Malang Jejeg Lolos Peserta Pilbup

NEW MALANG POS-Pendukung Malang Jejeg bersukacita. Heri Cahyono-Gunadi Handoko diputuskan bisa menjadi peserta Pilkada 2020 melalui jalur independen setelah melalui perjuangan panjang (baca grafis di Koran New Malang Pos, red). Ini berdasarkan hasil pleno KPU Kabupaten Malang di ruang sidang DPRD di Kepanjen, Selasa (15/9) sore kemarin.

Rekapitulasi menyatakan bakal pasangan calon (bapaslon) yang mengusung tagline Malang Jejeg itu  bisa mendaftar Pilbup Malang. Itu karena telah mengumpulkan 137 ribu suara dukungan.

Capaian ini melebihi persyaratan bakal calon independen mendaftar Pilkada. Pendaftaran independen Kabupaten Malang membutuhkan 129 ribu dukungan warga. Usai rekapitulasi dibacakan, senyum tim Malang Jejeg merekah. Perjuangan mereka menembus tahap awal Pilkada berhasil.

Sam HC, sapaan akrab Heri Cahyono dan Gunadi terlihat bahagia. Begitu juga, tim Malang Jejeg yang mendampingi. Simpatisannya pun bergembira. Awe, salah satu pendukung Sam HC, bikin aksi. Dia meminta Sam HC memotong rambutnya. “Setelah dipotong simbolis sam HC, saya akan gundul,” ungkap Awe.

Meski bersukacita, Sam HC paham perjuangannya belum berakhir. Malahan, ini adalah gerbang pertama menuju kursi N1 (Bupati Malang). Tapi, dia sangat mengapresiasi perjuangan timnya. Karena, merekalah yang selama ini bekerja tanpa lelah. Sehingga, hasil ini dipersembahkan untuk para pendukung Malang Jejeg.

“Saya pribadi biasa saja. Sejak awal saya sudah pasrah dan berserah pada Allah. Tapi, teman-teman yang kerja ini bersukacita. Karena memang mereka yang berjuang,” ujar Sam HC kepada New Malang Pos, kemarin.

Malang Jejeg sedang persiapan mendaftar ke KPU. Begitu pendaftaran finish, Malang Jejeg jadi peserta Pilkada. Dia akan bersaing dengan dua bapaslon lain. Yakni, Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) dan HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi).

Sam HC mengaku tidak gentar bersaing di Pilkada.“Saya siap dan yakin bisa bersaing dengan Ladub dan Sandi. Masa pandemi ini menguntungkan independen seperti saya. Karena, jelas tak boleh ada pengerahan massa. Saya pun siap memakai model kampanye protokol kesehatan. Misalnya door to door,” tambah Sam HC.

Sam HC menyebut dia menjalani tes swab hari ini di RS Lavalette. Menurut Sam HC, ini persyaratan dari KPU sebelum mendaftar Pilkada. Maksimal, dalam dua hari ke depan, waktu pendaftarannya ditentukan. Timnya juga sudah mempersiapkan berkas pendaftaran.

Sementara, Gunadi mengaku sudah menjalani tes swab. “Saya sudah tes swab tadi (kemarin). Jadi, besok saya tinggal menunggu Sam HC,” tambah Gunadi.

Tugas KPU sekarang konsultasi ke KPU RI. Sebab, perlu ada petunjuk dari pusat untuk pendaftaran susulan. Apalagi, tahapan Pilkada reguler masih berjalan. Yakni, perbaikan berkas dari bapaslon yang diusung partai politik.

“Jadwal pendaftaran akan kami konsultasikan ke KPU pusat. Hasil rekapitulasi ini akan kami laporkan. Kami akan menunggu arahan pusat soal jadwal pendaftaran,” kata Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini, usai pleno KPU, kemarin.

KPU memiliki dua skenario pendaftaran caloln independen. Pertama, independen ditetapkan bersamaan dengan dua bapaslon lain. Konsekuensinya, semua tahapan susulan harus dilaksanakan sepekan ke depan.

“Atau, penetapan dilaksanakan dua kali. Pertama, untuk bapaslon dari parpol. Lalu, hari lain untuk bapaslon dari independen. Dua skenario ini kami konsultasikan pada KPU pusat. Kami akan mengikuti arahan KPU pusat tentang pendaftaran independen,” sambung Anis.

Jadwal pendaftaran susulan bakal segera ketahuan. “Kepastian akan diketahui dua hari ke depan. Mungkin besok atau lusa. Tapi, kami tunggu saja info dari KPU,” tambah Soetopo Dewangga, Ketua Tim Kerja Malang Jejeg.(fin/van)