Bank Jatim Peduli Salurkan CSR ke Ponpes An-Nur 1

17
new malang pos
Direktur TI dan Operasi Bank Jatim, Tonny Prasetyo menyerahkan CSR kepada Kepala Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi.

Alat Kesehatan Senilai Rp 152.890.000

NewMalangPos, MALANG -Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur atau Bank Jatim Malang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada salah satu pondok pesantren di Kabupaten Malang. Kamis (25/2), menyerahkan bantuan sarana berupa alat kesehatan (Alkes) kepada Poliklinik  Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang senilai Rp 152.890.000.

 “Penyerahan ini merupakan program Bank Jatim Peduli yang sudah kali ketiga dalam dua bulan terakhir ini disalurkan. Semoga berdampak positif untuk masyarakat, khususnya Ponpes An-Nur 1 Bululawang,” ujar Direktur TI dan Operasi Bank Jatim, Tonny Prasetyo,  usai penyerahan secara simbolis CSR di Aula Alhamid Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Malang.

Dijelaskannya, Sarpras kesehatan yang diberikan akan digunakan untuk menambah fasilitas di Poliklinik milik Ponpes, Poskestren An-Nur.

 “Untuk bantuan yang diberikan ada 4 unit bed untuk pasien, perangkat alat protokol Covid-19, disinfektan, alat tensimeter, oksimeter,  dan nebulizer,” rincinya. 

Tonny menambahkan, Bank Jatim akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat melalui program CSR Bank Jatim Peduli ke depannya.

“Setelah ini program masih akan jalan terus. Untuk wilayah Malang kami masih belum memastikan tempat lainnya. Tapi setiap bulan akan ada di daerah-daerah lainnya,” bebernya.

Penyerahan CSR Bank Jatim Peduli diserahkan langsung Tonny Prasetyo kepada Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi selaku kepala Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1.  Dihadiri pula Pimpinan Bank Jatim Cabang Malang, Herry Setya Yudaka.

“Selama ini bantuan alat kesehatan baru Bank Jatim yang memberikan. Kami sangat bersyukur dngan adanya bantuan ini, sangat bermanfaat. Kami disini mengasuh ribuan santri yang bermukim dan perlu penanganan kesehatan yang optimal,” katanya.

Ia menambahkan, meski memiliki sekolah dengan jurusan keperawatan, alat yang ada masih mengalami kekurangan. Bantuan yang diberikan dirasa sangat diperlukan untuk membantu perawatan.  Diharapkannya, pelengkapan alat kesehatan di Poskestren akan dapat membuka fasilitas untuk membantu masyarakat umum sebagai alternatif rumah sakit ke depannya.

“Dengan bantuan Bank Jatim kami sangat bersyukur. Alat yang ada bisa melengkapi, tidak harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan yang bisa ditangani sendiri. Kami ada dokter yang setiap Sabtu dan Minggu datang ke pesantren,” imbuhnya. (dj6/adv/aim)