Hasil Riset Jadi Produk Populer

HASIL penelitiannya berkembang jadi inovasi untuk kehidupan luas. Akademisi ideal seharusnya begitu. Riset dari kampus dibawa ke dunia luar berupa produk inovasi agar berdaya guna. Aladin Eko Purkuncoro, ST MT salah satu contohnya.

Motor Listrik Casing Bulu Ayam

DARI hasil penelitian jadi inovasi besar. Begitulah jejak ilmiah Aladin Eko Purkuncoro, ST MT. Sehari-harinya, ia menjabat Kepala Program Studi D-IV Teknik Mesin ITN Malang. Aladin menghasilkan produk inovasi terbaru. Yaitu sepeda motor listrik dengan casing berbahan utama bulu ayam. 

Idenya itu muncul berdasarkan dua hal. Pertama ketersediaan bahan bakar fosil yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui. Kondisi ini menuntut manusia untuk berinovasi menciptakan energi terbarukan.

Sehingga produk otomotif yang umumnya menggunakan bahan bakar minyak mesti dialihkan ke energi lisrik. “Perlu ada terobosan baru sebagai solusi dari keterbatasan sumber energi yang ada di alam. Maka saya mencoba sumber energi listrik harus dimanfaatkan salah satunya di bidang otomotif,” katanya.

Alasan kedua lanjut Aladin, banyaknya limbah bulu ayam di masyarakat. Terkait ini Aladin sudah melakukan riset. Hasilnya bulu ayam menjadi bahan dasar yang kuat untuk casing sepeda motor.  

“Secara ilmiah sudah kita lakukan penelitian. Mulai uji mekanis hingga uji impact atau uji tarik bahan. Hasilnya casing yang dibuat dari bulu ayam lebih kuat dari bahan yang sudah ada selama ini,” terangnya.

Untuk merangkai motor listrik berbahan limbah ini, Aladin berkolaborasi dengan mahasiswanya. Ia melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keahlian. Ada yang dari kelistrikan, konstruksi, ahli body dan displin ilmu terkait lainnya.

Sejauh ini satu unit motor listrik yang dihasilkan sudah cukup bagus. New Malang Pos melihat langsung motor listrik itu di Kampus 2 ITN Malang. Secara umum permukaan casing motor memang masih diperhalus. Itu karena cetakannya juga masih manual. “Nanti akan kita lakukan peningkatan dengan beberapa modifikasi,” ucap Aladin. 

Ia menjelaskan, pada casing sepeda motor terdapat ada jenis bahan. Yakni bahan penguat dan pengikat. Pada umumnya menggunakan fiberglass dan resin. Namun untuk motor listrik dosen ITN Malang ini menggunakan bulu ayam sebagai penguat dan resin sebagai pengikat. 

Awalnya kata aladin, bulu ayam dan resin bukan mau digunakan untuk otomotif tapi manufaktur. Tapi ternyata juga bagus digunakan pada motor.  Ketika terjadi getaran, bahan dengan bulu ayam bisa meredam.

Dan speedometer motor ini sudah menggunakan smart phone. Program softwarenya telah terinstal. Sistem kerjanya menggunakan bluetooth. Jadi sudah tidak memakai kabel. Sehingga terlihat lebih simpel. Dan tentunya juga lebih efisien.

Sedangkan sistem kelistrikannya, juga terbilang hemat. Dalam kondisi daya baterai full,  bisa mencapai jarak lebih dari 10 kilometer. Atau pada durasi waktu empat sampai lima jam. “Tentu ini tergantung kualitas dari komponen baterainya. Semakin bagus maka semakin tahan lama,” jelas Aladin.