Arak Hewan Kurban Sebelum Disembelih

NEW MALANG POS – Warga Jalan Gatot Subroto, Temenggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang punya tradisi unik dalam merayakan hari raya Idul Adha 1441 H. Tradisi itu mengarak hewan kurban sebelum disembelih oleh para pemuda karang taruna “Euforia Temenggungan”. Tradisi ini telah dilakukan selama 44 tahun.

Meski ditengah pandemi Covid-19, mengarak hewan kurban ala pemuda kampung Tumenggungan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Puluhan hewan kurban warga dibariskan sesuai dengan jenisnya. Bukan hanya kambing, sapi pun turut diarak. Ada 81 ekor kambing dan 9 ekor sapi diarak dengan diringi lantunan salawat dan takbir. Selain itu, ada yang membawa banner, spanduk, balon, bahkan bom asap juga suar atau flare layaknya sebuah karnaval.

Uniknya, sebagian hewan kurban yang diarak terlihat panik dan berlarian sehinga membuat para panitia yang memeganginya kewalahan dan ikut berlarian memegangi para hewan tersebut. Namun ini menjadi keseruan tersendiri bagi seluruh masyarakat Temenggungan ketika hari raya Idul Adha.

Ketua panitia Idul Kurban, Maulana Ababil mengatakan, momentum kurban tahun ini sangat spesial karena berdekatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga tradisi kolosal warga Temenggungan ini dibuat semarak mungkin sekaligus merayakan hari kemerdekaan.

“Soal diarak, ini untuk memuasakan hewan kurban agar aliran darah yang keluar lancar dan daging jadi segar. Karena sudah menjadi tradisi kampung dan tradisi ulama NU (Nahdlatul Ulama) di Kampung Temenggungan. Kami melestarikan tradisi itu,” kata Maulana sapaan akrabnya kepada New Malang Pos.

Ia menambahkan, tradisi ini dijalankan sejak 1975 oleh para ulama setempat. Arak-arakan atau semacam karnaval hewan kurban dilakukan memutari kampong, mulai dari Jalan Gatot Subroto, Jalan Ariesmunandar, Jalan Zainul Arifin, kemudian ke Jalan KH Ahmad Dahlan, dan kembali ke Jalan Gatot Subroto.

“Ini merupakan momen yang ditunggu bagi warga selama satu tahun sekali. Mereka menantikan tradisi itu di pinggir-pinggir jalan raya yang dilalui oleh arak-arakan hewan kurban ini. Respon warga juga sangat antusias, banyak yang mengabadikan momen ini menggunakan kamera di ponsel pintar mereka,” ungkap dia. (gim/aim)