Bentuk Lembaga Adat dan Perda Kebudayaan

NEW MALANG POS, KOTA BATU-Kongres Kebudayaan digelar Dinas Pariwisata Kota Batu di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Rabu (28/10) lalu. Dalam kongres tersebut mengahasilkan beberapa keputusan. Diantaranya dibentuknya lembaga adat dan pembuatan Perda Kebudayaan yang ditargetkan bisa dibentuk di tahun 2021. Serta beberapa hasil identifikasi permasalahan pokok-pokok pikiran kebudayaan Kota Batu.

Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan bahwa even ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke 19 Kota Batu. Tujuannya untuk memetakan pola pengembangan budaya Kota Batu dengan melibatkan seluruh elemen kesenian dan kebudayaan di Kota Batu.

“Dari hasil Kongres Kebudayaan nantinya akan dibentuk oleh lembaga adat dan ditargetkan bisa dibentuk di tahun 2021. Kemudian lembaga adat akan jadi wadah untuk mengakomodir setiap aspirasi atau pokir hasil kongres,” ujar Arief kepada New Malang Pos.

Ia menjelaskan pokir kebudayaan Kota Batu tertuang dalam dokumen nantinya akan digunakan oleh Disparta sebagai pijakan dalam mengembangkan potensi-potensi kebudayaan. Utamanya yang ada di Kota Batu.

Lebih lanjut, pokir disusun secara sistematis dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di Kota Batu. Agar berjalan maksimal, selain pengembangan kebudayaan Pemkot juga akan melakukan pembangunan infrastruktur dan suprastruktur kebudayaan.

“Pada intinya dalam pokir kebudayaan yang menjadi fokus diantaranya perlindungan atau upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan yang dilakukan dengan cara inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan dan publikasi,” bebernya.

Kemudian pengembangan atau upaya menghidupkan ekosistem kebudayaan, memperkaya dan memperluas. Selanjutnya pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk menguatkan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan dalam mewujudkan tujuan nasional.

“Terakhir adalah pembinaan atau upaya pemberdayaan SDM kebudayaan, lembaga kebudayaan dan pranata kebudayaan dalam meningkatkan dan memperluas peran aktif dan inisiatif masyarakat,” imbuhnya.

Arief menerangkan, untuk Kota Batu juga memiliki potensi kebudayaan yang sangat luar biasa. Potensi tersebut mewakili sepuluh item kebudayaan yang tertuang dalam UU nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Potensi itu meliputi permainan tradisional, teknologi tradisional, peninggalan sejarah dan seni budaya sudah yang dimiliki Kota Batu.

Sementara itu Wakil Walikota Batu Ir. Punjul Santoso M.M mendukung program yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Karena menurutnya hal tersebut merupakan cikal bakal untuk inventarisasi nilai-nilai budaya di masyarakat Kota Batu.

Kemudian lanjut dia, bisa dikolaborasikan dan dijadikan materi dalam menyusun regulasi berupa Perda terkait pengembangan kebudayaan. Sehingga bisa mewujudkan visi Desa Berdaya Kota Berjaya dengan melibatkan pelaku kebudayaan.

“Melalui Perda nantinya desa/kelurahan bisa membuka saluran komunikasi melalui pemangku adat. Serta mampu mengintegrasikan segala aspek kebudayaan yang sebelumnya tercerai berai,” bebernya.

Tak hanya itu dari kongres yang digelar bisa memiliki nilai lebih untuk menarik wisatawan melalui desa wisata berbasis kultur. Sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan wisata selain pariwisata artifisial atau buatan.

Pada kegiatan itu, hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim Sinarto yang memberikan apresiasi terhadap Kongres Kebudayaan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Batu. Ia menyampaikan, aspek kebudayaan menjadi hal penting untuk diperhatikan. Karena kebudayaan merupakan internalisasi nilai-nilai luhur dalam kehidupan manusia. (eri/adv/jon)