Hadapi Pandemi, Pengusaha Ubah Model Usaha

New malang Pos
CEO RichDjoe Corp Djoko Prihatin

NEW MALANG POS, MALANG – Diterjang Covid-19 semua lini bisnis terjun bebas. Omset turun tak bisa dihindari. Situasi seperti ini para pengusaha dituntut kreatif agar mampu bertahan. Berani banting setir dari usaha sebelumnya menjadi alternatif pilihan. Atau bisa juga memanfaatkan masa pandemi untuk menyusun strategi bisnis tahun 2021 mendatang.

Hal itu diungkapkan CEO RichDjoe Corp Djoko Prihatin atau yang lebih dikenal Richdjoe dalam webinar New Malang Pos, Berani Banting Setir di Masa Pademi, Rabu (26/8) kemarin. Selain Richdjoe, webinar itu juga menghadirkan owner Wijaya Fun Holiday Hendri Wijaya, dan owner Wijaya Fun Holiday Hendri Wijaya. Dengan opening speech Plt Sekretaris Disporapar Kota Malang Eko Syah dengan moderator

“Semua pada bingung, tiga bulan terakhir teman-teman pengusaha terdampak Covid-19 ekonomi mereka drop dan omset 70 persen hilang. Bisnis merosot tajam. Apalagi di Malang kekuatan ekonominya ada di mahasiswa,” ujar Richdjoe.

Pria yang menjabat sebagai Ketua BPC HIPMI Kota Malang itu menegaskan, jumlah mahasiswa di Kota Malang mencapai 400 ribu orang. Asumsinya jika 150 ribu mahasiswa mengeluarkan Rp 10 ribu sekali makan siang, maka perputaran uang di Malang mencapai Rp 1,5 miliar. Jika ditambah makan malam mencapai Rp 3 miliar dalam satu hari, belum termasuk ngopi, potong rambut, life style dan lain sebagainya.

“Para pengusaha mulai bingung apa yang harus dilakukan, untuk itu masa seperti ini networking sangat dibutuhkan guna saling menguatkan. Di masa ini, banyak orang yang diam. Pakailah waktu ini untuk ciptakan bisnis sebaik mungkin. Ketika bisnis kembali normal kita bisa gas pol. Jangan ketika bisnis sudah normal kamu baru menata kehidupan bisnis kita,” urai Djoe, sapaan akrabnya.

New malang Pos
Hendri Wijaya

Tak hanya Djoe, kondisi ini berdampak pula ke Wijaya Fun Holiday. Bisnis di bidang pariwisata ini mengalami penurunan omset sangat signifikan. Apalagi destinasi wisata ditutup selama ada Covid-19.

Tiga bulan diambang kebingungan, owner Wijaya Fun Holiday Hendri Wijaya akhirnya harus membongkar tabungan untuk membuka usaha baru bernama Wijaya Fun Cycling.

“Ide ini tercetus saat touring, kepikiran kalau olahraga sepeda sedang booming dan bakalan lama, yang kami tawarkan wisata sambil bersepeda,” ujar Hendri.

Ia melanjutkan, sejak Wijaya Fun Cycling launching hingga sekarang ada saja pemesan bersepeda sambil wisata. Hendri optimis bisa berkembang sebab paket yang ditawarkan berbeda dari lainnya, murah dan tidak ribet.

“Alhamdulillah banyak yang support dari berbagai pihak baik media maupun teman-teman hotel,” terang mantan Sales Manager ibis Style Hotel Malang ini.

Lebih jauh lagi, Covid-19 juga memberi dampak luar biasa bagi para entertaint. Diakui MC kondang Malang, Oneng Sugiarta pandemi ini sangat terasa. Jika sebelumnya dalam satu hari bisa menghandle beberapa acara namun selama pandemi nyaris tidak ada.

“Awal Maret awal kami sudah mulai khawatir, karena sebagai penyedia jasa seperti kami ada plus minusnya. Meskipun kita sudah antisipasi, Februari lalu banyak event, awal Maret masih running well hingga pertengahan Maret ada klien menunda jadwal,” ujar MC dan Founder Oneng Sugiarta Entertainment ini.

Ia melanjutkan untuk bangkit di masa pandemi ini, Oneng sendiri memilih untuk terbuka dengan perkembangan teknologi. Dengan membuat virtual event yang digaungkan secara terus menerus di sosial media. Tujuannya untuk mengenalkan sekaligus mengedukasi klien.

“Ada satu klien yang meminta kami membuatkan jingle, kami punya storage lagu, tinggal diganti liriknya. Kami meminta teman-teman selebgram dan youtuber. Kemudian kami menggandeng Aviwkila, kami jual di semua platform digital. Lumayan mengangkat untuk menghidupi semua yang terlibat dalam projek ini,” urainya. (lin/aim)