KA Larang Penumpang Ngobrol dan Ngemil

new malang pos
PT KAI mulai menerapkan larangan penumpang telepon dan ngobrol serta larangan ngemil selama perjalanan. (NMP-Ipunk Purwanto)

Dishub Belum Terima Pemberitahuan Resmi

NewMalangPos – Penumpang angkutan umum berhentilah ngobrol antarpenumpang maupun telepon selama perjalanan. Begitu juga kebiasaan ngemil maupun makan di semua jenis angkutan umum dilarang. Kebijakan ini sebenarnya berlaku sejak Selasa (26/1) lalu hingga 8 Februari selama PPKM. Tapi di Kota Malang aturan tersebut malah belum diketahui. (baca grafis)

Larangan itu berlaku untuk angkutan umum di darat, laut dan udara. Artinya di Malang mestinya wajib ditaati di kereta api (KA), bus, angkota hingga pesawat. Ini sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 No 5 Tahun 2021. 

Selain menegaskan aturan syarat rapid hingga tes bebas Covid-19 saat melakukan perjalanan transportasi publik, SE ini mengatur beberapa tambahan terkait aturan penanganan Covid-19. Salah satunya yang menarik yakni larangan berbicara. Berbicara bukan hanya antarpenumpang namun juga telepon tak diperkenankan.

Selain itu tak boleh makan dan minum selama perjalanan atau penerbangan bagi perjalanan kurang dari 2 jam. Kecuali untuk urusan kesehatan misalkan minum obat dan lainnya.  

Manager Humas PT KAI Daop 8 Suprapto memastikan pihaknya sudah menerapkan kebijakan itu. “Penumpang kereta api kini tidak diperkenankan bicara satu arah maupun dua arah melalui telepon. Atau secara langsung selama perjalanan menggunakan kereta api,” tegas Suprapto kemarin saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan aturan tersebut berlaku di semua kategori perjalanan. Contohnya perjalanan jarak jauh Malang-Jakarta maupun jarak dekat seperti Malang-Surabaya maupun Malang Blitar. Untuk teknisnya, penumpang KA sebelum berangkat akan diberikan pengumuman mengenai aturan tersebut.

Petugas KA juga akan berkeliling memastikan aturan tersebut dipatuhi penumpang. Petugas akan keliling setiap jam ataupun random (tanpa terjadwal). Jika ada yang melanggar sementara ini akan diberikan teguran.

Meski sudah terbit 26 Januari lalu, Pemkot Malang belum menerapkannya. Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengaku belum mengetahui teknis aturan ini secara resmi. “Belum ada ya. Kalau memang aturannya nanti turun dan ada instruksi langsung dari provinsi kita pasti akan laksanakan,” jelas Sutiaji saat dikonfirmasi di Balai Kota Malang kemarin.

Jika instruksi langsung tersebut sudah ada berulah dibahas secara teknis di lingkup instansi maupun perangkat daerah terkait. Pasalnya pengawasan mengenai aturan ini akan diserahkan pada perangkat daerah masing-masing.

Hal yang sama juga ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Dr Handi Priyanto saat dikonfirmasi.  “Belum. Belum ada informasi resminya,” tandas Handi.

Meski begitu ia mengetahui adanya aturan beru mengatur aktivitas warga saat melakukan perjalanan dengan transportasi umum pada SE Satgas Covid-19 tersebut. Hanya saja hingga saat ini teknis penerapannya belum disampaikan secara resmi.

“Belum ada info resminya. Bagaiaman nanti penegakan dan tindakan ke daerah soal pelanggaran dari SE itu,” tegas mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) ini.

Terkait aturan tidak boleh berbicara, bahkan makan dan minum yang tertuang dalam SE tersebut ia mengaku mendukung. Karena menurutnya penyebaran Covid-19 yang paling mudah terjadi akibat adanya droplet (cipratan liur dari hidung atau mulut seseorang).

Sehingga lanjut Handi, walaupun diwajibkan memakai masker, akan jauh lebih aman bila seseroang tidak berbicara. Terutaman pada saat berada di dalam transportasi publik atau mum.

“Karena pada intinya di SE itu yang dilarang kan melakukan percakapan. Sehingga untuk berkomunikasi masih bisa pakai aplikasi chat,” pungkas Handi. (ica/van)