Babak Baru Kasus Korupsi SMKN 10 Malang

TERSANGKA KORUPSI: Kepala SMKN 10 Malang Dwidjo Lelono digelandang petugas Kejaksaan Negeri Malang menuju Lapas Kelas I Malang.(NMP-M. REXY)

MALANG – Kasus dugaan korupsi di SMKN 10 Malang segera masuk babak baru. Kajari Kota Malang Zuhandi, menargetkan awal bulan depan kasusnya sudah masuk tahap tuntutan.

Perkara ini menjadi atensinya sejak menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, sejak 5 Agustus lalu.
Zuhandi menyampaikan, penyidik sudah menuntaskan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka dan tim ahli dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

“Senin (16/8) kami sudah memeriksa kedua tersangka di Lapas Kelas I Malang. Dan Kamis (19/8) kami mulai minta keterangan ahli,” ungkapnya Minggu (22/8).

Baca Juga :  Lega PPKM Turun Level, Hari Ini Sudah Bisa Ngemall

Menurutnya, ini adalah tahapan akhir dalam proses penyidikan. Sebelum kasusnya naik pada tahan penuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Sekarang kami sedang menyiapkan berkasnya. Apabila dibutuhkan kami akan minta tambahan keterangan dari ahli,” lanjut Zuhandi.

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Dino Kriesmiardi menambahkan, sudah melakukan pendalaman dan pemeriksaan akhir terhadap kedua tersangka. Yakni Kepala Sekolah Dwidjo Lelono dan Wakil Bidang Sarpras Arif R. Pemeriksaan dilakukan di Lapas Kelas I Malang, tempat mereka ditahan.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya banyak melakukan pembelaan diri. Mereka mengelak tuduhan yang disangkakan. Sehingga menjadi poin pemberat dalam persidangan.

Baca Juga :  Viral, Janda Dikejar-kejar Warga Sekampung, Ternyata Ini Sebabnya!

“Semua fakta-fakta ini akan kami ungkap saat persidangan. Pastinya bisa menjadi pemberat untuk kedua tersangka,” tegas Dino.

Sekadar diketahui, kedua tersangka Dwidjo Lelono dan Arif R, terjerat korupsi dana Bagian Anggaran Bendaharaan Umum Negara (BA-BUN) 2019 dan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) 2019-2020. Anggaran tersebut awalnya diperuntukkan untuk pengadaan gedung dan laboratorium serta revitalisasi bangunan sekolah.

Akan tetapi pada akhir tahun 2020 lalu, masyarakat menyampaikan laporan adanya penyelewengan dalam pelaksanaan amanah tersebut. Sehingga diselidiki oleh Kejari Kota Malang.

Baca Juga :  Fix! Singo Edan Ikuti Turnamen Piala Wali Kota Solo

Tepat pada 17 Mei 2021 Dwidjo Lelono ditetapkan tersangka dan ditahan sejak Senin 7 Juni 2021. Sedangkan Arif ditetapkan tersangka tiga minggu kemudian pada 28 Juni 2021 dan langsung dilakukan penahanan.

Keduanya dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.(rex/agp)

Pilihan Pembaca