Kembali Digarap Oktober, Koridor Kayutangan Dianggarkan Lagi di 2021

NEW MALANG POS – Salah satu megaproyek Kota Malang tahun 2020 yang tidak terdampak re-focusing anggaran adalah revitalisasi Koridor Jl Basuki Rahmat atau Koridor Kayutangan. Meski begitu progres pengerjaannya seperti jalan ditempat.

Pasalnya, hal ini terlihat dari belum berubah pesatnya wajah koridor Kayutangan. Sejak dimulai pada awal tahun 2020 hingga saat ini, hanya sebagian kecil saja yang tergarap. Yakni kawasan Monumen Chairil Anwar yang dipercantik atau dipugar.

Hal ini diakui Wali Kota Malang Drs H Sutiaji saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan proyek tersebut. Ia mengatakan Revitalisasi Koridor Kayutangan akan kembali dilaksanakan pada Bulan Oktober. Yakni dua bulan kedepan.

“Kalau tahun ini rencana pelaksanaannya Bulan Oktober. Sumber dari APBD. Dan memang tidak kena refocusing (tidak terkena dampak re alokasi anggaran untuk penanganan covid-19,” jelas Sutiaji saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang belum lama ini.

Ia menegaskan, proses revitalisasi Koridor Kayutangan memang sempat terhenti sesaat. Akan tetapi tahun 2020 ini pelaksanaan yang direncanakan harus dilanjutkan. Kurang lebih dari APBD Kota Malang tahun anggaran 2019, digelontorkan dana Rp 1,6 Miliar untuk mempercantik koridor tersebut.

Sementara untuk revitalisasi secara besar, yakni memugar median-median jalan sepanjang koridor Kayutangan menggunakan dana dari pusat. Kurang lebih akan dikucurkan dari DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 16 M.

“Ada pula yang masih kita perdebatkan. Karena dari pusat dana hanya digunakan untuk memugar median jalan atau median tamannya saja. Pembongkaran itu menggunakan APBN. Tetapi penutupannya tidak dilakukan pusat,” papar Sutiaji.

Penutupan yang dimaksud Sutiaji adalah proses pembongkaran median jalan. Yang menggunakan dana puasat hanyalah pembongkaran mediannya saja. Sementara untuk menutup alias mempercantik/kebutuhan estetika tidak dilaksanakan pusat.

Maka dari itu, Pemkot Malang akan kembali menganggarkan pengerjaan Revitalusasi Koridor Kayutangan di APBD tahun 2021.

“Di PAK (Perubagan Anggaran Keuangan tahun 2020,red) ini tidak kita anggarkan. Karena wkatunya mepet juga. Nanti kita anggarakan lagi 2021 saja,” pungkasnya. (ica/udi)