Bangun Wisata Terintegrasi, Pusat Penelitian Gula di Pasuruan Akan Jadi Sektor Wisata Edukasi Sejarah

Penandatanganan MoU dilakukan di Pendopo Kota Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom

Pasuruan, NewMalangPos – Upaya Pemkot Pasuruan untuk membangun kawasan wisata terintegrasi masih terus dilakukan. Kawasan wisata terintegrasi nantinya akan menyatukan wisata religi, bahari, edukasi dan wisata sejarah.

Di sektor wisata edukasi dan sejarah, Pemerintah Kota Pasuruan turut menggandeng Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) peninggalan Belanda, yang ada di Jalan Pahlawan. PTPN III yang juga membawahi P3GI telah memberi lampu hijau untuk rencana Pemkot Pasuruan tersebut.

Proses pembangunan wisata edukasi dan sejarah di P3GI dimulai dengan penandatanganan MoU antara Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani. Penandatanganan MoU dilakukan di Pendopo Kota Pasuruan, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga :  16 Daerah di Jatim Berpotensi Alami Hujan Disertai Petir

“Ini adalah program yang sudah lama kami bicarakan. Ini juga cita-cita saya dan Gus Ipul bagaimana perkebunan memberikan kemanfaatan bagi banyak orang,” ujar Abdul Ghani, mengutip Detik News, Sabtu (31/7).

Menurut Ghani, P3GI berdiri di Pasuruan pada 1887 karena saat itu Pasuruan menjadi pusat gula nusantara. Pemerintah Hindia Belanda sebenarnya juga membangun P3GI di Jateng pada 1885 dan di Jabar pada 1886. Namun keduanya tak bertahan lama dan akhirnya dilebur jadi satu di Pasuruan.

Banyak peralatan pabrik gula era Belanda yang saat ini berada di P3GI. Bahkan P3GI saat ini memiliki pabrik gula mini yang masih bisa dioperasionalkan.

Baca Juga :  Berkat Uluran Tangan Bupati Lumajang, Wanita Ini Akhirnya Batal Jual Ginjal Demi Lunasi Hutang

“Peralatan serta bangunan-bangunan lama inilah yang nanti akan dijadikan sebagai objek wisata edukasi dan sejarah. Nanti saya akan minta PTPN I-IV yang memiliki mesin-mesin zaman Belanda untuk disumbangkan ke sini biar bisa melengkapi objek sejarah,” kata dia.

Selain itu, rel kereta beserta kereta jadul juga akan dihidupkan di P3GI. Kebetulan P3GI memiliki lahan seluas 30 hektare dan di lahan kawasan wisata akan dibangun.

Sementara Gus Ipul mengatakan tempat wisata sejarah di P3GI ini nantinya akan terintegrasi dengan wisata religi yang akan dibangun di Alun-alun Makam KH Abdul Hamid, serta wisata bahari di Pelabuhan Tanjung Tembikar.

Baca Juga :  Warga di Blitar Mengeluh Pabrik Susu Akibatkan Pencemaran Limbah

“Jadi konsep utamanya adalah mengintegrasikan kejayaan masa lalu, masa kini dan masa depan. Jadi memanfaatkan cagar budaya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Gus Ipul yang juga mantan Komisaris Utama PTPN III ini.

Menurut Gus Ipul, pihaknya saat ini tetap akan fokus dalam menangani pandemi COVID-19. Sedangkan beberapa SKPD yang saat ini tak memiliki banyak kegiatan karena pandemi, akan membantu menyusun langkah strategis lainnya, di antaranya untuk menyusun rencana pembangunan area P3GI.

“Dengan pembagian ini, maka penanganan pandemi COVID-19 tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

(sun/sun/dtk/mg1/ggs/nmp)

artikel Pilihan