Bangun Rumah Semipermanen di Ampelgading

12
Bersih-Bersih Reruntuhan gempa (NMP-Ipunk Purwanto)

NewMalangPos – Pemilik rumah rusak berat di Kabupaten Malang akibat gempa tak perlu khawatir. Pemkab Malang bakal membangun rumah semipermanen di seluruh wilayah terdampak. Tapi realisasinya secara bertahap.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan pembangunan rumah semipermanen tak hanya di Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo saja. Melainkan di semua kecamatan terdampak. 

“Rumah semipermanen pembangunannya sudah dimulai, nanti dibantu semua, rumah yang sudah diratakan kita bangun dengan konsep bedah rumah,” jelasnya, kemarin.

Sanusi mengatakan, saat ini memang fokus 14 rumah yang telah tersurvei di Desa Jogomulyan lantaran rusak parah. Selain itu telah diratakan serta dilakukan pembersihan puing-puing reruntuhan.

Lokasi lain pembangunan rumah semipermanen, kata Sanusi, menunggu hasil survei dan laporan camat. “Akan dilakukan di semua kecamatan, besok di Ampelgading 100 rumah kita ratakan dulu,” tegas Sanusi.

Ia menilai masih perlu administrasi yang baik terkait pendataan kerusakan sesuai kriteria yang ada. Disinggung mengenai anggaran saat ini masih menggunakan anggaran bantuan yang masuk ke Pemkab Malang dan menunggu pencairan Belanja Tidak Terduga APBD Kabupaten Malang “Sementara dana diambil dari donasi di kabupaten, nanti kita tentukan juga segera,” tuturnya.

Mantan Wakil Bupati Malang ini mengatakan Pemkab Malang berupaya melakukan percepatan, namun titik pembangunan yang telah terencana bakal diprioritaskan.  “Yang jelas kita selesaikan dulu juga yang sudah direncanakan,” tegasnya.

Pembangunan rumah semipermanen disambut warga korban terdampak di Tirtoyudo utamanya di Jogomulyan. Salah satunya rumah milik Suwarni, warga RT 01 RW 01 Dusun Sumbermanggis Desa Jogomulyan. Rumahnya menjadi rumah semipermanen pertama yang bakal dibangun. Ia bersyukur sekaligus pasrah atas bantuan dibangunnya rumah semipermanen.

“Yang penting bisa untuk berlindung, saya sudah nggak punya apa-apa lagi,” ucapnya berkaca-kaca.

Rumah yang sebelumnya dia huni telah diratakan dengan alat berat dan dilakukan penyiapan pondasi. Sebelumnya lokasi rumahnya menjadi lokasi peletakan batu pertama pembangunan rumah semipermanen oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (17/4) lalu.

Ia selama ini hanya mengandalkan tenda darurat dari BPBD untuk tempat tinggal keluarga.

“Saat ini keluarga tinggal di tenda. Anak saya di bawah terpal samping kandang kabing sambi jaga barang, ya mau tidak mau,” tuturnya. (tyo/van)