Lampu Hijau Sepak Bola Digelar Lagi

Menpora Sempat Bertemu Kapolri di Istana, 1-2 Hari Lanjut Komunikasi

NewMalangPos, MALANG – Lampu hijau akan helatan sepak bola di Indonesia mulai diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal ini setelah Kepala Bidang Kerja Sama Baintelkam Polri memberikan isyarat Liga 1 bisa dilaksanakan dan kini masuk dalam pertimbangan.

“Kemarin saya dapat informasi dari Asops (asisten operasi) Kapolri, Irjen Pol Imam Sugianto yang menyatakan kegiatan Liga 1 sepak bola kemungkinan bisa dilaksanakan. Ini sudah dipertimbangkan,” ujar kata Kepala Bidang Kerja Sama Baintelkam Polri Kombes Pol Budi Sajidin saat webinar yang diadakan oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat pada Rabu (3/1) kemarin.

Budi menyampaikan protokol kesehatan ketat wajib diterapkan saat bergulirnya Liga 1. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah ada yang terpapar virus Covid-19 karena penyebarannya masih belum berhenti.

“Kemungkinan ini juga, banyak kesepakatan dari Satgas, KONI, Kemenpora, cabor, dan protokol dijaga. Ini akan dibahas. Kemungkinan pihak Polri untuk sepak bola tanpa penonton bisa dilaksanakan. Olahraga lain silakan diajukan.” ujarnya.

Sebelumnya PSSI sudah memutuskan Liga 1 dan Liga 2 2020 dibatalkan. Keputusan tersebut diambil usai federasi sepakbola nasional tersebut menggelar rapat komite eksekutif (Exco), beberapa waktu lalu.

“Kemungkinan, dari pihak POLRI, saat ini saya dapat informasi untuk olahraga sepak bola tanpa penonton itu bisa dilaksanakan. Nah, untuk olahraga lainnya silakan diajukan suratnya. Artinya larangan itu bukan harga mati. Kemarin memang dilarang, ke depan kemungkinan setelah dikomunikasikan bisa dilaksanakan. Tentu, tentu dengan standar protokol kesehatan yang ketat,” urainya.

Izin dari Polri merupakan kendala utama mengapa sepak bola terhenti. Pasalnya, izin kepolisian adalah syarat utama menggelar kompetisi. Sementara, beberapa kali upaya dan rencana PSSI dan PT LIB memutarnya kandas karena izin tak kunjung keluar.

“Jadi standarnya itu sementara untuk Polri itu karena keamanan dan keselamatan itu utama, ya, tidak boleh izin keramaian. Ke depan kemungkinan boleh, kemungkinan, dan sudah ada lampu hijau. Jadi tolong kesapakatan-kesepakatan ini dibangun, sama seperti kegiatan pemilu Pilkada kemarin, akhirnya bisa dilaksanakan. Otomatis KPU dan Bawaslu menggunakan masket, handsanitizer, banyak. Jadi setiap TPS ada 14 persyaratan, seperti jaga jarak, cuci tangan air mengalir, tinta tetes. Nah, nanti setiap persyaratan-persyaratan itu akan bisa meloloskan untuk izin keramaian bisa keluar,” tambahnya.

Menpora Zainudi Amali dalam kesempatan yang sama mengakui dirinya bakal berkomunikasi langsung dengan Kapolri untuk membahas kelanjutan kompetisi olahraga di Indonesia, baik sepak bola, bola basket maupun voli. Ia berharap setelah bertemu ada keputusan positif dan Polri memberikan izin kompetisi olahraga di Indonesia bisa kembali bergulir.

“Tadinya di Istana saya ketemu Kapolri. 1-2 hari ini kita akan ketemu. Beliau menyambut baik, selagi itu tidak menimbulkan kluster penyebaran Covid-19,” ujarnya ketika webinar bersama SIWO Pusat, kemarin.

Menurut Menpora, bila koordinasi sudah ada, dia akan meminta cabor memaparkan pula kembali perencanaan kompetisi, supaya nantinya disampaikannya ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dua hari lalu, Menpora pun siap membantu PSSI untuk berkomunikasi dengan Polri terkait permohonan izin agar sepak bola di Indonesia kembali berjalan. “Kapan? Secepatnya,” tegas Zainudin Amali. (ley)