Batu Kembali WFH, Presiden Arema FC Positif Covid-19

Klaster Baru Restoran dan Ponpes di Kota Malang

Malang, NewMalangPos – Rupa-rupa serangan Covid-19 yang mengganas di Malang Raya. Pemkot Batu langsung membatasi jumlah pegawainya yang bekerja di kantor. Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana juga mengumumkan dirinya terpapar Korona. Di sisi lain, kembali muncul klaster restoran hingga pondok pesantren (ponpes).

“Dengan adanya peningkatan angka konfirmasi positif di Kota Batu, Pemkot Batu telah membuat SK perpanjangan PPKM Mikro. Salah satu ketentuannya kembali menerapkan WFH (Work From Home) bagi seluruh OPD di Pemkot Batu,” jelas Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso MM kepada New Malang Pos.

Ia menerangkan untuk WHF sebesar 50 persen, sedangkan Work From Office (WFO) sebesar 50 persen. Kebijakan ini mulai diberlalukan hingga sebulan kedepan dengan pembagian sehari WFH dan sehari WFO.

“Aturan ini kami masih menerapkan bagi pegawai Pemkot Batu, belum secara menyeluruh di tempat umum. Karena di Kota Batu tidak terjadi ledakan penambahan dan klaster baru,” bebernya.

Angka konfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan per hari sebanyak lima orang dalam satu pekan lalu. Informasi yang dihimpun kemarin, tiga pegawai Pemkot Batu terpapar Virus Korona.

Di Kota Malang, muncul sejumlah klaster setelah Jalan JA Suprapto dan Bandulan. Di antaranya rumah makan atau restoran dan pondok pesantren.  Informasi yang diperoleh New Malang Pos, Rabu (23/6) kemarin diduga tiga rumah makan besar ditutup setelah pemilik maupun pegawainya terinfeksi Covid-19.

Di antaranya Dapoer 93 Soehat, Depot Mie Sawahan dan Depot Widari. Menurut informasi, sebanyak delapan pegawai di Depot Mie Sawahan positif Covid-19, sedangkan di Dapoer 93 Soehat, diduga pemilik dan keluarganya juga terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian di Depot Widari Kawi, informasinya enam orang di depot itu terkonfirmasi positif Korona.  

Baca Juga :  Terbiasa dengan Tekanan

Sementara untuk klaster pondok pesantren di Kelurahan Dinoyo. Menurut informasi yang didapat New Malang Pos, terdapat 12 orang di sebuah rumah di Perumahan Puri Nirwana RW 2 Kelurahan Dinoyo positif Covid-19. Rumah ini diketahui digunakan sebagai pondok pesantren dengan total penghuninya 30 orang. Yakni 28 santri dan dua orang pengasuh pondok.

Terkait dua klaster baru ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan adanya informasi dugaan klaster baru tersebut. Husnul membenarkan adanya pasien Covid-19 yang masuk dari sebuah rumah makan di kawasan Kasin, Sawahan.

“Iya informasi yang baru saya dapat, yang masuk di Kasin. Informasinya rumah makan mie,” kata Husnul saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang.

Sementara itu dia belum mengetahui adanya kasus Covid-19 di  Dapoer 93 Soehat dan Depot Widari Kawi.  Namun demikian dia mengakui adanya penularan Virus Korona di Puri Nirwana.

 “Laporan dari teman-teman puskesmas tadi awalnya ada satu orang santri yang sakit. Kemudian diperiksa dan diswab ternyata hasilnya positif Covid-19, tapi dia dibawa ke Jakarta oleh keluarganya. Nah dari situ di-tracing di pondok ada 12 lainnya juga positif saat kita swab antigen,” jelas Husnul.

Mantan Direktur RSUD Kota Malang ini melanjutkan, karena kondisi 12 penghuni ponpes ini baik dan tidak mengalami gejala sedang atau berat maka mereka semuanya isolasi mandiri di rumah tersebut.

Sementara itu Owner Dapur 93 Widya Indrawati membenarkan kabar tersebut. Dapur 93 telah menutup sementara gerainya sejak 7 Juni lalu dan mengistirahatkan 18 karyawannya. “Awalnya seperti flu biasanya, kemudian lama-lama tambah lemas badan, tanggal 12 Juni kami PCR dan hasilnya positif Covid-19, sampai sekarang keadaan saya dan anak sudah membaik tetapi suami saya tidak bisa,” ungkap Widya.

