ngantang dan Kasembon. Lokasinya yakni Kedungrejo (Pujon), Sukomulyo (Pujon), Maron (Ngantang), Ngeprih (Pujon), Jombok (Ngantang) dan Pait (Kasembon). Kawasan Payung di Kota Batu juga masuk kategori rawan.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan semua lokasi rawan longsor di Pujon-Ngantang itu baru saja longsor. Namun sudah dibersihkan sehingga bisa dilewati. Tapi diingatkan tetap waspada.

“Petugas gabungan telah melakukan evakuasi material longsor. Mulai dari Kesembon, Ngantang, hingga Pujon sudah seleai. Meski sebelumnya terjadi longsor susulan, namun sudah aman dan bisa dilewati dengan menerapkan sistem buka tutup,” jelas Dono, sapaan akrabnya kepada New Malang Pos.

Ia menerangkan potensi longsor susulan masih bisa saja terjadi di sepanjang jalur tersebut. Karena prakiraan cuaca BMKG selama bulan Februari ini bercurah hujan tinggi. Selain itu hujan lebat selalu terjadi sejak sore hingga malam hari. Sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi longsor susulan.

“Dengan adanya longsor yang terjadi, kami telah melalukan rakor di Kantor Kecamatan Pujon siang tadi (kemarin). Hasilnya ada dua bentuk penanganan longsor,” paparnya.

Yakni penanganan jangka pendek di Pujon, Ngantang dan Kasembon disiagakan empat unit alat berat sepanjang jalur tersebut. “Sedangkan penanganan jangka panjang BPBD telah berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jatim, Perum Jasa Tirta, dan Perhutani. Tidak menutup kemungkinan terjadi pembangunan jalan menggunakan lahan Perhutani,” bebernya.

Kasat Lantas Polres Batu, AKP Mala Darius mengatakan petugas kepolisian telah sosialisasi dan dan memasang rambu di beberapa titik. Tujuannya agar pengendara putar balik saat terjadi longsor dan tak melewati jalur kalau longsor malam hari.

Namun jika longsor susulan terjadi di siang dan tidak dalam keadaan hujan, petugas masih memperbolehkan pengendara melintasi. Dengan catatan memberlakukan sistem buka tutup di wilayah longsor.

Titik halau dan sosialisasi ketika terjadi longsor susulan dan menutup jalan sudah ditentukan. Yakni di Patung Sapi Pujon dan depan Polsek Pujon. Sedangkan dari arah Kediri di Kasembon.

“Kami berharap masyarakat yang hendak melalui jalur tersebut putar balik atau melalui akses lainnya ketika terjadi longsor saat malam hari. Mengingat di sepanjang jalur yang melewati tebing masih sangat rawan terjadi longsor susulan,” terangnya. (eri/van)