Pandemi Tetap Kebut Proyek Mercusuar

new malang pos

Jembatan Tlogomas, MCC dan MPP

NewMalangPos – Kota Malang melanjutkan proyek mercusuar di tengah pandemi Covid-19. Lebih dari Rp 100 miliar digelontor APBD Kota Malang tahun 2021 untuk dua proyek besar. Itu belum termasuk proyek lainnya di sepanjang tahun ini. (baca grafis)

Dua mega proyek yakni Malang Creative Center (MCC) yang sempat tertunda tahun lalu. Satunya lagi akses baru kawasan Malang Barat berupa jembatan yang menghubungkan Jalan Tlogomas-Jalan Saxophone.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Ir Hadi Santoso memastikan MCC dibangun tahun ini. Meski begitu hingga memasuki Februari, tender proyek belum diumumkan.  

“Sudah ajukan berkas lelang MCC ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Yang diajukan pertama  itu tender pengawas atau konsultan proyeknya. Nilainya sekitar Rp 1,5 miliar,” papar pria yang akrab disapa Soni ini saat ditemui di Balai Kota Malang kemarin.

Namun saat ini ULP Kota Malang masih mencermati berkas sebelum di-upload di layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).  Setelah tender konsultan proyek MCC ter-upload, DPUPRPKP Kota Malang mengajukan berkas tender pengerjaan fisik proyek. Pagu anggaran MCC Rp 75 miliar.

“Proses tender ini batas maksimalnya (setelah diumumkan) adalah dua bulan lamanya. Maka sekitar April pengerjaan fisik sudah akan dilakukan,” tandas Soni.

Untuk diketahui pembiayaan pembangunan MCC menggunakan sistem multi years. Di APBD Kota Malang tahun 2021, pagu anggarannya senilai Rp 75 miliar. Lalu dilanjutkan tahun 2022, senilai Rp 25 miliar. Maka total anggaran membangun MCC Rp 100 miliar.

Gedung MCC akan dibangun setinggi delapan lantai. Dibangun di lahan bekas gedung PDAM di Jalan Achmad Yani. MCC menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang, karena akan menjadi rumah kegiatan sekitar 100 pelaku ekraf. 

Soni melanjutkan pekerjaan infratsruktur lain yang membutuhkan anggaran besar yakni Jembatan Tlogomas. Jembatan ini dibangun guna menghubungkan kawasan Kelurahan Tlogomas dan Kelurahan Tunggulwulung. Persisnya Jalan Raya Tlogomas tembus ke Jalan Saxophone.

“Tahun ini juga akan direalisasikan pembangunan Jembatan Tlogomas. Anggarannya Rp 44 miliar,” katanya.

Ia menerangkan proses saat ini masih dilakukan pematokan area atau lokasi. Ini baru dimulai Rabu (10/2) lalu oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang. Dijelaskan Soni, panjang jembatan 100 meter. Sedangkan jalannya selebar 14 meter lebarnya.

Lokasi persisnya  di samping Apartemen Begawan (Jalan Raya Tlogomas) hingga Jalan Saxophone,  Kelurahan Tunggulwulung. Setelah proses patok area selesai barulah DPUPRPKP melanjutkan dengan proses pengajuan berkas untuk ditenderkan.“Harapannya pematokan selesai pekan ini,: harapnya.

Sementara itu proyek lain yang juga dianggarkan tahun ini Mal Pelayanan Publik (MPP) Awalnya MPP dianggarkan sekitar Rp 7,8 miliar. Namun proyek ini harus menjadi sasaran refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 tahun 2021.  

Maka yang tersisa akibat refocusing sebesar Rp 2,5 miliar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso.

“Mal Pelayanan Publik tahun ini kita sedang melakukan review desain, kita mau menyesuaikan. Karena anggaran yang sudah tersedia di 2021 teralokasi sepertiga saja dari kebutuhan yang direncanakan di awal,” papar Erik.

Mantan Kepala Bapeda (dulu Barenlitbang) Kota Malang ini menjelakan, redesain MPP yang berlokasi di Alun Alun Mall itu menyesuaikan anggaran. Karena pengurangan anggaran inilah, jika awalnya MPP direncanakan bisa melayani sekitar 400 pelayanan publik, tahun ini diperkirakan 100 pelayanan yang bisa ditempatkan di MPP. Sisanya akan dikembangkan lagi dengan penambahan anggaran di PAK APBD 2021. (ica/van)