Berbagi Berkah, Santuni 1500 Anak Yatim

KHIDMAT: Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si bersama Sekertaris Dewan Pembina Yayasan, Dr. H. Mochtar Data, M.Pd (kanan) dalam acara santunan 1500 anak yatim

MALANG, NewMalangPos – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menebar berkah. Bertepatan dengan 10 Muharram 1443 Hijriyah, Kamis (19/8), Unisma menyantuni 1500 anak yatim.

Bertempat di Gedung Bundar Unisma, acara santunan dihadiri 30 anak sebagai perwakilan. Sisanya dikirimkan secara langsung ke panti asuhan atau rumah masing-masing.

Kebahagiaan terpancar di wajah anak-anak yatim yang hadir dalam acara santunan itu. Mereka tersenyum saat Rektor Unisma, Wakil Rektor dan Pengurus Yayasan Unisma memberikan bingkisan dan uang saku.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan kegiatan santunan anak yatim piatu merupakan satu spirit besar yang diusung oleh Unisma.

Terutama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Terbaik di Indonesia ini dengan berbagai macam kemajuan yang dicapainya tidak melupakan program-program yang bersifat sosial kemanusiaan.

Baca Juga :  Teknik Kimia ITN Malang, Ajarkan Edu-water Treatment, Atasi Limbah Batik

Salah satunya dengan menyantuni anak yatim yang digelar rutin setiap tahun. Bahkan tidak hanya pada Bulan Muharram. Di event-event keislaman yang lain Unisma juga istiqomah menyantuni anak yatim.

PEDULI: Wakil Rektor IV Unisma Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. menyantuni salah satu anak yatim yang hadir dalam acara santunan

Misalnya di Bulan Suci Ramadan dan lain sebagainya. “Ini merupakan sikap kami dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sekaligus semangat dalam menjalankan perintah Agama Islam,” ucap Prof Maskuri.

Wakil Forum Rektor seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia ini menerangkan, di masa sulit karena imbas pandemi covid-19 Unisma semakin terbuka untuk melakukan kegiatan sosial. Kampus kebanggaan Nahdhatul Ulama (NU) ini berdiri untuk seluruh kalangan masyarakat. Tidak hanya melalui program akademik, tetapi yang juga dengan program sosial.

Baca Juga :  PANCASILAISME: PERLU KLINIK MORALIA MEDIKA

Kegiatan santunan anak yatim tahun ini terasa lebih berkah. Di tahun-tahun sebelumnya Unisma menyantuni 1000 anak yatim. Tetapi tahun ini meningkat hingga 1500 anak. Dengan ekspansi yang lebih luas ke Kota Batu. “Biasanya kami hanya di Kota dan Kabupaten Malang saja. Tahun ini kita perluas ke Kota Batu,” ungkapnya.

Prof Maskuri menegaskan kegiatan tersebut bertujuan semata-mata untuk berbagi ke anak-anak yatim. Sebab selama ini anak-anak yatim piatu hanya diurus oleh para pengasuh yang peranya luar biasa.

Baca Juga :  MAN 2 Kota Malang Sukses, 27 Siswa Melaju Ke KSN Jawa Timur

Tentu dengan dasar ketulusan dan keikhlasan yang kuat. “Sehingga kami ingin sekali mengambil bagian di santunan Muharram tahun ini. Dan alhamdulilah kami laksanakan secara istiqomah rutin pada setiap event keislaman,” tuturnya.

Sebanyak 1500 anak yatim yang mendapat santunan tidak semuanya dari panti asuhan. Tetapi juga mereka yang tinggal di luar panti. Dalam hal ini melibatkan peran civitas akademika Unisma, untuk menyisir keberadaan anak yatim yang ada di lingkungan rumah masing-masing.

“Kami berharap aksi sosial Unisma kepada anak-anak yatim ini dapat mengurangi beban tugas para pengasuh. Baik yang ada di panti maupun di luar panti,” tutupnya. (adv/imm)

artikel Pilihan