BONDET, Ranjang Pelakor

WANITA dijajah pria sejak dulu

DIBELIKAN perhiasan dan…DIMADU……

ITU sih hanya sebuah lagu, tapi tak masuk di benak si Mentilis, gacoan si Bondet. Biar Bondet nangis gulung koming, nyembah-nyembah agar cintanya diterima tapi Mentilis tetep kekeh, gak mau dimadu.

Hidup memang bagai roda gerobag, kadang di bawah, kadang di atas. Nah ketika roda kehidupan Bondet, warga Kecamatan Kromengan ini lagi di bawah, terperosok galian kabel lagi, hingga gak bisa diangkat.

Hal itu membuat Bondet linglung, kayak orang stress. Bagaimana tidak, biasa hidup kecukupan sebagai pemborong, lha kok tiba-tiba ancorr pesena teloor…..

Meski begitu si Mentil sebagai istri tetap tegar. Bagi Mentil, kalau sudah jadi pilihan, apa pun kondisi suami ya tetap diramut. Gak cuman kalau pas lagi seneng aja, tapi kalau susah langsung ditendang offset keluar lapangan.

Sayangnya Bondet termasuk laki-laki yang tak tahu diuntung. Sudah gak bisa nafkahi keluarga, eh masih juga bikin ulah. Mentil yang setia sehidup semati pun dicerai. Lho kok bisa????

Ya bisa aja wong namanya lakon. Ini semua gara-gara Bondet ketemu dengan si Mentilis, janda semlohai dari Kecanatan Ngajum. Melihat pelakor komes yang memberi lampu hijau, Bondet pun masuk.

Hatinya terkowor-kowor sampek ndlosor. Tak peduli keluarganya sehari makan sekali, sing penting dirinya penak, rokokan lancar, tidur nyenyak di pelukan janda bolong.

Sejak itu Bondet pun lupa tempat berpijak. Dia sering tidak pulang ke rumah, tapi ngungsi di rumah janda bolong yang siap nyokong dompetnya yang bolong. Apalagi ranjang pelakor mentul- mentul kayak springbed.

Bila cinta melekat, tai kucing pun rasa coklat. Demikian pula tempelan bibir merah si janda

bolong membuat Bondet bagai minum tuak Tuban sak jerigen. Mabuk kepayang. Si Mentilis tahu gelagat, ia pun ogah ketika mau dimadu sama si Bondet.

‘’Ogah mas,..ceraikan dulu istrimu baru aku mau,’’ sergah si Mentilis sambil mengurangi jatah yang biasanya diberikan kepada Bondet.

Kayat kerbau diocok hidungnya, Bondet pun hanya bisa bilang HOOH,’’ Ia pun mengajukan

gugatan cerai kepada Mentil. ‘’Isa prei rokokan tenan ki,’’ pikir Bondet.

Bejatnya si Mentilis yang dijadikan saksi dalam persidangan berujar, ‘’Istrinya gak bisa menggoyang di atas ranjang pak, jadi

mas Bondet gak puas,’’ katanya sambil cengar-cengir.(agp)