Duka Syekh Ali Jaber Hingga Malang

NMP
Syekh Ali Jaber (Foto: Lintang Jati Rahina/detikcom/Newmalangpos)

NewMalangPos – Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1) kemarin. Duka atas wafatnya pendakwah itu terasa hingga Malang. Syek Ali Jaber pernah ingin membantu program bantuan aliran listrik bagi warga.

RS Yasri memastikan Syekh Ali Jaber berpeluang bukan karena Covid-19. “Beliau masuk sekitar 19 hari yang lalu, beliau dirawat di RS Yarsi. Sudah terkonfirmasi Covid-19,” ujar Direktur Medis RS Yarsi, Anggi Erlina, di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Anggi Erlina mengungkapkan bahwa Syekh Ali Jaber sempat menjalani lagi tes PCR pada minggu kedua perawatan. Dari hasi tes PCR itu menunjukkan tanda negatif Korona. “Dan kami sudah melakukan swab pada perjalanan penyakit beliau di minggu kedua dan hasil sudah menunjukkan negatif. Jadi kemarin, kami sudah melakukan PCR, tesnya, dan hasilnya adalah negatif,” ungkapnya.

Erlina juga mengatakan pihak rumah sakit sudah maksimal dalam memberikan perawatan kepada Syekh Ali Jaber sampai negatif Covid-19. Sehingga ditegaskan lagi Syekh Ali Jaber sudah dalam keadaan negatif Covid-19 sebelum meninggal dunia.

“InsyaAllah kami seluruh tim medis telah memberikan upaya optimal untuk tata laksana kepada pasien. Alhamdulillah. Dalam perjalanan beliau, beliau menunjukkan perjalanan yang cukup baik. Sampai memang minggu kedua kita sudah melakukan pemeriksaan lanjutan dan sudah didapatkan hasil negatif untuk beliau,” imbuhnya.

Pihak keluarga Syekh Ali Jaber memastikan tidak akan menggelar tahlilan. Mereka meminta masyarakat yang berbelasungkawa cukup mendoakan dari tempat masing-masing.

“Tahlilan hari ini, malam ini, maupun tujuh hari lagi tidak ada tahlilan, karena masa pandemi kan tidak boleh kerumunan,” ujar Syekh Muhammad, adik Syekh Ali Jaber.

Syeikh Muhammad mengatakan pihak keluarga juga tidak akan mengadakan tahlilan secara internal. Dia lantas meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku mengingat kondisi masih pandemi Covid-19.

“Nggak (tahlilan). Kita tidak mengajak. Walaupun ada keluarga yang di luar, nggak perlu. Cukup doalah dari tempat masing-masing,” ucapnya.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengungkapkan kenangan saat bertemu Syekh Ali Jaber belum lama ini. “Beliau seorang ulama yg diterima oleh semua masyarakat. Beliau termasuk moderat walaupun dia orang dari Jazirah Arab, Madinah. Kami ikut berduka cita dan amat kehilangan, terlebih saat datang ke Malang  selalu diagendakan ke rumah (rumdin wali kota,red),” ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Malang.

Sutiaji secara personal bertemu dengan Syekh Ali Jaber pada Oktober tahun lalu. Sutiaji mengingat bahwa almarhum kagum dengan Kota Malang di masa hidupnya. Bahkan saat itu sempat mengatakan inggin membuat program bantuan di Kota Malang. berkaitan dengan sumber daya listrik.

“Beliau mau memberi program bantuan untuk mengaliri listrik di kawasan-kawasan di Malang. Nanti dikelola dan pengerjannya oleh santri. Tapi saat itu saya bilang di Kota Malang tidak ada daerah yang tidak teraliri listrik,” papar Sutiaji.

Sutiaji juga mengatakan Syekh Ali Jaber suka dengan suasana Kota Malang yang dianggap masih sejuk. Selain itu warga yang ramah.  “Kita sempat melakukan sesi foto bersama keluarga. Bahkan, sempat berpesan ke anak saya paling bungsu untuk juga bisa jadi calon pemimpin. Beliau mendoakan keluarga kami agar selalu kuat dan sabar,” papar Sutiaji.

Hal yang sama juga diutarakan Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko. Ia merasakan kehangatan sosok Syekh Ali Jaber semasa hidup. Sofyan Edi juga sempat bertemu langsung dengan Syekh Ali saat berkunjung ke Kota Malang.

Dia mengenang sosok Syekh Ali Jaber sebagai pribadi syahdu, bijak dan ramah. “Sangat ramah. Memberi kami semua wejangan, bagaimana memimpin dengan hati. Ikhlas dan berjuang sungguh-sungguh untuk kebaikan. Saya turut berduka sedalam-dalamnya,” pungkas Ketua Golkar Kota Malang ini. (cni/ica/van)