Mulai Bangun Rumah Rp 30 Juta

11
TNI AU
Personel TNI dan relawan merobohkan rumah rawan ambruk di Dampit pascagempa agar tak membahayakan warga. Pemkab Malang kini fokus bangun rumah semipermanen. (NMP-Ipunk PUrwanto)

Konsep Semipermanen, Atasi Warga Tinggal di Tenda

Lanud Abd Saleh Terbangkan Bantuan ke Senggreng

NewMalangPos – Pemkab Malang kebut bangun rumah semipermanen untuk korban gempa bumi. Targetnya tahap awal di Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo mulai dikerjakan pekan ini.

Selanjutnya di lokasi terdampak lain asalkan para camat segera memberi laporan hasil validasi data.

Khusus pembangunan rumah semipermanen di Desa Jogomulyan sesuai skema perencaanan. Material bangunan berupa pasir, semen dan bahan bangunan lainnya sudah didatangkan di lokasi, Rabu (14/4).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengatakan tahap awal pengerjaan yakni meratakan tanah. Sejak kemarin, anggota BPBD berkolaborasi dengan personel TNI, Polri serta warga berjibaku melakukan pembersihan puing-puing rumah warga yang ambruk.

“Sekarang (kemarin) sampai dengan besok (hari ini) masih pembersihan. Jika dua hari selesai, maka Jumat mulai dibangun. Tapi kalau belum bersih maka menunggu sampai lokasi bersih,’’ kata mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini.

Menurut Wahyu, waktu pembangunan rumah semipermanen estimasinya dua minggu. “Begitu mulai dibangun, estimasi kami dua minggu selesai, dan bisa ditempati,’’ katanya.

Jumlah rumah semipermanen yang dibangun di Desa Jogomulyan, lanjut Wahyu bertambah dari rencana sehari sebelumnya. Terbaru rencananya ada 14 unit yang akan dibangun dari rencana sebelumnya 11 unit. 

“Warga yang dibangunkan rumah semipermanen ini karena rumah mereka betul-betul tidak bisa digunakan lagi atau rusak parah bahkan ada yang ambruk,’’ urai mantan Camat Tajinan ini.

Sementara desainnya, Wahyu mengatakan sudah siap. Bahkan kemarin dia sendiri yang menggambar desain rumah semipermanen untuk warga. Rinciannya berukuran 4 x 8 meter. Terdiri dari dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi dan ruang keluarga. Perkiraan anggarannya sebesar Rp 30 juta per unit. 

“Sebelumnya kami membuat desain satu rumah ukurannya 4 x 6 meter. Tapi Pak Bupati menghendaki ukuran rumah  4 x 8 meter. Gambar atau desainnya sudah jadi, dan sudah kami laporkan kepada Pak Bupati. Beliau setuju,’’ ungkap mantan Kepala Kantor Perumahan Kabupaten Malang ini.

Sumber dana pembangunan, menurut Wahyu, menggunakan anggaran BPBD Kabupaten Malang. Jika anggaran dari BPBD habis maka Pemkab Malang akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), dan uang sumbangan yang masuk.

Wahyu menegaskan, pembangunan rumah semipermanen dilakukan Pemkab Malang agar warga terdampak gempa bumi tidak tinggal di pengungsian. Sebab berpotensi terjadi klaster baru Covid-19.

Awalnya Pemkab Malang memiliki kebijakan menyewakan rumah untuk warga terdampak. Namun karena sulit mencari rumah sewa, Pemkab Malang akhirnya berinisiatif membangunkan rumah semipermanen.

“Tahap awal di Desa Jogomulyan dulu yang dibangunkan rumah semipermanen. Selanjutnya rumah-rumah di daerah terdampak gempa bumi lainnya di wilayah lain,” kata dia. Itu sebabnya Wahyu meminta muspika di kecamatan terdampak melakukan pendataan dan mengirim laporan. “Sehingga kami bisa dengan cepat melakukan penanganan,’’ kata dia.

Terpisah, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan pembangunan rumah semipermanen untuk korban gempa mendesak. Apalagi banyak rumah yang kondisinya parah.

Sementara itu kemarin Lanud Abd Saleh memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa menggunakan pesawat. Dengan helibox bantuan berupa sembako diberikan kepada yang terdampak.

Kepala Penerangan Lanud Abd Saleh Letkol Sus Dodo Agus Prio mengatakan, dua pesawat yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan. Yakni pesawat Hercules C-130 dari Skadron 32 dan pesawat Cassa A-2112 dari Skadron 4. Dua pesawat ini melakukan dropping bantuan sosial di Desa Srenggeng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang dan Desa Ponggok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

“Tadi (kemarin) pesawat Cassa take off pukul 07.50. Dengan pilot Komandan Skadron 4 Letkol Pnb Muhammad Arif S.Sos, MM,’’ kata Dodo. Selang lima menit kemudian pasawat Hercules yang lepas landas dari Lanud Abd Saleh dengan pilot Letkol Pnb Taufik Nur Cahyo.

Pesawat Cassa, dikatakan Dodo, membawa 16 helibox. Masing-masing helibox berisi sembako dengan total berat 7 kilogram. “Ada mie instan, gula, kopi dan teh,’’ tambah Dodo.

Dia mengatakan,  satu per satu helibox diterjunkan dari ketinggian 150 meter. Penerjunan helibox sendiri dilakukan satu persatu, setelah pilot memberikan aba-aba. Sementara tim yang menerjunkan helibox lebih dulu mengamankan diri. Tubuhnya diikat dengan tali. Ini demi keamanan pendistribusian bantuan.

Sedangkan pesawat Hercules dikatakan Dodo membawa 60 paket. Masing-masing paket berisi beras 5 Kg, gula 2 Kg, lima mie instan, teh, empat kaleng sarden dan satu kaleng susu.  “Begitu semua barang mendarat langsung diambil oleh petugas yang sudah standby di lokasi. Kemudian dibagikan kepada warga,’’ tambah perwira dengan dua melati di pundak ini.

Pembagian bantuan di Desa Senggreng, dikatakan Dodo, diberikan langsung Kepala Dinas Personel Kolonel Pnb Agus Mulyadi bersama Kepala Dinas Logistik Kolonel Tek Sidik Dani.

Sedangkan penyerahan bantuan di Desa Ponggok Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar dilakukan langsung Danlanud Abd Saleh Marsekal Pertama (Marsma) TNI Wayan Superman bersama Komandan Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Toto Ginanto. Keduanya ke Blitar dengan naik helikopter EC 120 Colibri.

Sementara itu Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Wayan Superman kepada wartawan mengatakan pengiriman bantuan merupakan kelanjutan dari kecepatan Lanud Abdulrachman Saleh merespon kondisi korban gempa bumi di berbagai wilayah Malang dan sekitarnya termasuk yang terjadi di Desa Srenggeng dan Desa Ponggok. Dua desa ini menjadi prioritas dropping bantuan sosial karena di sana ada aset milik Lanud Abdulrachman Saleh.

Wayan menambahkan, dropping bantuan ini salah satu misi sosial yang sering dilakukan Lanud Abd Saleh. Selama ini Lanud Abd Saleh tidak pernah tutup mata jika ada kejadian atau peristiwa bencana, dan selalu siap melakukan kegiatan sosial.

“Termasuk beberapa waktu lalu di NTT, tiga pesawat Lanud Abd Saleh digunakan untuk membawa bantuan sosial dari Lanud Halim Perdana Kusuma,’’ katanya. (ira/tyo/van/lim)