Baca Juga :  Dinkes Kota Batu Rapid Test Pegawai Tempat Hiburan

Hampir dua Minggu berperang melawan Covid-19 Widya dan satu anaknya kini sedang tahap pemulihan. Berdasarkan tes terakhir nilai CT 37 artinya sudah dalam tahap aman namun tetap harus isolasi mandiri selama dua minggu.

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana dan anaknya juga positif Covid-19. Kabar ini disampaikan langsung Gilang melalui akun Instagram (IG) pribadinya. Salah satu pemilik Arema FC itu mengaku mulai merasakan gejala Covid-19 sejak Sabtu (19/6) siang. Dia kemudian melakukan langkah lanjutan untuk memastikan kondisi tubuhnya. Keesokan paginya (20/6), Gilang melakukan tes PCR di rumahnya dan mendapatkan hasil positif.

“Aku ngerasain gejala Covid dari hari Sabtu siang. Minggu pagi swab PCR dan hasilnya positif dengan titer 17,” tulis Gilang di story Instagram Juragan_99.

Pemilik bisnis di lini transportasi dan perawatan kulit itu tengah membatasi aktivitas bisnisnya, sekaligus aktivitasnya bersama Arema FC. Kabar terkini yang disampaikan Gilang, kondisi badannya sedang tidak baik sehingga harus beristirahat total di rumah. “Sudah jalan lima hari dan kondisi badan masih saja lemas, sering drop, flu dan batuk, sesek, dan pusing,” terangnya.

Gilang mengingatkan agar semua tetap taat protokol kesehatan dan menjaga kesehatan diri masing-masing. “Tapi tetap aku lawan dengan pikiran positif agar kondisinya membaik. Mohon doanya ya teman-teman,” ujar dia.

Anak perempuannya yang masih kecil juga mendapatkan hasil yang sama. Tes PCR yang dilangsungkan untuk seluruh keluarga kecil di rumahnya, termasuk pula sang istri Shandy Purnamasari. Shandy menuliskan proses pengecekan kondisi putrinya di story Instagram miliknya.

“Akhirnya berhasil PCR ini. PCR ke 2 dia (anaknya) positif. Semoga hasilnya bagus, karena kemarin udah bagus imunnya,” tulis dia.

Baca Juga :  Beraksi di Darat dan Udara

Kondisi ini yang membuat Gilang absen pada proses pengenalan pemain asing teranyar Arema FC Renshi Yamaguchi dan Adilson Maringa, Rabu (23/6) pagi. Alhasil, proses pengenalan kembali dilalukan seperti biasa di Kandang Singa dengan sistem virtual. Padahal sebelumnya, pada saat pengenalan Diego Michiels, Gilang hadir bahkan sampai mempersilakan klub dan media menggunakan rumahnya sebagai tempat penyelenggaraan konferensi pers.

Media Officer Arema FC Sudarmaji sebelumnya juga sudah menyatakan saat pengenalan pemain kemarin mengatakan presiden klub absen. “Pak presiden lagi sakit, jadi belum bisa hadir di sini,” kata pria yang disapa Darmaji itu. Hanya daja, ketika dikonfirmasi soal kondisi dan sakit apa, belum ada keterangan lebih lanjut yang disampaikan.

Media Officer Arema FC Sudarmaji sebelumnya juga sudah menyatakan saat pengenalan pemain pada Rabu (23/6) pagi bahwa presiden klub terpaksa absen di hari itu. “Pak presiden lagi sakit, jadi belum bisa hadir di sini,” kata pria yang disapa Darmaji itu. Hanya daja, ketika dikonfirmasi soal kondisi dan sakit apa, belum ada keterangan lebih lanjut yang disampaikan.

Sementara itu penutupan lokasi pembangunan pabrik di wilayah Desa Randuagung Singosari oleh Satgas Covid-19 betul-betul dilakukan.  “Kami terus melakukan monitoring dan pengawasan. Tadi bersama Pak Danramil dan Pak Kapolsek ke lokasi area pembangunan pabrik. Dari pantauan kami tidak ada kegiatan,” kata Plt Camat Singosari Agus Nuraji.

Agus mengatatakan, penutupan dan penghentian sementara kegiatan pembangunan pabrik ini akan berlangsung selama tujuh hari. Atau dua hari lebih lama dibandingkan rencana awal lima hari. “Sebelumnya memang lima hari, tapi karena banyak pertimbangan, akhirnya ditambah, menjadi tujuh hari,’’ katanya. (eri/ica/lin/abr/ira/van)