KPK Telusuri Pembelian Tanah Mantan Wali Kota Batu

new malang pos
Rumah di Kelurahan Polowijen ini didatangi tim penyidik KPK selama kurang lebih satu setengah jam untuk menggali informasi terkait penjualan tanah yang pernah dilakukan mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. (NMP-IAN NURMAJIDI)

MALANG – Sebuah rumah di Jalan Polowijen II, Kelurahan Polowijen, kota Malang, didatangi beberapa petugas penyidik KPK Jumat (15/1) pagi.

Kedatangan tim penyidik KPK ini bagian dari tindak lanjut penyidikan terkait tindak pidana korupsi (TPK) gratifikasi mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (ER) rentang 2011 hingga 2017.

Rumah yang didatangi penyidik KPK ini diduga terkait dengan transaksi jual beli tanah di tahun 2015. Menurut keterangan ketua RT setempat, Riyanto, KPK datang dengan 2 mobil dan dikawal polisi mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.20 WIB di rumah yang diketahui milik seorang bernama Huge.

“Tadi digeledah untuk mencari bukti-bukti dan foto dokumen. Di dalam tadi ada empat petugas dan satu petugas di luar rumah juga dikawal polisi. Tapi terkait kasusnya saya tidak tahu.Tapi bedasarakan informasi dari Pak Huge, itu adalah kasus lama,” ujarnya.

Riyanto mengaku tidak mengikuti perkembangan kasus tersebut. Apalagi tentang hubungan antara Huge dengan Eddy Rumpoko.

“Saya kurang tahu hubungannya Pak Huge dengan Pak ER. Karena kasus itu sebelum Pak Huge ada disini. Jadi yang saya tahu KPK hanya memeriksa dokumen saja,” ungkapnya.

Sementara itu, sang pemilik rumah, Huge tidak membantah terkait kedatangan tim antirasuah yang dimaksud adalah untuk mencari informasi terkait kasus tersebut. Yakni tentang transaksi jual beli tanah pada 2015 lalu.

“Masalah lama, transaksi jual beli tanah Tahun 2015 silam. Waktu ditanya saya jelaskan semuanya, apa adanya. Hubungan saya itu hanya sebatas jual beli tanah,” jelas Huge.

Huge menceritakan, tim KPK hanya memeriksa dokumen dokumen terkait penjualan tanah. Tidak ada barang yang disita pada penggeledahan tersebut.

“Mereka hanya melihat dan memfoto bukti pembayarannya jual beli tanah saja saja kala itu. Dulu pas pembayaran saya masukkan rekening koran. Tadi sudah saya kasihkan pada mereka,” ungkapnya.

Disamping itu, Huge juga menegaskan dirinya sebenarnya tidak mengetahui secara detail kasus yang menjerat ER. Ia mengaku hanya melakukan transaksi jual beli dengan seorang makelar. Sehingga dia sendiri pun mengaku tidak pernah mengenal atau bertemu dengan ER.

“Waktu jual itu pun saya melalui makelar. Tahunya pas tanda tangan atas nama Pak Eddy Rumpoko. Saya tidak pernah ketemu sama sekali,” tandasnya.

Meski demikian ia enggan menyebut nilai nominal dari transaksi jual beli tanah yang dilakukannya tersebut. Akan tetapi ia mengaku bersedia membantu KPK semaksimal mungkin.

“Ya tidak enaklah menyebut besaran transaksi uangnya, tapi ada ratusan juta rupiah.Tapi kalau saya sewaktu waktu dibutuhkan KPK untuk dimintahi keteramgan lebih lanjut terkait hal ini, saya bersedia datang, dan akan saya sampaikan apa adanya,” janjinya.

Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya mengatakan telah selesai melaksanakan kegiatan penggeledahan dalam rangka pencarian data kasus dugaan TPK Gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017.

“Di dua lokasi, yaitu Rumah Dinas Wali Kota Batu dan salah satu rumah staf pribadi (mantan Wali Kota Batu) di Kota Batu Malang, Jatim,” katanya.

Adapun yang telah diamankan, diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara tersebut. “Selanjutnya akan dilakukan verifikasi dan analisa. Setelahnya akan dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara tersebut,” tutupnya. (ian/aim)