Fasilitasi Kebutuhan Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

//

NewMalangPos – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena menemui perwakilan keluarga korban Sriwijaya Air, SJ 182, Selasa (12/1). Di sisi lain, black box atau kotak hitam bagian FDR pesawat nahas itu sudah ditemukan.

Pertemuan yang berlangsung di auditorium Gedung 600 BSH, Kantor Pusat Angkasa Pura II, Cengkareng itu juga dihadiri Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet dan  Direktur Utama Airnav Mohamad Pramintohadi Sukarno.

Selain itu dihadiri pula Dandim 0506 Tangerang, Kolonel Inf Bambang Hery Tugiono dan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra.

Di hadapan perwakilan keluarga penumpang, Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam kepada perwakilan pihak keluarga penumpang dan awak SJ-182. Ia  sekaligus menjelaskan langkah-langkah strategis yang dilakukan Kemenhub.

“Upaya kita konsentrasikan pada pencarian korban, karena para keluarga sudah menunggu kepastian. Dan juga supaya penanganan selanjutnya, yaitu pemberian santunan bisa dilakukan,” jelas Budi Karya Sumadi.

Sementara itu Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena menyatakan pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan keluarga penumpang SJ-182 selama proses identifikasi berlangsung. Begitu juga segala hak-hak penumpang akan menjadi prioritas Sriwijaya Air untuk diselesaikan.

“Sriwijaya Air sejak hari pertama selalu siap berupaya terbaik memberikan pelayanan dan informasi yang dibutuhkan keluarga penumpang SJ-182. Sriwijaya Air juga menjamin untuk memberikan pendampingan yang terbaik dan menjamin memenuhi hak-hak para keluarga penumpang,” ujar Jefferson Jauwena.

Pada kesempatan berbeda, Kemenhub memastikan Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan dalam kondisi laik udara sebelum terbang. Pesawat jenis B737-500 tersebut telah memiliki Certificate of Airworthiness (Sertifikat Kelaikudaraan) yang diterbitkan Kemenhub dengan masa berlaku sampai 17 Desember 2021.

“Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan pengawasan rutin sesuai dengan program pengawasan dalam rangka perpanjangan sertifikat pengoperasian pesawat AOC Sriwijaya Air pada bulan November 2020. Hasilnya, Sriwijaya Air telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.

Selain telah memperpanjang sertifikat izin AOC dari regulator, Sriwijaya Air juga telah melengkapi sertifikasi aspek keamanan dan keselamatan ini dengan adanya audit independen dari BARS (Basic Aviation Risk Standard).

“Sejak bulan Maret 2020, kami di Sriwijaya Air telah menjalani audit keamanan dan keselamatan yang diselenggarakan oleh BARS yang independen serta berlaku secara internasional. BARS melakukan audit terhadap beberapa hal seperti keselamatan dan quality system management, manual operasi, lisensi dan data pelatihan awak penerbangan serta pengawasan terhadap pesawat dan suku cadang,” terang Jefferson.

Di sisi lain, black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 bagian (FDR) Flight Data Recorder atau rekaman data penerbangan berhasil ditemukan, kemarin. Sementera bagian CVR (Cockpit Voice Recorder) masih dalam pencarian.

“Bahwa FDR sudah ditemukan dan dilaporkan pula bahwa ada sinyal kedua, artinya VCR masih perlu dicari,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hadi mengaku menerima laporan penemuan black box bagian FDR ini dari KSAL Laksamana Yudo Margono sekitar pukul 16.40 WIB. “Namun kami meyakini semua bahwa dengan keyakinan yang tinggi CVR akan segera ditemukan,” ujarnya.

Jenderal bintang empat itu menyatakan black box FDR akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Akan segera kita serahkan ke KNKT dalam rangka penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sriwijaya Air SJ 182 jatuh pada Sabtu (9/1) lalu usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Sedianya pesawat yang birisi 62 orang, termasuk kru pesawat itu akan menuju Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak itu hingga kini. Sejumlah puing pesawat, pakaian, hingga potongan tubuh diduga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 sudah ditemukan Tim SAR gabungan.  (cni/van)