Bansos PPKM Sasar Sopir Angkot

Dinas Perhubungan Kota Malang tengah melakukan verifikasi sopir Angkot yang akan menerima Bansos PPKM level 4. (NMP-M.MANSYUR)

MALANG, NewMalangPos – Pemberlakuan PPKM level 4 yang bertujuan membatasi mobilitas masyarakat berdampak kepada para sopir angkutan kota (Angkot).  Pemerintah Kota Malang sedang menyiapkan bantuan sosial (Bansos) bagi sopir angkot atau mikrolet.

Sama dengan PKL dan masyarakat pra sejahtera dan terdampak PPKM, Bansos bagi sopir ini akan mendapatkan Bansos uan tunai senilai Rp 300 ribu. Saat ini masih dalam tahap verifikasi data oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang

“Para sopir ini teralokasikan Bansos. Tapi kami masih melakukan verifikasi. Karena ada sejumlah jalur yang kini tidak aktif,” ungkap Kepala Dishub Kota Malang, Heru Mulyono, Senin (26/7) kemarin.

Baca Juga :  Segera Lelang Pembangunan MCC Rp 100 Miliar

Meski demikian, hingga saat ini, hasil verifikasi menunjukkan ada sebanyak 18 jalur angkutan umum atau trayek dari 25 trayek di Kota Malang yang aktif. Dua diantaranya yang sudah dipastikan tidak aktif ialah angkutan MKS (Mulyorejo Klayatan Sukun) dan JPK (Joyogrand Piranha Karanglo). Sisanya masih terus diverifikasi, termasuk angkutan umum seperti Taksi Bima yang saat ini juga diketahui tidak aktif.

Selain itu, jumlah sopir yang akan mendapatkan Bansos juga tentu diverifikasi. Diperkirakan ada penurunan jumlah sopir dibandingman tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Relakan Gedung Dewan Jadi Safe House

“Jumlah sopir angkutan umum di Kota Malang ini sekitar 900-an orang. Tapi saat ini jumlahnya berkurang. Maka dari itu kami verifikasi ulang,” sebutnya.

Terpisah, Udin, salah satu supir angkot jurusan AJG (Arjosari Janti Gadang) menyambut gembira kabar tersebut. Ia bersyukur pemerintah masih memberikan perhatian bagi sopir angkot yang dirasakannya sangat berat menjalani profesinya selama pandemi.

“Kalau memang benar ada Bansos, kami dan teman-teman sopir lain pasti senang. Karena tahun lalu kami juga dapat Bansos. Apalagi kondisi angkot saat ini sepi. Jadi kami sangat mengharapkan itu untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ujar Udin. (ian/aim)

Pilihan Pembaca