Habit Baru dari Spanyol

NewMalangPos, MALANG – Striker muda Arema FC Titan Agung Bagus Fawwazi enggan berkutat dengan rasa kecewa usai dipastikan gagal tampil di Piala Dunia U-20. Ia kini memiliki target pribadi bersama klub, usai mendapatkan modal percaya sepulangnya dari pemusatan latihan bersama Timnas U-19 di Spanyol.

Titan memang dipastikan tidak bisa tampil di Piala Dunia U-20 karena event tersebut ditunda sampai 2023. Praktis, pada saat helatan tersebut digelar, usianya sudah 21 tahun. Padahal, ia berpeluang menjadi pemain Arema FC pertama yang tampil di event sepak bola seluruh dunia, meskipun masih di kelas kelompok umur.

“Ya kecewa pasti ada, karena sudah latihan keras dan motivasinya tinggi, tiba-tiba dapat kabar jadwal mundur. Pasti nanti tidak bisa bermain,” ungkap Titan.

Akan tetapi, ia tidak mau larut dengan kekecewaan tersebut. Sebab menurutnya, meskipun gagal tampil di Piala Dunia U-20, ia mendapatkan pengalaman besar selama pemusatan latihan. Mulai dari kebiasaan atau habit baru hingga motivasi dan rasa percaya diri.

“Ya semangatnya harus dibawa ke klub. Nanti kalau rezeki, dipanggil lagi ke Timnas Indonesia, entah untuk turnamen apa. insya Allah Sea Games misalnya,” beber Titan kepasa New Malang Pos.

Pemain berusia 19 tahun ini pun memiliki target, bila di Arema FC harus mendapatkan lebih banyak menit bermain. Usia belia, diakuinya bukan halangan untuk tidak percaya diri.

“Semoga lebih banyak menit bermain di Arema,” tegas dia.

Sementara itu, pemain asli Kepanjen ini mengakui, bila dirinya sudah mendapatkan pesan dari tim pelatih timnas. Sekembalinya ke klub, para skuat Timnas U-19 harus tetap menjalani kebiasaan selama pemusatan latihan. Misalnya pagi latihan, sore latihan.

Lantas, jam istirahat harus benar-benar dimaksimalkan. Begitu pula tentang konsumsi makanan yang harus dijaga. “Pokoknya habit ketika di Timnas U-19 tidak  boleh ditinggalkan ketika di klub,” tambah Titan.

Dia menuturkan, selama di Spanyol tidak tergolong mudah. Sebab, ia harus beradaptasi dengan cuaca yang jauh berbeda dengan Indonesia.

“Di sana musim dingin, suhunya tiga derajat, empat derajat. Kalau latihan, dingin banget malah pakai jaket. Latihan juga tidak keringatan, malah sering flu,” tandas dia. (ley)