Bahaya! Jangan Pencet Jerawat Seenaknya

Bolehkah jerawat dipencet? Dan adakah cara mengempeskan jerawat yang aman? Simak penjelasan dokter sebagai berikut. (iStockphoto/VladimirFLoyd/CNN Indonesia)

Jakarta, NewMalangPos – Munculnya jerawat di muka selalu membuat orang merasa terganggu dan membuat kurang percaya diri. Sehingga seringkali kita merasa gemas dan ingin sekali memencet jerawat agar segera hilang.

Namun, sebenaranya boleh tidak sih jerawat dipencet? adakah cara jitu mengempeskan jerawat yang aman?

Mengutip CNN Indonesia, Minggu (12/9), Dokter spesialis kulit dan kelamin Edwin Tanihaha menuturkan, persoalan memencet atau cara mengempeskan jerawat ini memang memicu pro dan kontra.

Ada dokter yang setuju, ada pula yang tidak setuju. Buat dia, mengatasi jerawat perlu melihat jenis jerawat yakni komedo atau jerawat inflamasi.

“Untuk komedo dapat di ekstraksi, tapi sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli, sedangkan jerawat inflamasi baiknya di suntik zat antiinflamasi supaya peradangan berkurang dan jerawat bisa lebih kempes, bila perlu bisa ditambah obat antibakteri oral untuk membunuh bakteri di dalam jerawat,” jelas Edwin saat dihubungi CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Selasa (7/9).

Baca Juga :  Ketahui Cara Efektif Gunakan Masker Dobel Tanpa Merasa Sesak

Ekstraksi komedo akan mengeluarkan sebum dari pori-pori. Jika jerawat radang mendapat perlakuan sama, ini akan berisiko membuat jerawat makin meradang.

Sebagaimana dilansir WebMD, aktivitas memencet jerawat ‘haram’ dilakukan di beberapa area wajah. Coba bentuk segitiga dengan kedua telunjuk dan ibu jari, Anda akan mendapati titik-titik terlarang yang kerap disebut ‘triangle of death’.

Jika infeksi kulit terjadi di area ini, risiko dari mencoba cara mengempeskan jerawat bisa terjadi komplikasi yang cukup berbahaya. Namun Edwin menyebut aktivitas memencet jerawat tidak sampai memicu kanker kulit.

Hanya saja, sebaiknya hindari memencet jerawat sebab bisa merusak kulit dan mengakibatkan infeksi bakteri.

Godaan memencet jerawat mungkin bisa Anda kendalikan. Namun masih ada beberapa ‘pekerjaan rumah’ lain yang perlu diperhatikan jika ingin mengatasi jerawat.

1. Makan asal-asalan

Asupan makanan sehari-hari ada yang berpotensi memicu jerawat seperti makanan atau minuman bergula, cokelat, kafein, juga produk susu (dairy product) termasuk yogurt dan keju.

Baca Juga :  3 Cara Makan Pisang yang Efektif Turunkan Berat Badan

Anda sudah menggunakan skincare antijerawat tetapi jerawat masih merajalela berarti ada diet yang perlu dievaluasi.

“Untuk jerawat bisul hendaknya bisa hentikan konsumsi kuning telur, cumi, udang, kepiting untuk meminimalkan kekambuhan,” imbuh Edwin.

2. Banyak begadang

Kurang tidur hanya akan memperparah jerawat dan memperlambat proses pemulihan. Dukung pemulihan kulit berjerawat dengan memperbaiki pola tidur. Dengan tidur cukup, Anda memberikan tubuh termasuk kulit untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

3. Membiarkan stres

Stres memang tidak bisa dihindari tetapi bisa dikendalikan. Edwin berkata hormon kortisol alias hormon stres berkontribusi terhadap timbulnya jerawat. Sebaiknya eksplorasi aktivitas untuk menurunkan stres sehingga pikiran lebih rileks, tubuh tidak tegang dan jerawat bisa ‘dijinakkan’.

4. Perbaikan ‘skin barrier’ bisa menghilangkan jerawat

Menurut Edwin skin barrier layak mendapat perhatian saat kulit sedang sensitif, kemerahan atau bruntusan. Namun, jika kondisi ini dibarengi dengan kemunculan jerawat atau komedo, maka pelembap bukan satu-satunya jawaban persoalan.

Baca Juga :  Mengenal Jenis Penyakit Kronis Degeneratif Lansia

Akhir-akhir ini banyak beauty enthusiast atau beauty influencer menggaungkan pentingnya menjaga skin barrier. Lapisan kulit ini disebut ‘barrier’ karena memang fungsinya seperti penghalang yang terletak di bagian terluar kulit guna melindungi kulit agar tetap lembap dan sehat.

Tidak heran produk-produk untuk skin barrier mengedepankan fungsi hidrasi.

Hanya saja, Edwin kerap mendapati pasien yang membeli pelembap untuk mengatasi jerawat mereka. Bukannya hilang, jerawat malah makin parah.

“Bila kemerahannya berisi jerawat atau komedo, sebaiknya tidak hanya diberikan pelembab, karena beresiko overmoist jadi risiko makin banyak komedo dan makin jerawat,” imbuhnya.

Dia melanjutkan perbaikan skin barrier dengan tujuan mengatasi jerawat bukan sesuatu yang tepat. Jerawat merupakan kasus yang kompleks sehingga mengoleskan pelembap tidak bisa menyelesaikan persoalan begitu saja. (els/agn/cnni/mg9/jon/nmp)

Pilihan Pembaca