2 Hari Vaksinasi 4.614 Orang

Tambahan Sinovac Tiba, Warga Mulai Didata

NewMalangPos – Vaksinasi Covid-19 di Malang Raya dikebut sejak dicanangkan, Kamis (28/1) lalu. Hingga Jumat (29/1) kemarin tercatat 4.614 tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes di Kota Malang, Batu dan RSSA telah divaksin tahap pertama. Pendataan warga calon penerima vaksin pun mulai dilakukan.

Rincian nakes yang sudah disuntikvaksin jenis Sinovac dalam dua hari terakhir yakni, di Kota Malang 1.523 nakes dari jumlah 12.520 nakes. Kota Batu sebanyak 269 nakes termasuk tokoh yang disuntik. Khusus RSSA Malang juga melakukan vaksinasi 2.822 nakes dan non nakes, kemarin. Pemkab Malang memulai vaksinasi Sabtu (30/1) hari ini.

Terbaru Kota Malang mendapat kiriman tambahan vaksin sebanyak 14.080 dosis, kemarin. “Sudah ditambah, tadi siang (kemarin,red) datang. Jadi sekarang total dosis vaksin Kota Malang 24.320 dosis vaksin,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang Sri Winarni.

Targetnya akhir Februari mendatang sudah beres tahapan vaksinasi untuk nakes. Selanjutnya prioritas kedua yakni pelayan publik dan aparat pemerintahan. Barulah di tahap ketiga masyarakat umum.

Untuk masyarakat umum,  Dinkes Kota Malang mulai melakukan pendataan. Teknisnya koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait, di antaranya Dispendukcapil dan BPJS Kesehatan Cabang Malang.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 571 ribu warga sudah terdata. Sementara itu menurut data Dispencukcapil Kota Malang, per Januari 2021, warga Kota Malang sebanyak 933.739 jiwa. Maka warga yang terdata mendapatkan vaksin Covid-19  mencapai 61,15 persen.

Sri Winarni menjelaskan data ini masih bisa bertambah atau bahkan berkurang. Pasalnya data kependudukan pun fluktuatif atau dinamis sifatnya. “Yang 500 ribu warga ini adalah warga yang tercatat masuk syarat di usia. Yakni dari 18 hingga 59 tahun,” ujarnya.

Dari data dengan klasifikasi usia ini, nantinya di-update lagi dengan melakukan pencocokan dengan data BPJS Kesehatan Cabang Malang. Tujuannya memetakan riwayat kesehatan warga yang sudah memenuhi syarat usia vaksin.

“Nanti yang sudah masuk dalam kriteria penerima vaksin akan diinfokan melalui SMS ke masing-masing warga,” tandas perempuan yang juga menjabat Asisten I Setda Pemkot Malang ini.

Sementara itu Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mulyanto Diyono membantah bahwa dirinya tak berkenan divaksin. “Saya tidak pernah bilang seperti itu (mengatakan ia tidak berkenan,red),” tandasnya saat menjawab konfirmasi New Malang Pos melalui chat WhatsApp (WA) kemarin. Padahal sebelumnya Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan Totok belum berkenan divaksin. Leonardus pun tak bisa mengintervensi Totok atas sikap tersebut. 

Hanya saja, Totok juga tidak memberikan jawaban pasti apa yang menjadi alasan ia tidak jadi menjadi perwakilan Polresta Malang Kota dalam kegiatan pencangan vaksin, Kamis (28/1) lalu. Saat kembali ditegaskan apa alasannya Totok hanya memberikan gambar berisi penjelasan seseorang tidak bisa menerima vaksin. Di antaranya tekanan darah di atas 140/90, berusia di bawah 18 tahun, mengidap penyakit jantung, ada anggota keluarga serumah yang dirawat karena Covid-19, dan beberapa alasan kesehatan lainnya.

Saat ditanya apakah kondisi dirinya berkaitan dengan alasan tidak bisa menerima vaksin Covid-19, ia tak memberi penjelasan. Dia  hanya membalas dengan emoji dan stiker menggambarkan pesan ‘jaga kesehatan’.

Sementara itu, kemarin 2.822 nakes dan non nakes  RSSA Kota Malang divaksin. Dari 4.752 nama yang didaftarkan RSSA kepada Dinkes Jawa Timur, baru 2.822 orang yang mendapat e-ticket untuk bisa disuntik vaksin Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kabag Humas RSSA Kota Malang, Dony Iryan Vebri Prasetyo. “Ini data yang kami dapatkan, dari 4.752 tenaga medis nakes dan non nakes yang kami daftarkan ada 2.822 yang mendapatkan e-ticket untuk bisa divaksin pada hari ini (kemarin, red) sampai Minggu (31/1) nanti,” jelas Dony.Proses vaksinasi dilangsungkan pada Jumat, (29/1), di Ruang Majapahit, RSSA.

Direktur Utama RSSA Dr  dr  Kohar Hari Santoso mengatakan vaksinasi ini akan berjalan selama dua kali proses. “Suntikan pertama untuk mengenalkan ke sistem imun ada hal asing yang masuk, suntikan kedua booster sistem imun yang sudah mengenal hal tersebut di tubuh. Puncaknya peningkatan sistem imun nantinya pada bulan ketiga,” jelasnya.

Ia menambahkan, RSSA hingga saat ini sudah disediakan 3.500 vaksin oleh Dinkes Jatim. 

Di Kota Batu, tercatat  630 nakes yang dijadwalkan dua kali vaksinasi dari vaksin yang datang pada hari pertama sebanyak 1.280 vaksin.  Kemudian pada dropping kedua ditujukan pada 920 nakes dari 1.840 vaksin yang datang kemarin. Vaksinasi tersebut ditargetkan selesai pada akhir Februari. 

“Untuk vaksinasi tahap I di Kota Batu diprioritaskan pada nakes. Total nakes yang diajukan untuk Kota Batu sejumlah 2.033 orang. Dua hari ini (Kamis dan Jumat) sudah 269 nakes yang divaksin termasuk Forkopimda atau tokoh masyarakat,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati.

Setelah vaksinsi nakes selesai, dilanjutkan pada tahap II yang dilakukan mulai Januari-April 2021.  “Tahap II menyasar petugas layanan publik. Meliputi TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik di terminal, stasiun, hingga perbankan,” bebernya.

Khusus pelayanan publik yang usianya diatas 60 tahun masih menunggu hasil uji klinis. Selanjutnya di tahap III dengan waktu vaksinasi mulai April 2021-Maret 2022.  Untuk tahap III menyasar masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Terakhir tahap IV dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

“Sasaran vaksinasi terkahir ini adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Kebutuhan vaksinasi secara keseluruhan di Kota Batu sebanyak 196.783 orang,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Malang telah menentukan 10 tokoh yang akan divaksin Sabtu (30/1) hari ini. Mereka masing-masing, Wabup Malang i terpilih Didik Gatot Subroto, Plt Ketua DPRD Sodikul Amin, Kajari Kabupaten Malang Edi Handoyo, Wakapolres Malang Kompol Toni Kasmiri, Kepala Staf Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu Mayor Arh Joko Istianto. Selain itu Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM, Kadinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti, Direktur  RSUD Kanjuruhan Dian Suprojo, Ketua PCNU Kab Malang H Umar Usman dan Dedi Setiawan, pemain Arema FC.

Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM, Jumat (29/1) kemarin menjelaskan semua persiapan sudah dituntaskan. “Tenaga vaksinator juga telah disiapkan. Sebelumnya mereka juga sudah diberikan pelatihan,” imbuhnya. (ica/dj7/eri/ian/van)