Dosen UMM Ketua Ombudsman RI

NewMalangPos – Satu lagi dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali ke pentas nasional. Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum (PS) Magister Ilmu Hukum UMM

Mokh Najih, SH  M.Hum terpilih sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2021-2026.

Hal ini berdasarkan hasil rapat Komisi II DPR RI terkait penetapan sembilan anggota Ombudsman RI. Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan, sembilan nama anggota Ombudsman RI ditetapkan secara musyawarah mufakat dalam rapat pengambilan keputusan.

Ia mengatakan, telah ditunjuk satu pimpinan dan satu wakil ketua. Mokh Najih dipercaya sebagai Ketua Ombudsman RI 2021-2026, sementara Bobby Hamzar Rafinus sebagai wakil ketua.

Setelah pengambilan keputusan, Komisi II mengirimkan surat kepada pimpinan DPR RI. Selanjutnya akan dibahas di rapat paripurna mendatang. “Saya akan kirim surat ke pimpinan. Pertama menyampaikan fit and proper test sudah dilaksanakan dan sudah dipilih sembilan nama selanjutnya diserahkan ke pimpinan untuk rapat paripurna,” jelas Doli.

Sembilan nama itu selain Mokh Najih dan Bobby Hamzar Rafinus yakni Dadan Suparjo, Hery Susanto, Indraza Marzuki Rais, Jemsly Modouw, Johanes Widijantoro, Robertus Na Endi Jaweng dan  Yeka Hendra Fatika. 

Najih merupakan lulusan National University of Malaysia. Ia telah mengikuti proses seleksi secara ketat mulai Juli 2020 lalu yang diikuti total 479 peserta dari seluruh Indonesia. Dari ratusan pendaftar kemudian terpilih sekitar 276 orang lolos seleksi adminitrasi, mengerucut menjadi 72 orang dan menyisakan sembilan orang.

“Saya belum bisa bisa mengatasnamakan ketua karena belum dilantik, belum tau kapan pelantikannya, masih akan paripurna dulu oleh DPR,” ujar Najih kepada New Malang Pos, Kamis (28/1).

Ahli bidang Sistem Peradilan Pidana dan Pengantar Hukum Indonesia ini mengaku ikut mendaftar sebagai pimpinan Ombudsman RI untuk mengambil peluang sebagai warga negara Indonesia. Tentunya dengan semangat memberikan peranan yang lebih luas, tidak terbatas di lingkungan kampus.

Apalagi ia telah mengabdi sebagai dosen lebih dari 30 tahun. Waktu yang tidak sebentar, saatnya memberikan kontribusi yang lebih luas untuk masyarakat Indonesia. “Dengan ini peranan yang perlu dilakukan bisa lebih luas lagi, tidak hanya di tingkat daerah. Meski dengan ikut seleksi pimpinan Ombudsman RI ini belum tentu diterima, yang penting peluang itu diikuti dulu, Alhamdulillah diterima,” ungkapnya.

Tentu terpilihnya Najih sebagai Ketua Ombudsman RI nantinya akan ada banyak program yang dicanangkan. Terutama dalam mengembangkan serta memperluas kelembagaan Ombudsman. Memperkuat peranan Ombudsman  yang selama ini masih belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Mengoptimalkan fungsi peranan pengawasan pelayanan publik oleh Ombudsman. Karana fungsi Ombudsman itu mengawasi pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara mulai tingkat pusat sampai daerah,” tutup Najih. (lin/lip/van)