Atlet Batu Bawa Jatim Juara Umum Paralayang

JUARA UMUM : Cabor paralayang Jatim yang mayoritas diperkuat atlet asal Kota Batu berhasil kembali menyabet juara umum di PON XX Papua.

NEW MALANG POS – Kabar gembira kembali datang dari PON XX Papua. Setelah atlet selam Kota Batu meraih tiga medali dan juara umum, kali ini Cabor Paralayang Jatim yang mayoritas diperkuat oleh atlet asal Kota Batu juga berhasil meraih juara umum.

Atlet Kota Batu membawa Kontingen Jatim menjadi juara umum Cabor Paralayang dengan meraih enam emas, dua perak dan dua perunggu disumbang Jafro Megawanto dan kawan-kawan dari Bukit Gracia Jayapura, Selasa (12/10).

Atlet Paralayang Kota Batu mendominasi perolehan medali dari 12 nomor lomba. Dari nomor perorangan putra Roni Pratama menyumbangkan medali emas untuk Ketepatan Mendarat Putra. Begitu Ike Ayu Wulandari menyumbangkan medali emas dari XC (cross country) Perorangan Putri.

Baca Juga :  J99 Corp Bagi 5.000 Paket Sembako Ke Warga Kota Batu Terdampak Pandemi

“Alhamdulillah kita meraih juara umum Cabor Paralayang, kita meraih enam emas, dua perak dan dua perunggu,” kata pelatih Paralayang Jatim, Sugeng Santoso.

Cabor paralayang Jatim yang mayoritas diperkuat atlet asal Kota Batu berhasil kembali menyabet juara umum di PON XX Papua.

Sugeng menjelaskan kontingen Paralayang Jatim mengirim delapan atlet. Rinciannya dua atlet putri dan enam atlet putra. Jumlah atlet ini dibagi dalam nomor perorangan putra diikuti oleh Roni Pratama dan perorangan putri diikuti oleh Ike Ayu Wulandari.

Sementara beregu putri Jatim diikuti Ike Ayu wulandari dan Rika Wijayanti. Sedangkan beregu putra diikuti Joni Effendi, M Rizky Dharmawan, Roni Pratama, Jafro Megawanto, Permadi Chandra Bhuana dan Gigih Iman Nurdiansyah.

Baca Juga :  Action Plan

Dari delapan Atlet Paralayang Jatim, hanya dua orang yang berasal dari Kabupaten Malang dan Kota Malang. Yakni Permadi Chandra Buana dan M Rizky Dharmawan. Selebihnya dari Kota Batu.

Menurut Sugeng, untuk meraih juara umum, atlet Jawa Timur dihadapkan kondisi medan yang sangat berbeda dengan Gunung Banyak Kota Batu. Bukit Gracia, bentuknya seperti mangkok sehingga tingkat kestabilan angin menjadi tidak menentu.

“Tingkat kesulitannya luar biasa, bentuk venuenya seperti mangkok, jarak antara take off dan landing cuman 500 meter. Sementara Gunung Banyak jaraknya kurang lebih 1 kilometer. Ketinggiannya pun lebih tinggi disini 300 meter,” beber Sugeng Santoso.

Baca Juga :  Starting Eleven Berubah

Ketua KONI Kota Batu Drs Mahfud sangat bangga dengan prestasi yang berhasil diraih itu. Pasalnya mereka berhasil mempertahankan juara umum.

“Kami bersyukur atlet Paralayang bisa kembali meraih juara umum. Meski awalnya harus menyesuaikan diri dan sempat tercecer. Namun mental juara mereka mampu membangkitkan kembali semangat dan menjadi juara umum,” pungkasnya. (eri/van)

artikel Pilihan