Baru Melahirkan Bayi Kembar, Malah Bunuh diri

TEWAS: Jenazah korban dievakuasi petugas usai ditemukan di Bendungan Sengguruh Kepanjen. Dan insert korban Siti Chotimah semasa hidup.( NMP-M PRASETYO LANANG)

Lompat ke Sungai Brantas, Jenazah Ditemukan di Bendungan Sengguruh

Malang, NewMalangPos – Entah apa yang ada dalam benak pikiran Siti Chotimah, 41. Bukannya bahagia karena baru dua minggu melahirkan anak kembar, dia malah mengakhiri hidup dengan jalan pintas. Kamis (18/3) malam diduga nekat bunuh diri melompat ke Sungai Brantas dari jembatan Dam Blobo, perbatasan Desa Ketapang, Kepanjen dengan Desa Sukonolo, Bululawang.

Jenazahnya ditemukan di trasrack intake gate areal, bendungan PJT / PJB Sengguruh, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (20/3) pagi. Saat ditemukan kondisinya telanjang bulat. Tanpa sehelai benang menempel di tubuhnya.

Usai ditemukan, jenazah langsung dievakuasi. Lalu dilakukan identifikasi awal oleh petugas Polsek Kepanjen dan medis Puskesmas Kepanjen. Baru kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Baca Juga :  2 Hari Makamkan 11 Jenazah Korban Covid-19 di Kota Malang

“Dugaan sementara korban memang bunuh diri. Karena ditemukan sepasang sandal milik korban di atas jembatan Dam Blobo Ketapang,” jelas Kapoksek Kepanjen Kompol Yatmo.

Informasi yang didapat, korban Siti Chotimah merupakan warga asli Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Alamat tersebut sesuai yang tertera dalam KTP miliknya.

Kemudian korban menikah dengan Rudi Sudarwanto, 45, warga Dusun Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen. Korban dinikahi secara siri, karena status Rudi juga masih suami orang. Tetapi sudah pisah ranjang, lantaran tidak bisa memiliki keturunan dengan istri pertama.

Setelah menikah itu, korban tinggal di rumah Rudi. Selama ini sama sekali tidak ada masalah. Hubungan rumah tangganya juga baik-baik saja. Bahkan sampai korban melahirkan bayi kembar sekitar 12 hari lalu.

Baca Juga :  Breaking News, Makelar Tajinan Tewas Dibunuh

“Sehingga wajar kalau pas ditemukan kondisi perutnya terlihat besar, karena korban baru saja melahirkan,” ucap salah satu anggota SAR yang membantu proses evakuasi.

Aminudin, Ketua RW02 Desa Sukoraharjo, mengatakan bahwa korban diketahui hilang pada Kamis malam. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kepergian korban.

Suaminya sedang terlelap tidur di depan TV. Termasuk dengan Rumani, ibu mertuanya juga sedang tidur. Korban diketahui hilang setelah bayinya menangis.

Rumani serta Rudi terbangun. Ia mendapati istrinya tidak ada di rumah. Kemudian ditanyakan kebeberapa tetangga juga tidak ada yang mengetahui.

Baca Juga :  MBAK YOU

Dibantu warga selanjutnya, Rudi melakukan pencarian. Menyusuri beberapa jalan, hingga akhirnya menuju ke jembatan Dam Blobo, Kepanjen. Di atas jembatan itu ditemukan sepasang sandal milik Siti Chotimah.

Lantaran menduga bahwa korban bunuh diri, keluarga lantas membuat surat ke Kepala Desa Sukoraharjo. Tujuannya meminta bantuan SAR untuk melakukan pencarian.

Jumat (19/3) malam, seluruh anggota SAR di Malang berkumpul. Kemudian dibuatkan Posko dan proses pencarian dilakukan Sabtu pagi kemarin. Setelah menyisir Sungai Brantas, tubuh korban akhirnya ditemukan di Bendungan Sengguruh.

Jenazah usai dievakuasi langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Setelah menjalani visum, jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Kecamatan Sukun Kota Malang.(tyo/agp)