Bandar Pil Koplo Diringkus

NMP
BANDAR NARKOTIKA: Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menunjukkan dua tersangka pengedar pil koplo dobel L beserta barang bukti yang diamankan.(M FIRMAN/Newmalangpos)

Amankan 2,4 Juta Butir, Ibu Muda Sukun Jadi Pengedar

NewMalangPos, MALANG-Unit Reskrim Polsekta Sukun berhasil mengungkap narkotika jenis pil koplo dobel L dalam jumlah besar. Yakni dengan barang bukti sebanyak 2.492.000 butir pil koplo. Pengungkapan ini adalah yang terbesar di bulan Januari 2021.

Selasa (12/1) kemarin, kasus narkotika ini dirilis Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata. Berikut dengan barang bukti serta dua orang tersangka yang menjadi bandar dan pengedar. Salah satunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Yakni Dwi Trisna Rahmawati (DTR), 26, warga Jalan Rajawali Kecamatan Sukun. Sedangkan satu lagi adalah Anang Agus Sasminto (AAS) alias Bolang, 32, warga Jalan Menco Kecamatan Sukun, yang berdomisili di Jalan Abdilah, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis.

“Mereka ini satu komplotan. Keduanya sudah saling kenal sejak dua tahun lalu,” ucap Leonardus Simarmata.

Baca Juga: Vaksinasi Kota Batu Mundur Februari

Pengungkapan kasus yang patut mendapat reward ini, bermula dari tertangkapnya seorang pengguna pil koplo dobel L berinisial AL, di pinggi jembatan Jalan Klayatan III Sukun. AL yang menjadi saksi, mengaku mendapat pil setan tersebut dari DTR.

Dari pengakuan itulah, polisi lantas mengembangkan kasusnya. Hasilnya petugas menangkap DTR di rumahnya. Barang bukti yang diamankan dari wanita ini sebanyak dua botol.

“Satu botol berisi seribu butir. Sehingga kalau dua botol menjadi ada dua ribu butir,” jelas Leonardus.

DTR ketika diperiksa mengaku mendapat pasokan pil koplo dari tersangka AAS alias Bolang. Sebotol berisi seribu butir dibeli dengan harga Rp 650 ribu. Polisi kembali mengembangkan kasusnya.

Alhasil Bolang ditangkap di rumahnya di Jalan Abdilah, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis. Polisi juga mengamankan barang bukti 75 botol, dimana setiap botolnya berisi seribu butir. Serta 117 kantong plastik, masing-masing kantong berisi seribu butir pil koplo.

Masih belum berhenti di sini. Polisi kembali mengembangkan kasusnya. Petugas meminta Bolang menunjukkan barang bukti lainnya. Akhirnya ditunjukkan di sebuah gudang di Jalan Tenis Meja, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru.

Baca Juga: Anggota Dewan Tinjau Lokasi Banjir di Tanjungrejo

“Di dalam gudang tersebut, kami berhasil mengamankan 23 kardus yang berisi 2,3 juta butir pil dobel L,” ujarnya. Semua barang tersebut akan diedarkan di wilayah Malang Raya.

Dalam pemeriksaan, tersangka AAS alias Bolang mengaku mendapat pasokan dari seorang temannya di Jakarta. Barang dikirim melalui ekspedisi kereta api. Pengirim di Jakarta diakui berinisial M, yang kini masih diburu.

“Ketika mengirim barang mengatakan hanya berisi obat. Tetapi tidak dijelaskan klasifikasi obat apa. Pengiriman barang itu diakui dilakukan setiap bulan,” tuturnya.

Polisi saat ini masih mendalami kasusnya. Selain memburu M yang menjadi pemasok, juga mengembangkan ke jaringan pengedar lainnya di wilayah Malang Raya. Terutama pengedar di wilayah Kota Malang.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka DTR dan AAS alias Bolang dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun kurungan penjara.(dj7/agp)