Pengelolaan Gajayana Masuk Perda Arema Day

NEW MALANG POS-Arema FC menyambut antusias rencana Perda Arema Day yang digagas DPRD Kota Malang. Namun materi perdanya diusulkan tak sekadar seremonial HUT Arema saja.  Pengelolaan Stadion Gajayana menjadi sport education juga bisa masuk dalam Perda Arema Day (baca grafis di Koran New Malang Pos, red).

 “Sebagai bagian dari yang diperjuangkan dalam perda tersebut, tentu kami sangat mendukung,” ujar Media Officer Arema FC Sudarmaji. Menurut dia, perda ini disambut positif karena pada akhirnya tidak memperjuangkan kepentingan Arema FC saja. Sebab, banyak sektor lain yang bisa merasakan efek dari Arema Day.

“Jadi kami melihat, perda ini juga bisa memperjuangkan atau berdampak terhadap banyak hal. Seperti home industry, kultur masyarakat dan Arema yang sudah menjadi ikonik bersama. Dengan Arema Day, bukan hanya Arema yang diuntungkan. Semua akan diuntungkan,” paparnya.

Dia menyampaikan, dari pihak Arema berharap, Perda Arema Day tak sekadar seremonial untuk merayakan HUT Arema dan kemudian mewajibkan mengenakan atribut Arema. Namun ia berharap ada rangkaian kegiatan yang akhirnya bisa menjadi rutinitas setiap tahunnya.

“Kegiatan tersebut bisa jadi peningkatan ekonomi kerakyatan. Pemkot bisa melakukan kegiatan festival jelang tanggal 11 Agustus misalnya UMKM ikonik Arema. Bisa juga ada kegiatan berkesenian. Ada juga festival usia dini yang momentumnya tanggal 11 Agustus dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

Tak hanya usulan perda soal Arema Day, Sudarmaji berharap DPRD juga membahas hal lain yang berkaitan dengan eksistensi Arema. Hal tersebut sambungnya, adalah soal usulan pengelolaan Stadion Gajayana Kota Malang oleh Arema FC.

“Kami berharap, sekalian dengan pembahasan perda soal Arema Day ini, usulan Arema untuk mengelola Stadion Gajayana juga bisa dibahas,” ujar Sudarmaji.

Menurut pria asal Banyuwangi itu, banyak hal yang bisa dipresentasikan oleh manajemen tim kelahiran 1987 tersebut. Sebab, pihaknya juga bisa menyampaikan konsep museum, sport edukasi hingga pembinaan usia dini.

Dia menambahkan  ketika berkomunikasi, manajemen juga bisa berbicara mengenai training camp. Arema berharap, hal yang mengatur ini juga masuk dalam perda. “Sekalian juga, bisa menunjuk siapa pengelolanya, minimal punya garis pengelolaan, bukan hanya menunjuk siapa pengelolanya. Misalkan Arema diberi tanggung jawab lima tahun, atau pihak lain,” jelasnya. “Tetapi, intinya ketika mengusulkan Perda Arema Day, jangan hanya seremonial. Namun ada sport education, ada nilai entrepreneurshipnya. Apalagi, di Malang juga banyak UMKM yang bisa mendapatkan manfaat,” sambung mantan wartawan ini.

Sementara itu, dia menegaskan bila pihak Arema diajak berdiskusi, maka bisa membicarakan usulan-usulan tersebut dan tak sekadar berbicara Arema Day.  “Mengenai perda ini, kami pasti dimintai masukan dan kami siap berdiskusi. Nantinya, kami berharap melalui perda itu, bisa memaksimalkan segala potensi yang ada, termasuk meningkakan kegiatan ekonomi,” paparnya.

Dewan Mulai Bahas Bersama Pemkot

DPRD Kota Malang menseriusi pembahasan  Ranperda Arema Day. Rencana tersebut segera ditindaklanjuti bersama Pemkot Malang. Tujuannya agar masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). 

“Kita sedang komunikasikan dengan Kabag Hukum Pemkot Malang,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika terkait pembahasan Ranperda Arema Day. Untuk diketahui, sebelum memulai pembahasan hingga menjadi perda, ranperda harus masuk dalam Prolegda.

Untuk membahas ranperda menjadi Perda Arema Day, Made memastikan melibatkan berbagai pihak. Terutama yang berkaitan dengan Arema dan pihak terkait. “Kami pasti melibatkan masyarakat karena perda untuk kepentingan masyarakat,” jelas Ketua PDI Perjuangan Kota Malang ini.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman menjelaskan, Perda Arema Day memang harus diwujudkan. Karena akan menjadi bagian atau kekhasan warga Kota Malang. Bahkan telah menjadi budaya tersendiri di Malang.  

“Pastinya akan kita minta akademisi dan manajemen Arema FC untuk ikut membahas. Supaya kita membuat aturan atas dasar kebutuhan dan juga keselarasan visi,” paparnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang ini mengatakan, beberapa hal yang mesti diatur dalam perda juga harus berkaitan dengan kebutuhan atau bantuan anggaran. Dan pastinya, lanjut Fuad, Arema akan mendapatkan perhatian khusus untuk itu.  

“Perhatian khusus kepada Arema memang akan lebih diatur secara teknis. Jadi perhatian bukan hanya ketika hari ulang tahun saja,” tandas Fuad.  (ica/ley/van)