Dari Malang untuk Indonesia

dr. Ariani
Ilustrasi dr. Ariani, M.Kes, Sp.A (dok)

Demi Donor Plasma

Ia dokter luar biasa di tengah padatnya jadwal kerja. Dia mendirikan komunitas yang khusus mempertemukan pendonor plasma dan yang membutuhkan. Awalnya tak mudah, tapi kini manfaatnya sangat dirasakan. Namanya plasmahero.id.

NewMalangPos – RESAH setiap kali melihat pesan WhatsApp (WA) seseorang yang membutuhkan donor plasma, dr. Ariani, M.Kes, Sp.A(K) tergerak. Ia mendirikan komunitas, Plasmahero.id. Komunitas yang di-launching 25 Desember 2020 ini menghubungkan pemohon dengan pendonor plasma. Awalnya ditujukan membantu warga Malang, ternyata peminatnya justru tersebar di seluruh Indonesia.

Komunitas ini merupakan komunitas pendonor plasma konvalesen. Diberi nama Plasmahero dengan artinya yang mendalam. Hero karena seperti pahlawan mau berkorban untuk orang lain. Untuk menjaring pemohon dan pendonor, tim relawan gencar mensosialisasikannya secara daring melalui media sosial Intagram dan Twitter dengan nama akun plasmahero.id. Sementara akses melalui website memang belum aktif. Berbekal media sosial itulah pemohon maupun pendonor plasma bisa menghubungi nomor kontak relawan Plasmahero.id.

Agar komunitas ini memberikan dampak positif dan memberikan kesembuhan pasien Covid-19, Ariani dibantu delapan relawan. Juga terdapat 14 jejaring relawan di berbagai kota. Diawal berdirinya komunitas ini, mereka bekerja keras agar  mendapatkan pendonor sekaligus mengecek satu per satu PMI mana yang menerima donor plasma.

“Awal-awal berdirinya komunitas ini kami bekerja keras. Harus cek semua PMI mana yang melayani donor plasma, syaratnya apa saja, karena setiap PMI syaratnya beda-beda, makanya kami harus tahu supaya bisa memberikan informasi ke pendonor. Kami akhirnya mendata semua PMI,” urainya.

Tujuannya agar pemohon mendapatkan donor plasma di kota tempat tinggalnya. Sebab pemohon dan pendonor plasma paling banyak justru dari wilayah lain. Jabodetabek, Semarang, Jogjakarta dan Bandung.  PMI yang melayani donor plasma umumnya tersebar di kota-kota besar.

Untuk mengecek PMI ini, dibutuhkan waktu tidak sebentar. Setiap PMI di berbagai kota memiliki ciri khas sendiri. Misalnya PMI di kota A mensyaratkan penyintas yang mengalami gejala, tidak memperbolehkan penyintas OTG, tingkat sembuhnya maksimal dua bulan dan lain sebagainya. Antar PMI pun syaratnya berbeda-beda sehingga tim Plasmahero.id harus bergerak cepat agar pemohon segera mendapatkan plasma.

Satu bulan berdiri, Plasmahero.id hingga sekarang telah menghubungkan ratusan pendonor dan pemohon di seluruh Indonesia. Total pendonor mencapai 300 lebih penyintas dan sekitar 260 pemohon.

“Waktu awal terbentuk, banyak sekali yang daftar. Kami ada tiga kontak person sehari sekitar 50-70 pesan yang masuk,” katanya. “Kebanyakan pemohon yang banyak, padahal diawal buat poster Plasmahero.id itu hanya untuk ke teman-teman dokter, ternyata broadcast itu cepat sekali, yang menghubungi se-Indonesia,” sambung Ariani.

Dengan banyaknya pemohon dan penyintas Covid-19 yang berminat, Plasmahero.id akhirnya berlakukan seleksi ketat. Di antaranya harus mengisi form pada Google form yang nantinya dapat dijadikan sebagai data base apakah memenuhi syarat atau tidak.

Di dalam Google form tersebut dapat diketahui apakah penyintas Covid-19 memenuhi syarat mendonor atau tidak. Mereka lakukan skrining. “Tim kami yang verifikasi, semisal yang memenuhi syarat nanti ada pemohon di kota A golongan darah O kami hubungkan. Kami kumpulkan berdasarkan golongan darah dan kota,” jelas Kepala Divisi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUB RSSA Malang ini.

Diakuinya banyak penyintas Covid-19 yang tidak mengetahui bagaimana syarat menjadi pendonor. Sehingga relawan Plasmahero.id harus detail dan jeli menjelaskan syarat-syaratnya. Lantaran pemohon sangat banyak, terkadang tim Plasmahero.id menyarankan pendonor untuk menghubungi PMI yang melayani donor plasma di kota tersebut.

Melihat banyaknya manfaat komunitas ini, beberapa waktu lalu tim Plasmahero.id mendapat undangan Satgas Covid-19 pusat, Kominfo dan PMI untuk membuat portal website pendonor plasma. Data base yang dimiliki oleh Plasmahero.id akan diambil alih agar pemohon dan penyintas Covid-19 dilayani dalam satu pintu.

“Kami menjaga privasi  pendonor. Kami tak berani share nomor HP mereka di media sosial. Karena kadang pendonor tidak nyaman ditelepon pemohon atau dipaksa mendonorkan plasma.  Kami tanyakan berkenan atau tidak nomornya di share ke pemohon, kalau mereka keberatan kami tidak akan share nomornya,” papar perempuan asli Malang ini.

Selain itu tim Plasmahero.id jeli dalam verifikasi pendonor maupun pemohon. Seleksi pemohon pun terbilang ketat guna menghindari hal-hal tidak diinginkan.  “Pemohon kami minta untuk mengisi Google form, di sini agak ketat harus upload bukti bahwa dia memang butuh plasma. Ini juga untuk menghindari orang yang isolasi mandiri di rumah tapi panik membutuhkan plasma,” jelasnya.

Di komunitas ini Ariani dibantu Co-founder Andre Wicaksono dan tim relawan. Mereka terdiri dari Fadli Kesuma , Ella Novita Holli, Zalfa Daulah, Dwi Andhika, Azmirfani Diti Arahman, Irwanto Yuli Pradana dan Gita. (Linda Epariyani/van)