Mantan Kadis Ditipu Modus Trading Forex

Ratusan Juta Melayang, Pelaku Sasar Pensiunan PNS

NewMalangPos – Puluhan warga Kota Batu jadi korban penipuan bermodus trading forex. Janji keuntungan lima persen setiap bulan ternyata palsu. Korbannya sumpek dilaporlah ke Polres Batu. Jika ditotal kerugian akibat penipuan ini lebih dari Rp 500 juta.

Korbannya bukan sembarang orang. Di antaranya bekas pejabat, salah satunya mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Batu Abu Sofyan.

Kasus ini awalnya menggelinding sejak tahun 2019 lalu. Puluhan warga Kota Batu yang mayoritas pensiunan PNS jadi korban. Abu Sofyan akhirnya memilih lapor ke Polres Batu, Kamis (28/1) kemarin.  

Abu menjelaskan, awalnya ia sering kali didatangi oleh terlapor, Toufan Aminudin yang beralamat di Jalan Agus Salim RT 4 RW 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Setiap kali datang ia memberikan beberapa penawaran investasi trading.

“Awalnya saya tidak tertarik dengan investasi trading. Tapi karena mau pensiun (tahun 2019) dan menurut saya bisa jadi nilai tambah akhirnya ikut. Tapi selang berjalannya waktu ternyata tambah dikemplang,” jelas  Abu kepada New Malang Pos, Kamis (28/1) kemarin.

Abu percaya saja karena Toufan merupakan tetangganya. Selain ka Toufan seniman. “Saya punya anggapan orang seni jujur. Itu kepercayaan saya. Ternyata terbalik. Bahkan setelah saya lacak banyak juga korban yang ikut investasi dan tidak pernah kembali uangnya,” beber mantan Staf Ahli Wali Kota Batu itu.  

Selain itu lanjut Abu untuk ikut investasi, pada tahap awal ada perjanjian hitam di atas putih lengkap dengan materai. Hal itu semakin menyakinkan dirinya. Apalagi selama enam bulan berjalan, Abu masih mendapatkan keuntungan lima persen dari perjanjian awal. Dengan keuntungan diterima setiap bulannya.

“Tapi setelah itu tidak lagi ada keuntungan yang diberikan. Bahkan ada saksi lain (korban) yang sama sekali tidak diberikan,” paparnya.

Ia menerangkan, ada banyak korban yang tak melapor. Pihaknya sudah mencari sekitar empat korban untuk menjadi saksi dari investasi bodong tersebut. Sedangkan sisanya ada sekitar 23 saksi.

Abu menerangkan, tiap orang yang ikut investasi telah mengeluarkan paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 100 juta. Semua uang tersebut diserahkan secara transfer.

Mantan Kepala Disnaker Kota Batu ini mengungkapkan jika sebenarnya pihaknya tak ingin melaporkan permasalahan tersebut ke Polres Batu. Namun karena telah tiga kali ingkar janji akhirnya melaporkan ke pihak berwenang.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut. Ia menerangkan awalnya ada pengaduan yang masuk pada Agustus 2020 lalu, tapi saat itu kedua pihak menyepakati akan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

“Kemungkinan tidak ada hasil dalam kesepakatan sehingga korban melapor dan penyidik melakukan pemeriksaan kepada para saksi dan korban untuk dimintai keterangan. Sekarang masih dalam tahap penyidikan,” paparnya.

Sementara itu, terlapor Toufan Aminudin saat dihubungi menyampaikan bahwa terkait permasalahan tersebut sudah dibicarakan secara kekeluargaan. Ia mengaku tidak mengingkari janji dan akan menjual asetnya untuk mengembalikan investasi yang dijanjikan.

“Sudah saya selesaikan secara kekeluargaan. Ini saya masih menjual aset untuk menutupi investasi kemarin,” pungkasnya. (eri/van)