Foto Bagus Adalah yang Memiliki Caption dan Angel Menarik

PEMATERI: Manager Web dan Koordinator Liputan New Malang Pos Guest Gesang memberikan materi tentang fotografi kepada anggota Bhabinkamtibmas dan Sie Humas dalam kegiatan pelatihan menulis bertema Bhayangkara Polres Malang Berkarya Menulis Berita dengan Fakta.(IPUNK PURWANTO/NewMalangPos)

Bhayangkara Polres Malang Berkarya, Menulis Berita Dengan Fakta

NewMalangPos, MALANG-Anggota Bhabinkamtibmas dan Sie Humas jajaran Polres Malang juga mendapat materi jurnalistik fotografi. Materi foto disampaikan Manager Web dan Koordinator Liputan New Malang Pos Guest Gesang. Guest menjadi pemateri kedua dalam pelatihan menulis yang digelar Polres Malang bersama New Malang Pos, Selasa (26/1).

Guest Gesang mengawali materi dengan pengenalan alat. Karena alat menjadi kunci utama kualitas foto selain angle.

“Sebelum masuk materi, apakah disini ada yang membawa HP dengan kamera VGA, atau tanpa kamera?,” tanya Gues.

Para peserta menjawab tidak. Bahkan HP anggota Bhabinkamtibmas dan Sie Humas sudah modern dengan kamera yang cukup bagus. Guest lalu mengajak peserta mengambil foto bagian depan.

Untuk mengetahui hasil jepretan, Guest berjalan ke peserta. Salah satu HP peserta dilihat. Saat itu di layar foto menampilkan gambar dengan objek ada garis cahaya. Guest mengatakan, kenapa gambar ada cahaya, karena lensanya kotor.

“Jadi yang perlu diperhatikan, sebelum mengambil foto, wajib membersihkan lensa lebih dulu,” kata Guest sembari mengatakan wajib dilakukan agar foto tersebut bagus bersih dan memiliki kualitas.

Saat memberikan materi, Guest pun tak sekadar berkata. Tapi juga memberikan beragam contoh foto. Dia mengatakan bahwa foto bagus adalah yang memiliki caption. Saat itu dia langsung mencontohkan dua foto berbeda. Yakni tentang kebakaran dan kereta api melintas.

Saat itu dia menanyakan kepada peserta, foto mana yang bagus. Peserta menjawab, ada yang mengatakan foto kebakaran, tapi tidak sedikit yang menjawab foto kereta api.

“Jika dilihat gambarnya foto kebakaran ini bagus. Tapi apa yang terbakar, sedang apa petugas yang masuk di foto, kapan kejadiannya tidak ada kejelasan. Sementara foto kereta jelas ada caption, ada informasi yang diberikan dari foto yang ditampilkan. Ini adalah foto jurnalistik,” ungkap bapak dua anak ini.

Tidak berhenti disitu, Guest juga memberikan banyak contoh foto perempuan cantik. Melihat foto yang ditampilkan peserta tambah semangat. Bahkan peserta yang mayoritas laki-laki ini juga enggan saat melihat ada foto pria bertelanjang dada dengan badan six pack.

Sementara materi lain yang diberikan Guest adalah, foto harus memiliki EFDAT.  Yakni Entire, Framing, Detail, Angle dan Timing.

“Jadi seorang fotografer harus sudah memiliki rumusan ini, sebelum mereka mengambil foto untuk mendapatkan gambar berkualitas,” bebernya.

Dia mengatakan, kadangkala fotografer juga harus bisa menyajikan foto yang berbeda. Bahkan Guest mencontohkan salah satu pemain sepak bola asing terjatuh dan celana dalamnya sobek. “Ya ini foto yang berbeda. Jangan kawatir dengan hasil jepretan, tayang atau tidak carilah angle yang berbeda,” ungkapnya.

Sementara itu Guest mengatakan kepada peserta untuk tidak pelit memori. Dengan kapasitas memori HP saat ini yang besar-besar, jangan hanya satu dua kali menjepret. Tapi beberapa kali jepretan, sehingga bisa dipilih paling bagus.

“Nah kadang banyak pertanyaan, seorang anggota akan mengambil foto tetapi takut karena di barisan depan ada atasannya. Ini yang perlu diluruskan. Silahkan mengambil foto, namun tetap sopan. Sebab seorang atasan pasti mengetahui tugas yang dilakukan anak buahnya. Tetapi etika dan kesopanan tetap harus dijaga,” pungkasnya.(ira/agp)