Cik Gu dan Orange

NEW MALANG POS‘’Cik Gu (guru, red), bikin konsep dan desain paling oke! Bikin dua atu tiga pilihan, nanti kita pilih bersama. Pokoknya ciamik. Segera!”

Ungkapan Direktur Utama New Malang Pos Sudarno Seman saat itu membuat pikiran saya langsung pusing dan bingung. Betapa tidak, selepas dari Malang Post, saya selaku Koordinator Artistik ‘dipaksa’ keluar dari desain mainstream koran yang sudah saya geluti puluhan tahun. Waktunya juga singkat. Harus jadi dan harus bagus. 

‘’Apa ya, Apa Saya sanggup?’’ batin Saya saat pusing.

Tapi pusing saja tidak mengalirkan solusi. Akhirnya, saya berkolaborasi dengan Angga (sayang, Angga memilih resign sebelum kita cetak edisi perdana). Guest Gesang, Manager Liputan dan Web juga sangat aktif membantu untuk mencari desain baru koran New Malang Pos.

Maka, tiap malam hampir seminggu di pertengahan bulan Juni itu, kami para artistik membuat desain masing-masing. Mencari format yang terbaik. Saya menekankan filosofinya: Header New Malang Pos harus beda, font juga harus beda dan ada warna baru yang jadi ciri khas. Saya dan Angga kemudian mengeksplore kemampuan untuk menawarkan yang baru.

Memang terasa sangat dikejar waktu. Apalagi ada deadline dari Pemimpin Redaksi Abdul Halim, bahwa sebelum tanggal 20 Juni, sudah harus fiks dan bisa dipresentasikan di hadapan direksi dan karyawan. Dari beberapa karya yang sudah jadi, kemudian mengerucut ke tiga model yang bisa diusulkan.    

Yang pasti, filosofinya sudah kena. Header menjadi di sebelah kiri, tidak di bagian atas halaman dan posisi di tengah. Fontnya juga beda dan yang paling baru, ada warna gold pada tulisan New. Tapi karena warna Gold butuh tinta khusus, maka dieksplore kembali warnanya. Guest menawarkan warna orange. Dasarnya karena orange itu cerah dan segar.

‘’Orange itu: matahari terbit. Arti lain, perpindahan dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Siang ke Malam. Matahari akan terbit, dan matahari akan terbenam,’’ kata Guest menjelaskan filosofi warna Orange.

Saya bersama Pemred Abdul Halim pun berdiskusi dan mencoba menganalisis dengan roda warna. ‘’Mas Halim bilang, cocok. Warna Orange dalam Roda Warna ini sama persis dengan cat Rumah Kita, markas New Malang Pos. Orange warna yang pas. Cerah, segar dan semangat,’’ ujar Mas Pemred yang meyakinkan saya.

Akhirnya, warna Orange itulah yang kemudian dipilih dan ditampilkan dalam presentasi 20 Juni, kali pertama di Rumah Kita. Khususnya tampilan halaman utama dan model Id Card. Semuanya didominasi khas warna Orange. Dan Direksi akhirnya memilih sesuai dengan pilihan yang kita tawarkan. Ya koran yang Anda semua baca sejak 1 Juli 2020 lalu hingga saat ini. 

Coba anda amati secara detail New Malang Pos sekarang. Rasanya sudah beda, khan? Mulai dari warna, pemilihan huruf dan yang paling menarik yaitu Header. Apa itu Header? Header yaitu logo New Malang Pos yang berada di atas sendiri. Kalau koran lain mayoritas di atas bagian tengah, New Malang Pos, tampil beda. Berada di sisi kiri, memilih tidak sama dengan koran umum lainnya.

Kenapa? Karena kita Tim Artistik yang berjumlah lima orang (Abdi Hasyim (coordinator), Ahmad Susilo, Siti Nurchasanah, Tri Haryanto, dan Achmad Mujamil betul-betul mengusung semangat baru: SEGAR DAN PENUH INOVASI KREATIF. Itu terinspirasi dari tagline yang dilontarkan Dirut Sudarno Seman, yaitu New Normal, New Era, New Spirit saat pulang dari The Saguara Taman Dayu, 6 Juni 2020 lalu. Dan saat launching, tagline itu dilengkapi: New Normal, New Era, New Spirit, New Malang Pos. #Asli Korane Arek Malang #Bukan Koran Baru. 

