Banjir Lamaran Pelatih

Arema FC Prioritaskan Pelatih Asing

NewMalangPos, Malang – Posisi pelatih Arema FC akan kosong setelah 17 Februari 2021. Namun, manajemen tim belum terburu-buru mendapat kandidat yang tepat. Meskipun, sejumlah nama sudah dikantongi, di antaranya dari banjir lamaran yang diterima tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Sebelumnya, manajemen Arema FC sudah memastikan bila mereka tidak memperpanjang kontrak Carlos Oliveira yang akan berakhir Rabu (17/2) lusa. Mereka mengisyaratkan berburu pelatih anyar, namun tidak ingin menghilangkan ciri khas Latin yang sudah dibangun sejak 2020 lalu.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menuturkan, klubnya menginginkan calon pelatih Arema sudah punya pengalaman menangani klub di Asia Tenggara. Lebih baik lagi, sudah pernah menukangi klub Indonesia.

“Kalau enggak, ya Asia. Jangan sampai gak pernah sama sekali (menangani klub di kawasan Asia, red). Wah berat itu,” kata Ruddy.

Berbicara soal bursa pelatih Arema FC selanjutnya, ia menegaskan bila timnya memilih pelatih asing dan menaruh minat pada pelatih yang berasal dari Amerika Latin.

“Pelatih khas Amerika Latin itu simpel dan gampang dimengerti untuk pemain Indonesia. Itu alasannya,” ujar Ruddy kepada New Malang Pos.

Hal ini pun terlihat dari dua nama terakhir yang menjadi juru taktik Singo Edan. Mereka adalah Mario Gomez asal Argentina dan Carlos Oliveira asal Brasil.

Ruddy tampaknya masih penasaran dengan gaya bermain ala Amerika Latin yang urung unjuk gigi di 2020 lalu.  Sekalipun begitu, Ruddy menyebutkan pelatih Arema FC tidak wajib dari Amerika Latin. Ia membuka peluang pelatih Eropa kembali yang menangani timnya. Dengan catatan, negara asal pelatih Eropa ini punya gaya main mirip.

“Saya maunya gaya bermain kalau di Eropa itu kayak Portugal. Yang berbau Amerika Latin,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pelatih Eropa selain negara tersebut umumnya punya implementasi strategi yang tinggi atau terlalu jauh untuk standar pemain Indonesia. Imbasnya, pemain sukar memahami keinginan pelatih.

Menurut dia, pelatih Eropa kerap menyamakan kondisi pemain Indonesia dengan Eropa. Padahal, dari segi makanannya saja sudah beda.

“Ya walaupun sebenarnya, rekor di Arema dan Indonesia itu lebih berprestasi pelatih-pelatih Eropa,” tutur dia.

Sebelum dua pelatih Amerika Latin, Arema FC pernah mengontrak Milomir Seslija asal Bosnia untuk musim 2019 dan Milan Petrovic asal Serbia di musim 2018.

Sejauh ini, diakui Ruddy bila tawaran mulai berdatangan. Hal itu bisa jadi imbas pernyataan manajemen yang tidak lagi memperpanjang kontrak Carlos Oliveira.

“Sepertinya begitu Arema dikabarkan tidak memperpanjang kontrak pelatih, langsung banyak tawaran atau lamaran. Ada kalau sembilan nama,” papar dia sembari tertawa.

Menurut dia, pihaknya kini tengah menginventarisir nama-nama tersebut. Pria asal Madiun itu menyebutkan, sedang mendalami CV dari para pelatih sembari menunggu regulasi dan pengumuman resmi kompetisi. (dj8/ley)