Malang-Kediri Putus Lagi

NewMalangPos, KOTA BATU – Akses jalur provinsi antara Malang dan Batu tujuan Kediri kembali terputus, Kamis (4/2) malam. Penyebabnya longsor di Kedung Rejo, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, pukul 19.00.

Longsor di jalan poros itu mengakibatkan arus lalu lintas (lalin) dari Malang dan Batu menuju Kediri dan sebaliknya tutup total. Informasi itu disampaikan Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten  Malang, Sadono Irawan, tadi malam.  

“Longsor akibat hujan lebat yang terjadi sejak sore hingga malam. Kami mengimbau kendaraan ke Kediri via Pujon balik arah, begitupun sebaliknya,” imbaunya.

Padahal siang hingga sore kemarin, jalan provinsi itu berhasil dibuka setelah petugas membersihkan material longsor yang sempat menutup jalan. Namun pengendara motor dan mobil harus mengantre. Pasalnya petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup untuk satu jalur.

Kapolsek Pujon AKP Supriyanto mengatakan sejak pagi hari jalur provinsi bisa dilewati. Itu setelah petugas dari BPBD, TNI, Polri, Perhutani, dan relawan telah mengevakuasi material longsor di sejumlah titik. Baik di wilayah Ngantang maupun Pujon.

“Sejak pagi tadi telah dilakukan evakuasi material. Untuk di Ngantang evakuasi menggunakan kendaraan berat. Sedangkan di Pujon tepatnya jalur Lebak Sari, Desa Ngroto timbunan longsor dan pohon tumbang sudah dievakuasi petugas gabubungan,” jelas Supriyanto kepada New Malang Pos kemarin siang.

Pihaknya meminta pengendara waspada mengingat angin kencang dan hujan  masih menyelimuti wilayah Pujon, Ngantang, Kasembon.  

Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengatakan pembersihan material longsor masih terus dilakukan. “Pembersihan terus kami lakukan selama cuaca memungkinkan. Kami sampaikan ada sekitar 10 titik longsor di wilayah Pujon dan Ngantang untuk diwaspadai pengendara,” beber dia.

Selain 10 titik rawan longsor, menurut Bagyo semua jalur yang melewati tebing merupakan daerah rawan. Ia berharap pengendara tak melewati jalur ini sementara waktu. Kalaupun penting harus waspada. 

Sadono Irawan menambahkan, BPBD dan Dishub Provinsi Jatim terus memonitor jalur rawan longsor. “Dengan kondisi cuaca hujan setiap sore hingga malam. Kami akan tetap memonitor. Bahkan kami juga telah membuat Posko Tanggap Bencana di Ngantang hingga bulan April depan atau musim penghujan selesai. Sehingga ketika sewaktu-waktu terjadi bencana bisa cepat  ditangani,”  ungkapnya.

Sementara itu akibat longsor berdampak terhentinya sementara waktu trayek Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Hal itu disampaikan Kasatgas Regu A Terminal Tipe B Batu, Kacung Suprianto.

“Akibat longsor dan tertutupnya jalur provinsi yang ada di Pujon dan Ngantang membuat trayek angkutan berhenti sementara waktu. Ini sudah kami sosialisasikan kepada angkutan yang melewati jalur tersebut,” katanya.

Kacung menjelaskan,  trayek AKDP meliputi Batu-Kediri-Jombang-Tuban. Dengan adanya penutupan jalur sejak Selasa dan Rabu serta tadi malam, operasional bus ke empat tujuan tersebut  memang berhenti. Meski begitu tak terlalu banyak penumpang yang naik dari Terminal Batu.

“Penumpang dari Batu ke Kediri-Jombang-Tuban tidak terlalu banyak. Rata-rata per hari ada lima sampai 10 penumpang. Dari tiga trayek tersebut rata-rata per hari 15 bus yang berangkat,” terangnya.

Ia mengatakan, minimnya penumpang dari Terminal Batu karena terminal tipe B tersebut hanya digunakan transit. 

Di Terminal Landungsari Kota Malang juga begitu. Operasional bus tujuan Kediri dan Jombang terhenti. Sejak Rabu, (3/2), Bus Bagong yang beroperasi dari Terminal Landungsari dengan tujuan Kediri dan Jombang menghentikan sebagian besar aktivitasnya karena belum adanya akses yang dapat dilalui secara normal.

Tercatat Kamis (4/2) kemarin, hanya dua bus tujuan Kediri. Masing-masing penumpang tak lebih dari 10 orang. “Dua bus yang berangkat hari ini, sopir bersama penumpang sepakat dan sama-sama berani dalam artian berani transit di area yang terjadi longsor,” ungkap Operator Terminal Landungsari, Nasoka.Namun jika tak memungkinkan maka kembali ke Terminal Batu atau ke Landungsari.

Ia menuturkan bus tujuan Kediri dan Jombang memang sangat terdampak akibat longsor di Ngantang dan Pujon. Bahkan bus tujuan Kota Batu yang satu jalur dengan bus Kediri dan Jombang harus berhenti dan pemumpangnya dialihkan menggunakan angkot.

“Arah Kota Batu juga biasanya bisa naik bus jurusan Kediri atau Jombang, tetapi karena tidak beroperasi ya kami arahkan untuk menggunakan angkot. Apabila ada penumpang kami akan tanya dan sampaikan bagaimana kondisinya,” lanjutnya.

Dalam kondisi normal, satu hari rata-rata 160 penumpang, bahkan kadang bisa 20 bus yang beroperasi dengan kapasitas 15-20 orang. Hal ini juga dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang, Agung Wahono, A.Md. SH, MM. Ia mengatakan, apabila ada bus yang hendak beroperasi terdapat jalur alternatif. Yakni melalui Kejapanan, Gempol, Kabupaten Pasuruan. (eri/dj7/van)