Malang Jejeg Tetap Gerak

NEW MALANG POS– Pasangan bakal calon Bupati-Wabup Malang dari jalur independen, Heri Cahyono-Gunadi Handoko (Malang Jejeg) tetap optimis. Kekurangan dukungan warga sebagai syarat ikut Pilbup Malang dipastikan segera dikumpulkan.

Semangat Malang Jejeg itu disampaikan Sam HC (Heri Cahyono) saat diskusi di Rumah Kita, sebutan markas New Malang Pos, Rabu (22/7) kemarin. Hadir dalam diskusi di antaranya Pemred Abdul Halim dan para redaktur.  Diskusi itu sekaligus silaturahami.

Ia memastikan stok dukungan warga masih banyak. Sesuai jumlah yang disyaratkan KPU Kabupaten Malang. Seperti diberitakan New Malang Pos sebelumnya, Malang Jejeg harus serahkan 114 ribu dukungan warga. Jumlah sebanyak itu untuk melengkapi kekurangan.  dukungan.  Bukti dukungan harus diserahkan ke lembaga penyelenggara pemilu pada 25-27 Juli.

Sam HC maju Pilkada bukan tanpa alasan. “Karena mendapat dorongan dari masyarakat, pelaku UMKM dan Sam Anto Baret. Saya istikharah, pada akhirnya melaju sebagai Cabup Malang,” ujarnya

Komitmennya ingin melakuka perubahan di Kabupaten Malang. “Program saya bersama Malang Jejeg, yakni melalui kontrak politik pada masing-masing bidang,” tuturnya. Dia menyebut, seperti pertanian, ada kontrak politik tersendiri.

Begitupula dengan bidang lainnya yang akan dibuat seperti itu untuk memajukan daerah. Memberikan kesejahteraan kepada wong cilik. Sehingga masih kata Sam HC, masyarakat bisa mengawal serta menagih janji yang tertuang pada masing-masing kontrak politik sesuai bidangnya.

“Kami menawarkan yang pasti. Karena sudah ada kontrak politik bersama masyarakat sesuai bidangnya, seperti dengan para petani, peternak, pedagang maupun pelaku UMKM,” ungkapnya.

Bukan jabatan yang diincarnya. Melainkan karena didasari ibadah dan memiliki niatan mulia untuk menjadikan Kabupaten Malang menjadi lebih baik.

“Kalau yang saya cari harta atau jabatan, tidak di pemerintahan. Semua ini didasari ibadah” ujarnya.

Bisa Verifikasi Via Video Call

Tahapan pengumpulan dukungan, verifikasi dan rekap harus dilalui lagi. “Paslon independen harus mengulang lagi proses pengumpulan dukungan. Kekurangannya 57 ribu suara. Tapi, sesuai aturan, harus setor 114 ribu. Akan proses lagi seperti pertama dulu,” kata Marhaendra Pramudya Mahardika, Komisioner KPU Kabupaten Malang kepada New Malang Pos di tempat terpisah. Setelah dukungan perbaikan disetor, KPU verifikasi lagi. Pertama, verifikasi administrasi. Digelar 27 Juli sampai 4 Agustus 2020. Petugas KPU menyortir dukungan yang valid.

“Ini tahapan verifikasi administrasi dan kegandaan dokumen dukungan. Batasnya sampai 4 Agustus. Untuk verifikasi faktual, 8 sampai 16 Agustus,” sambung Mahardika. Setelahnya, ada proses rekapitulasi. Ini digelar di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Jadwalnya, 17-19 Agustus untuk rekap kecamatan.

Serta, 20-21 Agustus rekap tingkat Kabupaten Malang. Rekapitulasi ini akan diplenokan. Di sinilah nasib Malang Jejeg ditentukan. Mahardika mengakui telah menerima keluhan soal suara Malang Jejeg. Yaitu, para pendukung yang tidak dapat ditemui. Ini persoalan yang dipaparkan Malang Jejeg di rekapitulasi awal.

Dalam verifikasi faktual perbaikan, problem ini bisa muncul lagi. “Kalau tidak dapat ditemui, verifikator segera hubungi LO (liason officer). Bisa saja, pendukung akan dihubungi dan dikumpulkan LO. Atau, diarahkan ke kantor PPS. Bahkan, cara terakhirnya, dihubungi via daring,” ujar Mahardika.

Verifikasi via daring ini adalah video call. Itu jika pendukung Malang Jejeg tak bisa ditemui. Menurut Mahardika, video call untuk verifikasi sudah diatur PKPU. Sehingga, tak ada persoalan membuktikan dukungan lewat video call. Hanya saja, ada persyaratannya agar dukungan video call, valid. (gim/fin/van)