3 Bocah Hilang 5 Jam, Jagad Maya Heboh

SEMPAT HILANG: Ketiga bocah asal Perumahan Sulfat Inside setelah ketemu dan dikembalikan pada keluarganya.(NMP-IST)

NewMalangPos – Tiga bocah asal Perumahan Sulfat Inside, Kelurahan Bunul, Kecamatan Blimbing, Kota Malang buat heboh, Minggu (14/2) malam. Mereka bertiga sempat dikabarkan hilang oleh orangtuanya. Pasalnya sejak bermain pukul 16.30 hingga malam pukul 20.00 ketiganya tidak pulang rumah.

Sempat ada yang menduga ketiganya diculik. Kabar hilangnya Kelp 4, Dave, 6 dan Yahya, 7 ini, juga langsung tersebar di jagad maya. Foto ketiganya tersebar di berbagai Grup WhatsApp (WA) komunitas. Kepolisian dari Polsekta Blimbing dan anggota SAR Malang langsung mendatangi lokasi guna mencari kebenaran informasi.

“Informasinya mereka main sepeda bersama teman-teman sebayanya. Tiba di lokasi, ada satpam yang tahu bila mereka pisah dengan teman-temannya. Menaruh sepeda terus pergi keluar dari gerbang perumahan,” ujar anggota SAR Malang, Agus Mardiko.

Namun selang lima jam lebih, akhirnya ketiga bocah itu ditemukan. Mereka ditemukan  warga bernama Roro Pujiwati, 29, di pertigaan Jalan Danau Toba menuju Jalan Ki Ageng Gribig. Posisi mereka sedang berlarian di tengah guyuran hujan deras.

Roro mengejar ketiga bocah ini setelah dia keluar dari warung makan bertemu dengan pedagang jagung keliling. Pedagang itu meminta tolong untuk mengejar ketiga anak kecil karena hujan-hujan. “Awalnya tidak mau diantar pulang, akhirnya saya ajak ke rumah,” tutur Roro.

Setiba di rumah, Roro mengganti pakaian mereka yang basah kuyup. Lalu menanyakan tempat tinggalnya. Dijawab oleh Dave, kalau tinggal di Taman Sulfat. “Lalu saya minta suami untuk mengantar mereka dengan mobil. Tetapi ketiga anak itu bersikukuh tidak mau pulang. Akhirnya saya bujuk jalan-jalan. Begitu mau, kendaraan langsung saya arahkan ke komplek tempat tinggalnya,” jelas dia.

Karena tidak tahu siapa nama orangtua dan alamat pastinya, Roro menanyakan ke satpam komplek Sulfat Inside. Dari sinilah Roro langaung diarahkan pada keluarga ketiga anak yang sudah panik sejak sore.

Begitu tiba di rumahnya masing-masing, orangtua ketiga bocah langsung menyambut. Mereka langsung memeluk dan menggendong anaknya. Air mata kesedihan berubah menjadi kebahagiaan setelah anaknya kembali ke pangkuan mereka.

“Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu,” ucap Wiwik Widayati salah satu orangtua ketiga bocah itu sembari memeluk dan mencium anaknya.

Kanit II Reskrim Kapolsekta Blimbing Ipda Rudi Handoko, meminta orangtua untuk lebih berhati-hati dan waspada mengawasi anak-anaknya. Kejadian seperti ini diharapkan tidak sampai terulang lagi. “Orangtua paling tidak bisa menjaga anaknya. Anak seusia itu belum tahu apa-apa. Harus betul mengawasinya, apalagi masa pandemi seperti ini,” pungkasnya.(dj7/agp/van)