Artistik New Malang Pos era ini betul-betul mengusung semangat baru, bekerja secara tim. Semua dimulai dari hal kecil, obrolan-obrolan ringan dengan Pemred saat menggarap halaman satu. Obrolan-obrolan itu yang kemudian melahirkan bagaimana halaman satu kemudian muncul blok tipis dengan berbagai warna, yang sampai akhirnya menjadi ciri. Dan ciri warna khasnya tetap Orange.

‘’Saya setuju, diblok warna. Jadi tampilannya beda dengan koran lain. Dan bisa paling menonjol. Menjadi ciri khas New Malang Pos,’’ ujar Chairman New Malang Pos.

Keterbukaan antar tim, kolaborasi antar personel dengan redaksi yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk visual yang ciamik. Inilah yang menjadi ciri kinerja Redaksi dan Artistik New Malang Pos. Hampir setiap hari kita selalu juga membahas perwajahan New Malang Pos mulai edisi 1 Juli 2020 sampai sekarang. Tugas dan tanggungjawab juga sudah dibagi secara proporsional. Ada bagian desain iklan yaitu Siti, desain halaman Ongis Nade yaitu Hari, desain halaman pendidikan yaitu Susilo, desain halaman Olahraga dan Batu Agropolitan yaitu Jamil. Dan untuk desain Halaman 1, saya bergantian dengan Hari.

Saya selalu berkolaborasi, misal ada iklan sampai grafis. Seperti pada edisi Headline halaman satu: Pekerja bangunan RSI Unisma yang jatuh dan tewas 4 orang. Dan yang terbaru Laka Kereta Api versus Xenia di Desa Ngebruk, Kamis (10/9) lalu.

Saat itu, sejak sore, semua ikut nimbrung urun rembug. Bagaimana grafis yang terbaik agar tampilan halaman satu ciamik. Semua artistik, Pemred dan sebagian redaktur ikut menelusuri google map untuk tahu persis titik kecelakaan. Tentu sangat serius, karena semua melihat dan mensimulasi kecelakaan kereta itu dengan melihat lokai langsung tapi melalui google map. Meski serius, tak lupa kami juga guyonan sambal mendengarkan lagu ‘Sak Celupan’ yang lagi viral agar suasana tetap terjaga. Tidak tegang maksimal.

Di sini maksud guyon saya adalah serius. Dan serius tapi guyon. Lah itu semua demi untuk manjadikan suasana tetap baik, demi menjaga mood. Karena kalau mood baik bisa saya katakan lebih dari 90 persen hasil juga baik. Baiknya artistik adalah baiknya Perwajahan New Malang Pos pada esok harinya.

Itu juga hasil kolaborasi antar personel artistik, Pemred, Manager Liputan dan Web dan Redaktur. Mulai dari tahap perencanaan sampai eksekusi. Mulai dari masukan dan ide dari tim Artistik sendiri sampai ke tahapan kontrol semua halaman. Mulai halaman 1 sampai 12 oleh Mas Pemred.

Saya dengan tim artistik yang lain jujur sih sebenarnya di awal-awal juga ragu, apa mungkin kita bisa berkarya beda dari sebelum-belumnya. Maksudnya beda dari koran kita dulu. Bukan apa-apa karena kita semua rata-rata sudah lebih dari 6 tahun di media koran. Bahkan ada yg lebih dari 18 tahun.

Jadi untuk meninggalkan teknik dan kebiasaan lama, tentu sangat berat. Tapi ternyata setelah kita terjuni dan banyak melakukan eksplorasi ide, gagasan dan langsung ke aplikasi, Alhamdulillah Tuhan memberikan jalan terbaik dan bisa.

Semua juga buah dari arahan dan dorongan semangat Chariman New Malang Pos Juniarno Djoko Purwanto (Bos Pur), Dirut Sudarno Seman dan Direktur Hari Santoso dan semua pimpinan lainnya. New Malang Pos benar-benar lahir dari semangat, keceriaan dan penuh dengan inovasi yang disimbolkan dengan warna ORANGE.

Dan tidak disangka pula warna itu juga menjadi warna Rumah Kita, markas New Malang Pos Rumah Kita, hehehe. Memang serba kebetulan ya atau memang sudah takdirnya seperti ini. Ah Saya tidak tahu. Yang pasti Orange adalah KITA. KITA adalah Orange dan Orange itu New Malang Pos.

Oh ya ada yang lupa. Di awal tulisan ada, kata Cik Gu. Siapa itu Cik Gu? Biar semua jelas, Cik Gu adalah panggilan Dirut Sudarno Seman dan Direktur Hari Santoso kepada Saya. Karena saya juga sampai sekarang adalah guru di SMK di Pakisaji hehehe.(abdi hasyim)