Asal Punya Stiker Khusus, Bus Antarkota Bisa Beroperasi

12
Armada Bus di Terminal Arjosari ternyata masih bisa beroperasi akan di masa larangan mudik asal mengantongi stiker khusus.(IPUNK/NMP)

MALANG, NewMalangPos – Transportasi umum khususnya transportasi darat jenis bus masih bisa beroperasi di masa larangan mudik. Syaratnya, mengantongi stiker khusus. Stiker ini dapat dimiliki armada bus dengan ketentuan khusus sesuai aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal ini ditegaskan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Transportasi Pada Masa Idul Fitri Tahun 2021/ 1442 H, yang diikuti jajaran Pemkot Malang secara virtual di Ngalam Command Center (NCC), Senin (3/5).

“Transportasi umum seperti bus antarkota masih bisa beroperasi. Untuk bisa melayani masyarakat yang masih bisa melakukan pergerakan di masa larangan mudik,” tegas Budi.

Meski begitu, ada ketentuan yang harus dipenuhi pengelola angkutan umum tersebut. Salah satunya masing-masing operator harus menjatah berapa bus yang boleh beroperasi. Artinya tidak semua armada bisa.
Selain itu, kata Budi dalam rakor virtual se Jawa Timur ini, kapasitas dari bus yang bisa dibatasi. Hanya dapat diisi maksimal 80 persen.

“Makanya nanti dikoordinasikan lagi arahannya seperti itu. Intinya harus ada stiker khusus agar saat penyekatan bus bisa diketahui membawa penumpang bukan untuk mudik,” tegas Budi.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Heru Mulyono. Ia menjelaskan untuk pemberian stiker dan mekanisme lainnya mengenai stiker khusus ini, masih menunggu teknis dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Pasalnya seluruh armada bus utamanya yang antarkota dalam provinsi, bermarkas di Terminal Arjosari.

Terminal Arjosari kini dibawah kewenangan Kementerian Perhubungan, karena masuk dalam kategori Terminal Tipe A.

“Iya itu pastinya dilakukan di sini. Tapi untuk pembagian stiker dan mekanisme ada di Kementrian langsung. Kita nanti akan sosialisasikan ini sifatnya,” tandas Heru. (ica/ley)