Cemburu, Teman Wanita Disiram Air Keras

RILIS: Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penyiraman air keras.(IPUNK PURWANTO/Newmalangpos)

Korban Tewas Setelah Sebulan Perawatan di RSSA Malang

NewMalangPos, MALANG-Entah ‘Dewa Asmara’ apa yang mempengaruhi Muslimin, 36. Karena dibakar api asmara, warga Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang ini, nekat menyiram air keras ke tubuh Novi Anggraini, warga Dusun Jambu, Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.

Akibat kejadian itu, Novi mengalami luka di sekujur tubuhnya. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bahkan nahasnya, meski sempat menjalani perawatan di RSSA Malang selama sebulan, Novi akhirnya meninggal dunia.

Sementara Muslimin yang sempat kabur usai kejadian, berhasil diamankan Satreskrim Polres Malang akhir pekan lalu. Kemarin kasusnya dirilis Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

“Tersangka ini kami tangkap berdasarkan penyelidikan yang dilakukan anggota Satreskrim. Berdasarkan petunjuk CCTV di sekitar TKP dan keterangan saksi, akhirnya kami berhasil menangkapnya,” terang Hendri Umar.

Informasi yang diperoleh, hubungan antara tersangka dengan korban adalah teman dekat. Mereka saling kenal sekitar empat bulan lalu. Pertemuan keduanya secara tidak sengaja di sebuah arisan.

Selanjutnya dari perkenalan itu, komunikasi dilanjutkan melalui telepon selular. Rupanya tersangka menaruh hati pada korban. Namun baik korban dan tersangka sama-sama sudah berumah tangga.

Mungkin karena tidak bisa memiliki penuh inilah, akhirnya tersangka menaruh cemburu. Pada tanggal 23 Desember 2020 lalu, korban menemui tersangka. Tujuannya untuk meminta uang sebesar Rp 5 juta. Namun oleh tersangka hanya diberi Rp 3 juta.

Tetapi sebelumnya antara tersangka dan korban terlibat cek-cok mulut. Lantaran kesal dan didorong rasa cemburu yang menggebu inilah, akhirnya membuat tersangka nekat berbuat jahat pada korban.

Sewaktu korban pulang dengan naik motor, tersangka mengikuti dari belakang. Kemudian ketika di Jalan Kampung Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, korban dihentikan.

Kemudian tanpa banyak bicara, tersangka menyiram air keras ke tubuh korban. Setelah itu tersangka langsung kabur. Sementara korban ditolong warga dilarikan ke rumah sakit.

“Tersangka melakukannya mungkin karena cemburu. Dia kami jerat dengan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP dan pasal 353 ayat 2 dan 3 tentang penganiayaan berencana yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegas Hendri.

Sementara itu, tersangka Muslimin mengaku kalau dirinya menyiram air keras ke tubuh korban karena spontan. Alasannya lantaran dirinya sering diminta uang oleh korban.

“Saya jengkel karena sering dimintai uang. Saya dengan dia (korban, red) hanya teman dekat saja. Dengan suami serta keluarganya saya juga kenal dekat,” urai tersangka Muslimin.(dj6/agp)