Belum Kantongi Izin Satgas, Empat Daerah di Jatim Absen Laksanakan Sekolah Tatap Muka

Kadispendik Jatim Wahid Wahyudi (Foto: Faiq Azmi/Detik News)

Surabaya, NewMalangPos – Belum dapat rekomendasi dari satgas di daerahnya, empat Kabupaten/Kota di Jawa Timur hingga kini belum menggelar sekolah tatap muka. Empat daerah tersebut yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri

“Hampir semua sudah melakukan uji coba sekolah tatap muka. Di Jatim termasuk percontohan, karena kita sudah uji coba sejak Agustus tahun lalu. Sekarang hanya ada 4 daerah yang belum sekolah tatap muka,” ujar Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Rabu (7/4).

Baca Juga :  Gubernur Resmikan Pusat Studi Jawa Timur

Melansir dari Detik News, Wahid mengatakan keempat daerah tersebut yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri. Wahid menjelaskan salah satu alasan mengapa empat daerah tersebut belum menyelenggarakan sekolah tatap muka. Salah satunya karena belum mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat.

“Izin tetap kembali ke Satgas masing-masing kabupaten/kota. Dalam hal ini yakni Bupati/Wali Kota sebagai ketua Satgas di daerah,” imbuhnya.

Untuk daerah yang sudah membuka kembali aktivitas sekolah tatap muka, Wahid menyebut masih dengan pembatasan sesuai zonasi kabupaten/kota.
Untuk zona kuning, uji coba sekolah tatap muka dibatasi maksimal 50 persen. Untuk oranye, maksimal 25 persen.
Sedangkan untuk zona merah masih belum direkomendasi untuk uji coba sekolah tatap muka.

Baca Juga :  Ironi Sekolah di Tanah Gerak, Bangunan Retak, 3 Ruangan Jadi 6 Kelas

Menurut Wahid, belum ada kasus penyebaran Covid-19 di sekolah selama masa uji coba tatap muka sejak Agustus 2020 lalu. Wahid juga menambahkan proses vaksinasi untuk guru masih berlangsung.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Herlin Ferliana mengatakan proses vaksinasi untuk tenaga guru masih berjalan. Meski begitu, jumlahnya masih belum keseluruhan.

“Sebagian guru dan dosen sudah kita vaksin. Sesuai dengan jumlah vaksin yang ada, jadi belum bisa semua,” kata Herlin. (iwd/dtk/mg3/ley/nmp)