Awalnya Coba-Coba, Kini 30 Karyanya Tersebar di Negara Lain

55

Ilustrator Langganan Penerbit Luar Negeri

NewMalangPos – Lintang Pandu Pratiwi kini dikenal sebagai ilustrator yang karyanya telah keliling dunia. Dari pengalaman yang dijalani sejak Tahun 2015 lalu, ia kini membesarkan studio produksi ilustrasinya sendiri. Namanya Tarenggana Studio, sudah menghasilkan 50 karya ilustrasi langganan penerbit buku lokal maupun luar negeri.

Lintang, sapaan akrabnya mendirikan Taranggana Studio ketika merintis karir sebagai ilustrator. Saat itu ia baru saja lulus kuliah dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang (UM). Persisnya tahun 2015 lalu.

Awal karirnya dimulai dengan coba-coba. Tapi ia berhasil dipercaya penerbit ternama. Yakni Elex Media Komputindo menjadi ilustrator langganan. Sempat beberapa kali menjadi ilustrator Majalah Bobo pula.

Di tahun yang sama, Lintang dipercaya menjadi penulis dan ilustrator buku dongeng. Judulnya ‘Kumpulan Dongeng Klasik Indonesia’. Cetakan pertama mencapai 3.000 eksemplar.  “Saya awalnya nyoba-nyoba kirim portofolio gambar. Saya juga tulis cerita dan bikin ilustrasi gambarnya. Sederhana misalnya cerita anak-anak yang saya re-write. Lalu saya gambar ilustrasinya dengan style vintage (klasik.red),” cerita wanita kelahiran 1992 ini.

Perushaaan penerbit ternama itu kemudian memberikan proyek tersendiri kepada Lintang. Yakni membuat buku sendiri berisikan tentang kumpulan dongeng klasik.

Penerbit pertarik karena gaya ilustrasi gambar yang dibuatnya mencerminkan gaya klasik. Gaya tersebut selama ini tak banyak dihasilkan ilustrator terkini. Gaya yang diusung Lintang dalam ilustrasinya memang menggunakan gaya klasik.

“Gaya klasik itu seperti tone warna yang saya pakai. Lebih mendominasi warna emas, coklat. Dan penggambaran tokoh-tokohnya juga saya gambarkan sesuai dengan gaya klasik lama,” tutur kelahiran Wonosobo ini.

Hingga kini buku dongeng karya Lintang terus dicetak. Ia pun masih mendapatkan royalty dari penjualan buku dongeng yang ia tulis dan ilustrasikan sendiri gambarnya. Tidak lama setelah itu kabar lebih baik datang.

Saat ia memberanikan diri mengirim portofolio karyanya sebagai ilustrator usai lulus kuliah di 2015 lalu. Tak hanya mengirimkan protofolio ke penerbit-penerbit lokal. Tetapi juga ke luar negeri.

“Ya di tahun yang sama (tahun 2015) saya dihubungi penerbit dari Amerika Serikat. Itu penerbit indie (perusahaan penerbit independen) basisnya di Chicago. Perusahaan penerbit ini meminta jasa ilustrasi saya karena tertarik dengan portofolio yang saya kirim,” papar Lintang.

Penerbit berbasis di Chicago USA bernama CreateSpace Independent Publishing Platform ini hendak menerbitkan sebuah buku anak-anak berjudul “Dancing Lilly” karya Cynthia Wilson. Ia diminta membuat ilustrasi dari cerita anak tersebut.

Buku ‘Dancing Lilly’ ini diterbitkan pada tahun 2016. Covernya enam anak berada dalam bus sedang menari. Itulah adalah karya Lintang

Sejak dipercaya membuat buku dongeng sendiri dan menjadi ilustrator buku-buku di luar negeri, Lintang juga akhirnya kedatangan banyak permintaan. Setelah itu dari penerbit-penerbit atau publisher luar negeri lainnya mulai request.  “Sama di tahun 2015 juga. Salah satunya dari Amerika. Saya diminta bikin ilustrasi buku karya Deanna K Klingel. Judulnya ‘Walker Hound of Park Avenue”,” jelas alumnus SMKN 4 Malang ini. 

Request pun terus berdatangan. Tidak hanya dari penerbit di Amerika Serikat saja, dari negara lain seperti Inggris, Jerman, Skotlandia, Spanyol dan Australia.

Penerbit lainnya yang memanfaatkan jasa ilustrasinya di antaranya, buku berjudul Sally terbitan PDMI Publishing, The Water Lilly Fairy terbitan Brandylane Publisher serta Tisha dari penerbit Bookerbear Publishing.

Kemudian ada pula ilustrasi di Jewel and the Jujube dari penerbit Kindle Press dan di buku Honey and the Bee dari penerbit Galway Press. Seluruh penerbit itu berkantor di Amerika Serikat.

Sedangkan di Indonesia, Majalah Bobo sempat menggunakan jasanya sebagai ilustrator selama tahun 2015. Ia membuatkan ilustrasi-ilustrasi cerita anak-anak yang biasa diterbitkan di Majalah Bobo di beberapa episode.

“Alhamdulillah kalau buku di luar negeri sudah kurang lebih 30-an judul yang saya bikin ilustrasinya,” papar gadis yang sempat menjadi salah satu jajaran 72 Ikon Prestasi Indonesia pada tahun 2017 ini. 

Saat ini Lintang masih aktif dalam dunia menulis dan illustrator. Masih aktif membangun studionya sendiri. Ia kini mengajak belasan ilustrator lainnya untuk menggarap berbagai proyek ilustrator.

Kini studionya menghandle berbagai pesanan jasa ilustrasi karya tulis dari berbagai daerah dan negara. Hingga saat ini ia dan tim nya sudah menelurkan kurang lebih 50 lebih karya dari dalam maupun luar negeri. (Sisca Angelina/van)