Bukan Emak-Emak Biasa ala d’forties, Terima Endorse Profesional, Hasilnya untuk Charity

TETAP BERKARYA: Anggota d’forties, Tuti Oktariani, Faris Lovitasari, Andri Palupi, Yuli Inces, Erick Sherly, Risma Listiana dan Ika Ambar Widianti. Mereka terus berkarya untuk sesama.

MEREKA bukan emak-emak biasa. Bertambah umur justru kian semangat berkarya untuk sesama. Dibentuklah grup d’forties. Tujuannya memberi edukasi kepada para ibu rumah tangga menjaga kebugaran tubuh, public speaking hingga table manner. Pelatihan yang diberikan gratis.

Grup ini baru di-launching 22 Desember 2020. Persis pada momen Hari Ibu. Usia anggotanya 37-40 tahun. Tagline mereka tegas, ‘kita bukan emak-emak biasa’ (#kitabukanemakemakbiasa).

Founder d’forties Tuti Oktariani mengatakan ide terbentuknya d’forties terinspirasi terinspirasi dari mature model yang ada di luar negeri. Sementara sebelumnya di Malang belum ada.

“Anggota d’forties ada tujuh orang. Mereka ada yang ibu rumah tangga, banker, pengusaha, influencer maupun MUA,” ujar Okta, sapaan akrabnya. Selain Tuti Oktariani, anggota d’forties yakni Faris Lovitasari, Andri Palupi, Yuli Inces, Erick Sherly, Risma Listiana dan Ika Ambar Widianti.

Mulanya bertujuan memberikan edukasi ke masyarakat khususnya para perempuan, kini d’forties 

langsung berkembang. Hampir satu bulan terbentuk, sudah banyak menerima tawaran endorse. Juga menggandeng beberapa tempat wisata dan kafe untuk mengenalkan diri di tengah masyarakat luas.

Kerja sama dengan tempat wisata dalam bentuk review destinasi berupa video. Dalam penggarapannya mereka tak main-main. Dijamin totalitas dan hasil akhir memuaskan karena video diedit oleh editor yang ahli di bidangnya.

“Sekarang ini sudah banyak banget produk yang masuk untuk diendorse. Kami masih data semuanya, paling banyak produk makanan, hijab sama baju,” paparnya.

Meski telah banyak produk masuk namun d’forties hingga saat ini belum bisa melayani permintaan foto maupun video setiap hari. Sebab semua anggotanya memiliki pekerjaan utama dengan jadwal cukup padat. Pengambilan foto dan video mayoritas dilakukan setiap tiga hari sekali.

Meskipun tak lagi muda namun d’forties memiliki semangat luar biasa untuk berkarya dan membantu masyarakat. Selain endorse, grup ini kerap memberikan beberapa pelatihan kebugaran seperti yoga, kecantikan, public speaking dan table manner.

“Public speaking sangat penting bagi perempuan. Apalagi ketika awalnya perempuan biasa kemudian sang suami diangkat sebagai pejabat. Sangat penting bagi istri berpenampilan menarik, mampu berbicara di hadapan umum dan memahami etika ketika di meja makan,” urai Okta.

Berbagai edukasi yang dilakukan d’forties lebih banyak dituangkan dalam bentuk video dan diunggah ke Instagram d’forties. Sehingga masyarakat dapat menjangkau dan mempelajarinya dimana saja dan kapan pun.

Dalam perjalanannya, d’forties  memiliki beberapa program. Yakni pengembangan diri, charity dan endorse. Pada program pengembangan diri ada beberapa kegiatan seperti mengedukasi masyarakat bagaiamana menghasilkan foto yang bagus hingga membuat video yang menarik. Kegiatan ini turut menggandeng agensi modelling seperti Red Model.

Sementara di program charity, d’forties menyempatkan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan pada hari Jumat. Bantuan akan disalurkan kepada anak yatim maupun duafa di Malang dan sekitarnya.

“Produk endorse pada bulan Februari kami berbayar dengan rincian Rp 500 ribu untuk foto dan Rp 1 juta – Rp 1,5 juta untuk video. Hasilnya sebagian kami salurkan ke anak yatim dan duafa setiap Jumat,” jelas Okta.

Sejak dibentuk, d’forties komitmen memberikan manfaat kepada orang lain. Meng-influence para wanita agar tidak insecure di usia 40 tahun. Justru tetap bisa berkarya serta tak kalah dari anak muda. Semangat itulah yang harus dimiliki para perempuan dari berbagai kalangan, agar tetap mampu memberi manfaat untuk diri sendiri serta orang di sekitarnya.

Agar d’forties dapat mencapai target Okta memberikan sistem seperti asuransi yakni semua anggota wajib menyetorkan bank nama. Daftar nama dan nomor telepon inilah yang nantinya akan diajak untuk bekerja sama dalam berbagai project.

“Bank nama ini agar kami terus berpacu pada target dan membesarkan d’forties supaya dikenal masyarakat luas. Sekarang kami sedang ada project mereview kafe-kafe yang viral,” katanya. (Linda Epariyani/van)