PKL JURNALISTIK UMM BIKIN KORAN

new malang pos
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM saat mendengarkan pengarahan dari Abdul Halim Pemimpin Redaksi New Malang Pos didampingi Eko Abdi Hasyim dan Tri Haryanto

NewMalangPos – Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM menggandeng New Malang Pos untuk mata kuliah PKL Jurnalistik. Tidak tanggung-tanggung, mata kuliah ini tidak lagi mengajarkan teori tapi langsung praktik kerja jurnalistik. Mahasiswa semester 7 yang berjumlah sekitar 100 mahasiswa dan terbagi dalam tiga kelas itu bergabung bersama membuat koran 12 halaman.

Dan yang mengampu mata kuliah PKL Jurnalistik ini adalah Abdul Halim Pemimpin Redaksi New Malang Pos yang sekaligus dosen yang sudah mengabdi mengajar di UMM sejak tahun 2012. Kalau kondisi normal, semester ini dimulai awal September dan berakhir pada awal Januari. Namun karena Covid-19, perkuliahan yang dilakukan secara daring dimulai Oktober 2020 dan berakhir awal Februari 2021.

Pada awalnya, muncul keraguan, apakah pada masa pandemi, PKL Jurnalistik masih bisa dilakukan? Apakah mahasiswa yang tidak bisa secara 100 persen mengikuti proses PKL Jurnalistik di Malang, bisa tetap memproduksi koran 12 halaman? Dan apakah masing-masing kelas yang jumlahnya tidak sampai 50 mahasiswa per kelasnya itu sanggup menghasilkan koran 12 halaman sehingga bisa bersaing kreativitas untuk kemudian diadu dalam Penganugerahan PKL Jurnalistik di akhir semester? 

Keraguan dan kegalauan itu menginggapi Abdul Halim sebagai pengampu mata kuliah ini. Meskipun sebelumnya, bersama alm Husnun N Djuraid (sang penggagas PKL Jurnalistik dengan praktik membuat koran), Halim sudah terbiasa membimbing beragam mahasiswa untuk konsisten membuat koran sejak tahun 2010 (sejak di Malang Post dulu). Namun bukan karyawan New Malang Pos kalau harus pasrah dan menyerah.

Maka, Halim pun menghadap Kajur PBI Dra Sugiarti dan Sekretaris Jurusan Arif Setiawan untuk menyampaikan kegelisahan ini. Dialog pun mengalir dan pada akhirnya diputuskan kompromi: tetap bikin koran, tapi tidak per kelas. Tiga kelas digabung untuk memproduksi satu koran 12 halaman. Dan bagi mahasiswa yang tidak bisa di Malang diberlakukan pilihan tetap mengikuti proses PKL secara daring dengan tugas-tugas jurnalistik yang sudah ditentukan.

Langkah pertama, Halim meminta perwakilan kelas untuk menjadi Tim Inti. Beruntung, mahasiswa yang dimotori Dita dan Diki Febrianto ini sangat responsif. Dan pada 10 Oktober, digelarlah pertemuan perdana di Kafe Oemah Koempoel Kota Batu. Ada 13 orang yang hadir. Mereka ini mayoritas mahasiswa asli Malang dan ada yang beberapa dari luar Malang tapi tetap stay di Malang. Dari pertemuan itu, kemudian diputuskan untuk satu kali pertemuan besar di kampus. Tapi tetap dengan protokol kesehatan. Pada 10 Oktober, pertemuan digelar di GKB 4 lantai 9. Tujuannya pembekalan juknis PKL Jurnalistik Tangguh di masa pandemi.

Dalam paparan itulah, Halim memaparkan semua schedule kerja. Mulai dari tahapan membentuk perusahaan, membuat struktur organisasi, pembagian job description, pembuatan konsep koran, rubrikasi, penyusunan anggaran, iklan, hingga pemasaran koran. Hingga di akhir semester harus digelar penganugerahan PKL Jurnalistik sebagai apresiasi kerja semua mahasiswa dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Dan tak terasa setelah berjalan tiga bulan Oktober – Desember 2020, seluruh proses berjalan lancar. Mulai tahapan liputan, penulisan berita, editing masing-masing mahasiswa. Menariknya, editing berita mahasiswa ini selalu digelar di kafe Orangiro di kawasan Sengkaling. Kenapa di kafe? Salah satu alasannya biar suasananya rileks, tidak tegang dan tetap prokes. Mahasiswa yang menunggu giliran editing juga tetap bisa menikmati makanan atau ngopi yang sudah dipesan sambal tetap fokus pada tulisan berita.

‘’Saya benar-benar Orangiro (tidak menyangka) semua proses berjalan lancar. Padahal masa pandemi. Karena awalnya kondisi seperti tidak memungkinkan digelar PKL Jurnalistik. Tapi Alhamdulillah, semua proses berjalan lancar dan kini sudah tahap layout di New Malang Pos. Saya hanya bisa bersyukur dan terharu teman-teman mahasiswa sangat semangat menjalani PKL Jurnalistik ini,’’ ungkap Halim saat pertemuan pra Lay out di Rumah Kita, Senin (4/1) sore.

‘’Terima Kasih mas Halim atas kesabarannya membimbing kami semua dari awal hingga proses layout dan cetak nanti. Seru dan sangat menyenangkan PKL Jurnalistik ini,’’ ungkap Dita dan Diki Febrianto, dua orang yang dipercaya sebagai pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi ini.

Sejak Senin (11/1) lalu hingga Jumat (22/1) nanti, masing-masing rubrik mulai halaman 1 sampai 12 menjalani layout di NMP. Untuk urusan artistik koran PKL Jurnalistik ini dipercayakan kepada Eko Abdi Hasyim yang juga Koordinator Artistik NMP bersama Tri Haryanto, Achmad Muzamil dan Siti Nurchasanah. Dan setelah selesai semua, cetak koran akan direncanakan di Temprina Media Grafika Kepanjen pada Senin (25/1) mendatang.(lim)